Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Benarkah SBY & Partai Demokrat Anti Korupsi?

OPINI | 10 December 2012 | 06:22 Dibaca: 471   Komentar: 0   0

Kurun waktu 67 th Indonesia merdeka, th 2009 SATU SATUNYA CAPRES, SBY MEMPROKLAMIRKAN DIRI SEBAGAI CAPRES“ANTI KORUPSI”. Melalui Partai Demokrat yang di bentuknya thn 2002, SBY dengan slogan “KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI” ditayangkan di media media elektronik dengan bintang iklan dari elite elite politik PD seperti Angelina Sondakh, A. A. Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Ibas Yudoyono dll. “Memberantas korupsi tanpa pandang bulu” itulah tulisan pada iklan PD beberapa thn lalu yang MENIPU RAKYAT SEBAGAI PARTAI BERSIH.

Memasuki thn ke 2 pemerintahan SBY dalam KIB jilid 2 mulai menampakkan MORAL BOBROK sebagian dari elite PD dengan tertangkapnya Direktur PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang bersama M. El Idris yang merupakan manager pemasaran dari perusahaan pemenang proyek pembangunan wisma atlet di Jakabaring, Palembang, dan Sesmenpora Wafid Muharram di kantor Kemenpora 21 April 2011, oleh petugas KPK yang telah mengintainya dari pengembangan awalnya tercium dari hasil penyadapan yang dilakukan oleh tim penyelidik KPK.

Mindo Rosa Manulang

Pengembangan selanjutnya menjurus kea rah M. Nazaruddin mantan Bendaraha Umum PD yang buron dan berhasil di tangkap di Bogotta Colombia.

NAZAR TAK INGIN BASAH SENDIRIAN, DIA BERNYANYI BAHWA BANYAK ALIRAN UANG SUAP DARI ANGGARAN PROYEK MENGALIR KE PETINGGI PARTAI DEMOKRAT TERMASUK MEMBIAYAI KONGRES PD PEMENANGAN ANAS U SEBAGAI KETUM.

Berulang ulang Nazar bersaksi dalam persidangan bahwa UANG NEGARA MASUK KE KANTONG PRIBADI PETINGGI PD yang berasal dari suap anggaran proyek bukan hanya proyek Wisma Atlit di Jakabaring Palembang tapi juga Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di desa Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Nazar menyebutkan jumlah rincian rincian uang yang mengalir ke elite politik PD diantaranya Angie, A. A. Mallarangeng, Choel Mallarangeng termasuk Anas U, begitu detail di dalam persidangan maupun pada keterangan pers NAMUN KPK TIDAK BEGITU MERESPON keterangan Nazar, walaupun sudah ada data dari PPATK dan BAKN, @KPK_RI seperti berjalan di tempat mengusut kasus korupsi yang melibatkan ORANG ORANG DEKAT ISTANA

Bahkan Nazar mengatakan ada kasus suap yang terjadi di pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di desa Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor.

BEGITU GAMBLANG Nazar mencertitakan step by step kronologi pembangunan mega proyek HAMBALANG NYATA DISULAP dari anggaran Rp 125 M menjadi Rp 2,5 T oleh Menpora. Sangat jelas kasus korupsi Wisma Atlit dan Hambalang berujung kemana, namun @KPK_RI seakan MENUTUP MATA SEAKAN TIDAK TAHU MUARA ALIRAN SUAP TERTUJU KEPADA SIAPA SERTA SIAPA YANG MENGATUR DENGAN RAPI AKIRAN UANG SUAP TSB.

Karena adanya TEKANAN POLITIK TERHADAP KPK, maka Abraham Samad menetapkan Angie sebagai tersangka walau belum menerbitkan SPRINDIK terlebih dahulu, itupun Angie hanya dijerat pasal Tipikor yang ringan karena KPK bagai BUAH SIMALAKAMA, MAJU KENA MUNDUR KENA. Padahal kasus Angie sangat terbuka dan jelas tapi KPK TAK MAU MEMBUKTIKAN REKAMAN BBM Angie dengan Rosa dalam istilah “APPEL WASHINGTON” utnuk permintaan uang suap dalam mata uang DOLLAR serta “APEL MALANG” untuk permintaan uang suap dalam bentuk RUPIAH, serta istilah bos besar dan ketua besar,

Setelah A. A.Mallarangeng menjadi tersangka kasus korupsi, berarti sudah 10 orang petinggi Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi yaitu : AS’AD SYAM (DPR Dapil Jambi), YUSRAN ASPAR (DPR Dapil Kaltim), SARJAN TAHIR (DPR), ISMUNARSO (Bupati Situbondo jatim), YUSAK YALOMO (Bupati Boven Digoel Papua), AMRUN DAULAY (DPR Dapil Sumut), M. NAZARUDDIN (DPR Dapil jatim & Bendahara Umum), ANGELINA SONDAKH (DPR Dapil jateng), HARTATI MURDAYA POO (Angg. Dewan Pembina PD) dan yang terakhir A. ALFIAN MALLARANGENG (Sekertaris Dewan Pembina PD & Menpora).

Ini merupakan bukti bahwa PARTAI DEMOKRAT ADALAH SARANG KORUPTOR KELAS KAKAP, yang berlindung di balik Istana dengan SLOGAN PARTYAI DEMOKRAT.

PD.jpeg PD 1.jpeg

GELENGKAN KEPALA DAN KATAKAN TIDAK.

ABAIKAN RAYUANNYA DAN KATAKAN TIDAK.

TUTUP TELINGA DAN KATAKAN TIDAK.

“KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI”

Luar biasa misi PD, bagaikan SERIGALA BERBULU DOMBA, PAGAR MAKAN TANAMAN, kata itu yang lebih cocok untuk Partai Demokrat

Hasil lembaga Survey menempatkan Partai Demokrat sebagai partai besar terkorup, tetapi SBY malah menyoroti Partai lain yang juga korup, dalam pertemuan FKPD Partai Demokrat di Sahid Hotel dan SBY punya bukti data atas korupsi yang dilakukan oleh partai lain. SBY BUKANNYA BERBENAH DIRI, ME”MANAGE” INTERNAL PARTAI DEMOKRAT, MALAH BALIK MENUDING PARTAI LAIN. Kalau memang SBY memiliki bukti kenapa tidak di laporkan ke KPK atau kepolisian justru CURHAT PADA MAS MEDIA.

Inilah KELEMAHAN SBY, TIDAK DAPAT MENGATUR INTERNAL PARTAINYA DAN GAGAL ME”MANAGE” PARA PEMBANTUNYA DI KABINET INDONESIA BERSATU JILID 1 & 2, Lambat mengambil tindakan sebagai Solusi, LEBIH BANYAK CURHAT PADA MAS MEDIA DAN DI DEPAN KADERNYA., hingga tidaklah heran jika Pakar Hukum senior menyebutnya sebagai NATO (No Action Talk Only)

Lemahnya management SBY sehingga konflik di internal partainya amat jelas diketahui public bagaimana pertengkaran & persaingan di tingkat elite politik PD, beberapa kali Ruhut dengan tegas menyindir agar Anas sebagai ketua untuk mundur dengan “legowo” dll, adalah perpecahan yang tak kunjung selesai serta dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, dimana SBY sampai berulang ulang merombak susunan Kabinetnya.

BAGAIMANA SBY MAU MENGHAPUS KORUPSI DARI MUKA BUMI INDONESIA, SEDANGKAN DIA TIDAK DAPAT BERTINDAK TEGAS SERTA LEMAHNYA MANAGEMENT , Kader PD dan mentri dari PD menjadi KORUPTOR KELAS KAKAP MENGGARONG ANGGARAN PROYEK YANG BERASAL DARI UANG RAKYAT.

Kurun waktu 67 tahun Indonesia merdeka dan telah memiliki 6 orang presiden, pemerintahan SBY menjadi era TERKORUP DI INDONESIA SELAMA INI.

Inna Lillhi Wa Inna Ilaihi Rajiun, negaraku adalah Negara yang paling banyak koruptornya dan rakyat masih tetap hidup di bawah garis kemiskinan akibat ulah pemerintahan SBY.

SALAM KORUPTOR

Ba2ng Keren

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 8 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 11 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 12 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 12 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kapusan (Tertipu) …

Amin | 7 jam lalu

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | 8 jam lalu

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 8 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 8 jam lalu

Makna Kesaktian 2 (Episode : …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: