Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Antara Bupati Aceng Fikri, Rieke Dyah, dan Teten Masduki

OPINI | 03 December 2012 | 00:11 Dibaca: 14110   Komentar: 54   4

Menyaksikan acara Apa Kabar Indonesia Malam (AKI Malam) di TV One dengan tema skandal bupati Garut ‘Menyoal nikah kilat bupati Aceng’ saya tergerak untuk ikut membahasnya. Mudah-mudahan tidak atau belum terlambat pembahasannya, arena saya membaca di kompasiana ini sudah banyak yang membahasnya dan hampir semua bahasannya serupa atau mirip, termasuk di AKI Malam, yaitu menghakimi bupati Garut Aceng Fikri sebagai manusia yang zolim tak berperasaan terhadap wanita, dan bertingkah laku bukan seperti pejabat negara, namun seperti orang jalanan saja.

Terus terang saya acungi jempol kepada Bupati Garut Aceng Fikri yang berani tampil live di TV one, dengan pembawa acara Balqish dan pembicara lain Dr Azumardi Azra dan Psikolog Zoya Amirin untuk menjelaskan kepada publik dan meluruskan permasalahan yang ada.

Bupati Aceng sendiri mengatakan : “Ada hal yang prinsip yang menyebabkan ia menceraikan istrinya, masalah perawan atau tidak hanya merupakan salah satu alasan dari banyak alasan lain, dan Insya Allah ia dapat mempertanggungjawabkan dunia akhirat tentang pernikahan dan perceraiannya.”

Yang menarik bupati Garut Aceng Fikri berulangkali mengatakan bahwa kejadian 5 bulan lalu ini kenapa baru diblow up sekarang, sementara ia dan keluarga mantan istrinya (Fani) tidak ada masalah apa-apa, masih sering sms-an, ia menduga ada muatan politik dalam meledaknya berita ini, karena tidak lama lagi kabupaten Garut akan menggelar pilkada.

Panasnya berita tentang pernikahan 4 hari ini juga akibat diramaikan oleh wawancara media infotainment kepada mantan wakil bupati Garut Dicky Chandra yang sudah mengundurkan diri karena sesuatu hal.

Dicky Chandra ikut menyesalkan tindakan sang bupati dan menyayangkan kelakuan Bupati Garut Aceng Fikri yang sepertinya tak pernah berubah (mengisyaratkan memang aceng fikri ini brengsek aslinya).

Dicky chandra lupa bahwa Aceng Fikri terpilih menjadi Bupati garut karena berpasangan dengan dirinya. Ia menjadi vote getter bagi Aceng Fikri, dan setelah tugasnya selesai maka ia pun mengundurkan diri untuk kembali ke passionnya, dunia entertainment, di mana ia lebih senang berakting, terutama berdandan seperti wanita (kebanci-bancian), dan ternyata sifat aslinya mirip dengan perannya itu, karena ia meninggalkan tugasnya dan mengundurkan diri di tengah periode. Jika rakyat garut tahu ia akan mengundurkan diri di tengah jalan, rakyat garut pasti tak akan memilih pasangan Aceng Fikri - Dicky Chandra.

Memang repot jika artis mendaftar pilkada sebagai wakil bupati atau wakil gubernur, karena bisa dipastikan ia dipasang hanya sebagai vote getter, seperti Dede Yusuf di pilkada Jawa Barat 5 tahun lalu, atau seperti Rano Karno yang mengundurkan diri sebagai bupati Tangerang Selatan untuk maju sebagai wakil gubernur Banten dan Dicky Chandra yang mengundurkan diri sebagai bupati garut,

Jika ada artis yang berani mencalonkan diri sebagai gubernur atau bupati atau walikota bukannya wakil gubernur atau wakil bupati atau wakil walikota, maka ia adalah calon pemimpin yang sebenarnya, bukan hanya vote getter, dan salah satu artis dengan kualifikasi pemimpin saat ini ada di diri Rieke Dyah pitaloka yang akan maju menjadi calon gubernur berpasangan dengan aktivis anti korupsi Teten Masduki yang kebetulan sama seperti Aceng Fikri berasal dari Garut.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 13 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 17 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 21 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 23 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Aku Muak!!! [Lisal] …

Singgih Swasono | 10 jam lalu

Kalau di Tokyo Berada di Stasiun yang Salah …

Andre Jayaprana | 10 jam lalu

High Lifestyle, Low Happiness …

Azzahra Khairunnisa | 10 jam lalu

Is It Date? di Rumah Sakit? …

Irma Sri Nurwati Ut... | 10 jam lalu

Uang Penglaris …

Isti | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: