Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fitra Yoga Sambas

Pernah sangat aktif di dunia tulis menulis. "Palasik: Jelaga Bola Langit", novel, sempat memenangi salah selengkapnya

Habibie Pengkhianat Bangsa (?)

HL | 11 December 2012 | 09:10 Dibaca: 3638   Komentar: 77   11

1355195188925816009

Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com)

Tersebutlah Zainudin Maidin, Mantan Menteri Penerangan Malaysia, menulis amat pedas tentang lulusan RWTH Aachen, Jerman Barat, penerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude ini. Mungkin sebagian orang malah menganggap kasar kata-kata Pak Cik tetangga kita itu. Katanya Habibie sosok egois, memualkan, serta pengkhianat bangsa. Kata Pak Cik Zainudin, Habibie telah membuat Indonesia kehilangan Timor-Timur dan telah memporakporandakan politik dengan munculnya multi partai. Dia menulis, “Beliau juga telah menyebabkan berlakunya perpecahan rakyat Indonesia kepada 48 parti politik yang mengakibatkan keadaan politik negara itu dalam porak-peranda hingga kini.” Tajuk Rencana Utusan Malaysia ini dimuat utuh oleh salah satu media online besar di Jakarta.

Saya amat kaget. Melayang. Meliuk. Jatuh. Kemudian melesat masuk secara incognito ke masa lalu. Begitukah Si Jenius ini dianggap oleh, pun tidak sembarang orang, mantan menteri di negara jiran?

Seperti saya katakan, saya masuk ke masa lalu. Masa-masa kuliah di penghujung 80-an dan awal 90-an. Tidak jarang kami diskusi soal IPTN. Tidak sedikit yang pro dan kontra dengan Si Jenius Habibie. Proyek prestisiusnya, IPTN, menghabiskan milyaran dollar. Proyek mahabesar dengan sejuta impian. Kalau saja waktu itu dana yang ada digunakan untuk industri otomotif, tentulah sekarang kalau tidak sebesar Toyota, Nissan atau Honda, paling tidak kita jauh berada di atas Proton punya negerinya Pak Cik Zainudin, atau bahkan di atas Hyundai yang sekarang sangat menakjubkan. Itu diskusi sempat terdengar di kedai-kedai kopi. Bahkan diskusi yang telah ada sejak tahun 1970-an. Begitu cerita senior-senior kita.

Ketika referendum 1999 diadakan, dan Timor-Timur terlempar keluar dari NKRI, kita yang menonton siaran-siaran berita di tahun itu, tentu amat miris, sedih, galau. Walau bahkan mungkin juga ada yang senang dengan lepasnya Timor-Timur. Kalau saja tidak ada referendum tentang Timor Timur, tentulah negeri itu sekarang masih bagian bangsa ini. Itu juga pendapat sebagian masyarakat Indonesia, terutama tentara yang telah berdarah-darah dalam perjuangan Timor-Timur dulunya.

Sudahlah. Tak perlu kita bahas. Yang membuat saya tertegun adalah apa yang ditulis oleh Pak Cik Zainudin dalam tajuk rencana Koran Utusan Malaysia edisi Senin, 10 Desember 2012 itu. Tulisan yang lantang, tunjuk hidung, tanpa basa-basi dan sedikit pun tidak ada rasa hormat. Memang, tak ada kewajiban Pak Cik Zai untuk menaruh rasa hormatnya pada Habibie. Sama tak ada kewajiban kita untuk menaruh rasa hormat pula pada Pak Cik Zai. Tapi, yang jelas, tulisan itu memberi satu perspektif lagi dalam benak saya tentang Si Jenius Habibie, yang di banyak sisi lainnya juga berjasa pada bangsa dan negara ini.

Akankah tulisan Pak Cik Zai ini juga akan jadi bola panas di tanah air tercinta yang dari bulan ke bulan selalu saja ada topik yang memancing keributan dengan si jiran yang memang sering usil ini?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: