Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Tukang Oncom

ngapain susah-susah

Pak SBY dan Muhamadiyah

OPINI | 19 November 2012 | 09:49 Dibaca: 310   Komentar: 4   0

Dalam beberapa kesempatan acara yang diselenggarakan oleh ormas Muhamadiyah Pak SBY selalu berhalangan hadir seperti acara milad satu abad Muhamadiyah kemarin yang digelar di stadion GBK.

Memang acara tersebut waktunya berbarengan dengan agenda kunjungan Pak SBY yang sedang melawat ke luar negeri.  Pak Dien Syamsudin pun memaklumi ketidak hadiran Pak SBY tersebut karena momen waktu yang kurang tepat,  dengan bersikap husnudzon memang lebih baik.

Terlepas dari bentroknya jadwal acara Milad Muhamadiyah dengan agenda padat Pak Presiden yang sama-sama kita maklumi  namun ada saja timbul pertanyaan kenapa setiap acara Muhamdiyah beliau jarang menghadirinya. Berbeda sekali kalau acara yang digagas oleh ormas terbesar Nahdatul Ulama Pak Presiden selalu berkesempatan hadir, apa waktunya selalu pas.  Maaf ini hanya sekedar perbandingan saja karena kedua ormas islam terbesar ini  peranannya cukup strategis meskipun tanpa mengurangi respek terhadap ormas islam lainnya.

Mengkaji sikap kritis ketua PP Muhamdiyah Dien Syamsudin  selama ini terhadap pemerintah bersama kolega-koleganya sehingga timbul persepsi orang-orang  yang selalu mengaitkan berbagai peristiwa karena kekurang harmonisan tersebut.  Isu mutakhir masalah gugatan ke MK tentang BP migas tak lepas dari peran tokoh-tokoh Muhamadiyah bersama tokoh lainnya termasuk Pak Hasyim Muzadi.

Tak sedikit pula kalangan yang menilai kebijakan Pak Dien serta sikap kritisnya beraroma politis  karena ada tujuan tertentu. Pro dan kontra biasa, ada yang dukung sikap kritis Pak Dien dan ada pula yang mencibirnya sebagai pencitraan menuju hajat besar 2014.

Kita sebagai rakyat biasa hanya bisa berharap baik pemerintah ataupun ormas bisa bersinergi dan saling mendukung. Kalau tohpun ada kritikan yang konstruktif terima sajalah dengan legowo begitupun sebaliknya. Keharmonisan diantara tokoh-tokoh publik bisa dijadikan teladan bagi rakyatnya. Semoga acara Muhamadiyah ke depan bisa dihadiri oleh Pak Presiden. Aaamiiin…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 12 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: