Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Arba

Jelata alakadarnya

Menakar Mutu Pemimpin (tribute Sukarno)

OPINI | 02 December 2012 | 23:08 Dibaca: 534   Komentar: 0   0

1354464155979492666

biography.com

***

Berikut beberapa parameter yang diambil dari Prof. Greenstein (Precinton University) dalam bukunya The Presidential Difference , dikorelasikan dengan mutu the founding father bangsa ini, Presiden RI pertama Dr. (HC) Ir. Soekarno (1901-1970). Lumayan-lah untuk mengkomparasikan dan merefleksikan mengenai bursa pemilihan Presiden, beberapa arena Pilkada yang sebentar lagi segera meramaikan negeri ini.

Beberapa itemnya, antara lain sebagai berikut :

1. Komunikator publik

2. Kapasitas berorganisasi

3. Keterampilan berpolitik

4. Visioner

5. Kecerdasan emosi

6. Kemampuan kognitif

.

Komunikator publik, Pemberi jalan terang, Putra Sang Fajar, Ir. Sukarno (nama lahir Kusno Sosrodiharjo) dijuluki sebagai sang penyampai lidah rakyat, orator ulung yang mampu membius rakyat ketika menyampaikan gagasan-gagasannya. Luar biasa efektif, tak lekang oleh zaman sampai detik ini.

-

Kapasitas berorganisasi, dalam pengalamannya berorganisasi Ir. Sukarno memang tiada tandingannya. Menghimpun diri di saat muda, kucing-kucingan demi berserikat dibawah bayang-bayang “union busting” oleh kekuasaan saat itu.

-

Keterampilan berpolitik, sempat kita mengetahui gagasan politiknya : “Amerika kita setrika, Inggris kita linggis”, cukup menjadi referensi yang faktual kala itu. Disamping intrik politiknya mampu melumpuhkan dua bangsa besar untuk memerdekakan negeri ini, Hindia Belanda dan Jepang.

-

Visioner, memiliki kemampuan mengambil kebijakan secara umum (general) dan menyeluruh (komprehensif) tanpa pilih-pilih kebijakan berdasarkan kepentingan golongan semata-mata semisal atas dasar kepentingan parsial, partikular umpamanya kepentingan partai juga SARA. Visi beliau sejalan dengan misi (realisasi).

-

Kecerdasan emosi, Bung Karno tegas bukan seorang yang tak mencintai nilai-nilai yang hidup di masyarakat dengan membutuhkan kematangan emosinya. Boleh dilihat kemampuannya bernegosiasi, jangankan berdiplomasi formil dan elegan antar pemimpin-pemimpin bangsa dunia, wanita-wanita cantik pun dapat mencair selanjutnya jatuh hati berkat kemampuan beliau memainkan emosi pribadinya.

-

Kemampuan kognitif, berpengetahuan luas dan kreatif serta handal mengembangkannya secara faktual dan empiris. Latar belakang beliau sebagai darah seni dari seorang ibu Bali-nya, sanggup mengkombinasikan cakrawala keilmuannya dengan sentuhan kreatifitasnya, boleh dilihat tentang gagasan filosofis-estetis dalam arsitektur tata ruang kota Jakarta. Seperti, Gelora Bung Karno, Tugu Selamat Datang dan masih banyak lagi…atau beberapa singkatan-singkatan kreasinya seperti NASAKOM, MANIPOLUSDEK, Dll.

-

Menurut pribadi, rasio dan karisma… mutu terbaik milik Bung Karno.

*

Pada dasarnya tidak ada ada satu pun pemimpin yang sempurna, namun sedianya menakar mutu pemimpin bisa mewakili penilaian obyektif mengenai pencarian pemimpin berkarakter ideal yang mampu dijadikan suri teladan bagi rakyatnya (role models). Kemudian, bagaimanakah beberapa item di atas dikomparasikan kepada Bung Rhoma, Bang Deddy Miswar, Kang Dede Yusuf dan lain sebagainya? Relevan ataukah berbanding jauuuh, terserah…semua individu memiliki hak dipilih. Selamat menakar mutu pemimpin…

-

Arba, 21212

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Kapal Feri Karam, 300-an Siswa SMA Hilang …

Mas Wahyu | | 17 April 2014 | 05:31

Tawuran Pasca-UN, Katarsis Kebablasan …

Giri Lumakto | | 17 April 2014 | 09:09

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 4 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 5 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 5 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: