Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dewa Gilang

Single Fighter!

Kembali, Cover Majalah Tempo Tersandung Masalah

REP | 17 December 2012 | 21:55 Dibaca: 1211   Komentar: 0   3

Kembali, cover majalah Tempo tersandung masalah. Kali ini datang dari Rizal Mallarangeng. Rizal dikabarkan keberatan atas gambar sampul majalah Tempo edisi 17-23 Desember 2012, yang memuat foto Mallarangeng bersaudara berdiri sambil memeluk uang. Karena merasa dirugikan oleh gambar sampul majalah Tempo tersebut, Rizal berniat akan mengadukan Tempo kepada Dewan Pers. (Tempo.com, Senin, 17/12/2012).

Selain mengadukan ke Dewan Pers, Rizal juga menuntut tiga hal kepada Majalah Tempo, yaitu: permintaan maaf dari Majalah Tempo sebanyak satu halaman penuh, wawancara dengan dirinya dan dimuat dua halaman penuh dan meminta Tempo menganggarkan dana untuk membantu sejumlah universitas melakukan pendidikan di bidang jurnalistik. (Tempo.com).

Adapun sampul majalah Tempo yang menjadi keberatan Rizal adalah Edisi 23 Desember yang menggambarkan Mallarangeng bersaudara berdiri selayaknya sedang memancing. Andi dan Rizal digambarkan sedang memeluk “ikan” yang bergambar gulungan uang pecahan 100 dollar Amerika, sedangkan Choel digambarkan tengah mengangkat karung berlambang Euro. Ketiganya, pada sampul tersebut, memperlihatkan senyum yang sumringah.

Bukan kali pertama

Apa yang menimpa Majalah Tempo mengenai gambar sampulnya bukan lah pertama kali yang menimpa majalah berita mingguan itu. Tercatat majalah Tempo telah berulang kali mengalami masalah dengan gambar sampulnya.

Tahun 2008, majalah Tempo pernah tersandung soal gambar sampul yang menggambarkan tokoh politik partai Golkar, Aburizal Bakrie. Pada “cover” majalah Tempo edisi 17-23 November 2008 itu, sekilas terlihat angka “666″ di bagian kepala gambar Ical. Angka 666 sendiri sering dianggap sebagai simbol setan.

Kemudian, yang paling memicu polemik adalah gambar sampul majalah Tempo edisi 10 Februari pada tahun yang sama (2008). Pada edisi yang berjudul “Setelah Dia Pergi”, mantan Presiden Suharto bersama anak-anaknya digambarkan di meja makan, dan dianggap mirip dengan format lukisan perjamuan terkahir Yesus beserta murid-murudnya, The Last Suffer karya Leonardo Da Vinci.

Yang terbaru adalah kasus gambar sampul majalah Tempo edisi 28 Juni-4 Juli 2010. Pada edisi berjudul “Rekening Gendut Perwira Polisi”, ada gambar karikatur seorang perwira yang sedang menggiring tiga celengan babi. Sontak saja gambar sampul itu menuai protes dari kalangan kepolisian. Gambar sampul majalah Tempo itu dipandang telah menghina Polri secara kelembagaan.

Namun seperti yang sudah-sudah, majalah Tempo selalu lolos dari lubang jarum jeratan hukum dan Dewan Pers. Semuanya menguap tak berbekas. Entah berakhir damai atau bagaimana, saya tak menemukan keterangan yang pasti mengenainya.

Walhasil menarik untuk ditunggu, bagaimana kelanjutan kasus keberatan Rizal terhadap “cover” majalah Tempo yang dianggap merugikan dirinya. Akankah -kali ini- Tempo “menyerah” dengan meloloskan tuntutan Rizal Mallarangeng?.

Gitu aja koq repot.

Selamat menikmati hidangan.

Ditulis sebagai tanggapan atas keberatan Rizal Mallarangeng terhadap gambar sampul dirinya di majalah Tempo edisi 17-23 Desember 2012.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59



Subscribe and Follow Kompasiana: