Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Bayu A Nugroho

اللهم صل على سيدنا محمد و على آله...

B.J. Habiebie dan Ainun untuk Para Pesohor Negeri

OPINI | 18 December 2012 | 09:40 Dibaca: 847   Komentar: 0   0

B.J. Habiebie dan Ainun Untuk Para Pesohor Negri

Oleh : Bayu A. Nugroho
“SBY melanjutkan, “Kami senang dan bangga, sekali lagi dengan tenang dan jernih kita bisa lihat apa yang diwariskan Ibu Ainun dan dicontohkan Bapak Habibie”

Kira-kira itulah ungkapan yang dilontarkan orang nomor wahid negri ini usai menyaksikan film tayang perdana “Habiebie dan Ainun”. Suasana haru, kagum dan sedih seakan menjadi satu. Membuat sekuat apapun hati Knight Grand Cross itu akhirnya bergetar.

Syahdu nampaknya bila melihat para pesohor kita akur. Duduk dalam sebuah perkumpulan. Dengan khidmat sama-sama berniat mengambil manfaat dan nasihat. Bukan karena umur dan pengalaman tapi lebih kepada menjernihkan hati.

Merujuk kepada visi dan misi untuk Indonesia bersatu. Melupakan perbedaan. Berguru kepada orang-orang yang berlalu sebelum kita. Lalu menjadikan diri kita pribadi baik yang dicontoh nantinya.

Melupakan fanatik dan taqlid buta. Menjadikan sebuah buku menjadi wacana baru. Sebuah sahabat pendamping yang memberikan seteguk kesegaran bagi para pesohor kita.

“Jasmerah,,,jasmerah,,,jasmerah” begitulah kata-kata yang dilontarkan presiden RI pertama, Ir. Soekarno. Sebuah statement yang membahana bagi bumi pertiwi. Bahwa negri ini dibangun diatas sejarah.

Sebuah nasihat, saran dan anjuran dari pendahulu kita. Mengingat siapakah jati diri kita sesungguhnya. Kita beda pendapat, kita bersuku-suku, macam agama, adat, budaya, tapi kita berhak bersatu dan merdeka.

Pribadi pendahulu-lah yang selayaknya dicontoh para pesohor. Jadilah figur wahai para pesohor! Bergurulah kepada para pesohor! Mereka yang datang dan pergi sebelum kalian.

Pun akhirnya, mudah-mudahan kedatangan nuansa-nuansa kesyahduan ini bukan hanya daging semata. Tapi beranjak melekat kepada ruh ke-bhineka tunggal ikaan kita.

Meski cukup disayangkan acara nonton perdananya tidak dihadiri seluruh mantan presiden dan majelis kehormatan lainnya. Yaa! Mungkin di lain hari.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengintip Penambangan Batu Mulia Indocrase …

Syukri Muhammad Syu... | | 01 February 2015 | 11:47

Dalang Politik Kotor “Tedjo” …

Daniel H.t. | | 01 February 2015 | 16:23

“Konflik” KPK-Polri dan Tapal Batas …

Andi Muhammad Jafar | | 01 February 2015 | 15:49

“Musik Tradisional Pengamen vs Peraturan …

Alifiano Rezka Adi | | 01 February 2015 | 16:20

(TAC) Koperasi: Tempat Aman Menitip Uang …

Fidelis Harefa | | 01 February 2015 | 14:52


TRENDING ARTICLES

Sayonara Mega Selamat Tinggal Paloh, Relakan …

Wisnu Aj | 5 jam lalu

Mantan Penyidik KPK Akan Ungkap Borok …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Jokowi Lompat Pagar “Rumah Gelap Mega” …

Imam Kodri | 9 jam lalu

CNN: Siapa Jokowi Sesungguhnya? …

Jimmy Haryanto | 16 jam lalu

Mitologi Jawa dalam Kepemimpinan Jokowi …

Musri Nauli | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: