Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Muhammad Nurdin

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya selengkapnya

Dekrit Presiden Muhammad Mursi; Gebrakan Baru, Menuai Gejolak Baru

REP | 23 November 2012 | 14:13 Dibaca: 857   Komentar: 0   2

Baru saja Presiden Mesir,Muhammad Mursi berhasil menghentikan kebrutalan Zionis Israel  di Jalur Gaza dengan diterimanya usulan gencatan senjata Rabu 21 November 2012  sehingga peperangan antara Israel-Hamas berhasil dihentikan.Keberhasilan itu tentunya  semakin meningkatnya pengaruh Mesir di kawasan Timur Tengah,bersama Turki ,Qatar dan juga Republik Islam Iran.Sementara Arab Saudi dalam konflik  itu  kelihatannya tidak terdengan perannanya sama sekali,meskipun kerajaan wahabi itu snagat kaya dari segi finansialnya.

Terkait kebijakan kebijakan domistik Presiden Muhammad Mursi ,yang sangat keras sikapnya terhadap mantan pejabat-pejabat rejim  lama itu tentunya  akan mendapat berbagai kecaman dari mereka dan komuitasnya.Beberapa pejabat tinggi militer dicopotnya  terkait serangan kelompok bersenjata di Sinai yang menewaskan 16 serdadu perbatasan Mesir,bahkan termasuk Menhan Mesir Muhaamamad Husein Tantawi ,Komandan Polisi Militer,Komandan Intelijen ,Gubernur Sinai juga  dicopot karena dianggap lalai dalam tugasnya.

Kemudian dia juga memecat Jaksa Agung Abdel Muguid Mahmud seiring memerintah supaya mengadili ulang terhadap orang-orang yang melakukan berbagai aksi kekerasan terhadap para peserta aksi saat menggulingkan rejim Husni Mubaraq.Jaksa Agung sebelumnya sudah membebaskan semua aparat militer yang didakwa melancarkan aksi penyerangan,penculikan  terhadap para reformis Mesir ketika rejim Husni Mubaraq  masih berkuasa.

Dalam konteks  untuk memperkuat kekuasaannya,Muhammad Mursi mengeluarkan dekritnya Kamis 22 November 2012 yanag disambut hangat oleh para pendukungnya.Dekrit itu antara lain berbunyi” setiap keputusan Presiden tidak bisa diganggu gugat oleh institusi manapun ,termasuk lembaga peradilan”.Dekrit itu segera menimbulkan gejolak di kalangan oposisi termasuk Muhammad El Baradey dan Amr Mousa ,dan mereka mengatakan bahwa kita meruntuhkan rejim diktator bukalah untuk mendukung diktator yang baru.

Oleh  karena itu kelompok oposisi menyerukan kepada warga Mesir untuk melancarkan aksi unjuk rasa besar-besaran pada hari Jum’at 23 November 2012,karena tidak menghendaki munculnya  “Firaun baru”, ujar aktifis Wael Gonim.Namun demikian dalam menanggapi protes  oposisi jubir Presiden ,Yasser Ali mengatakan bahwa Presiden dapat mengeluarkan keputusan atau upaya apapun untuk melindungi revolusi, tuturnya dalam di jaringan TV nasional Mesir.

Kebijakan Presiden Muhammad Mursi seperti itu bisa dipahami,untuk memperkuat kekuasaannya dari rongrongan  mantan pejabat rejim Mubaraq. Karena  mereka masih  sangat kuat pengaruhnya yang sempat membubarkan parlemen hasil Pemilu,serta memangkas kekuasaan Presiden terhadap angkatan bersenjata, legislatif ,sehingga  waktu itu  kekuasaan Presiden terpasung.Untuk itulah Presiden Muhammad Mursi  kemudian mengeluarkan dekritnya ,untuk memperkuat kekuasaannya dalam konteks melindungi revolusi tersebut.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ke Mana Jati Jepara? …

Hany Jufri | | 26 January 2015 | 10:25

Jokowi dan Falsafah Jawa Ronggowarsito …

Daniel H.t. | | 26 January 2015 | 08:48

Belajar dan Uji Kemampuan Berbahasa Asing …

Ryan M. | | 26 January 2015 | 10:32

Kasian sama Selingkuhan Si Itu Tuh… …

Ifani | | 26 January 2015 | 08:20

[Video Promo] Selamat Datang di …

Kompasiana | | 09 January 2015 | 02:18


TRENDING ARTICLES

Tedjo Sindir Presiden Joko Widodo …

Muhammad Armand | 2 jam lalu

Durasi Pendek Jokowi (Bisa) Memperpanjang …

Pebriano Bagindo | 4 jam lalu

Jokowi vs PDI-P; Akankah Menghasilkan …

Ellen Maringka | 8 jam lalu

Inilah Lurah Cantik Sri Terlibat Dalam …

Edi Abdullah | 8 jam lalu

Jokowi Berkunjung ke Kudus, Tak Takut …

Masluh Jamil | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: