Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rahmad Agus Koto

"Alam Terkembang Jadi Buku," dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan… Insyaallah… Belajar sampai nafas terakhir. Suka selengkapnya

Rhoma Irama Bersedia Menjadi Calon RI 1 dan Alasan Mendukungnya

OPINI | 13 November 2012 | 00:48 Dibaca: 1273   Komentar: 14   0

Hello Dear Kompasianers…

Isu pencalonan Rhoma Irama menjadi calon RI 1 Periode 2014-2019, sedang hangat-hangatnya dibicarakan ditengah-tengah masyarakat dan di berbagai media.

Ada yang mendukung dan sangat menginginkannya jadi presiden, terutama oleh fans beratnya, komunitas Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) dan Wasilah Silaturahim Asatidz Tokoh dan Ulama (Wasiat Ulama) (Kompas).

Ada juga yang tidak setuju dan bernada sinis menyangsikan pencalonannya, seperti kader Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang mengatakan untuk “mengukur” dirinya (Kompas), dan Kepala Humas DPP PKS Mardani Ali Sera yang menganggap Rhoma jauh dari bayangan PKS, PKS menginginkan pemimpin muda yang siap kerja dan inklusif (Detik).

Rhoma Irama Bersedia Menjadi Calon RI 1 Periode 2014-2019

Rhoma Irama pernah menolak dirinya dicalonkan pada pemilu yang lalu, namun untuk kali ini beliau menyatakan bersedia dicalonkan, karena prihatin dengan situasi bangsa saat ini,

Saya merasa kali ini ada panggilan dari dalam diri saya.”

Rhoma Irama - Tempo, Jakarta, Jumat, (9/11/2012).

Maka jika ada amanah dari para habib, ini saya anggap sebagai amanah dari Allah SWT. Kalau memang dukungan ini konkret, kalau ada parpol sebagai kendaraan politik dengan bismillaahirrahmaanirrahiim, saya siap jadi capres di Indonesia, pada tahun 2014.”

Rhoma Irama - Detik, Jakarta, Minggu (11/11/2012).

Sedangkan dalam menyikapi dukungan dari penggemarnya,


“Ini sebuah fenomena luar biasa,”

Rhoma Irama - Tempo, Jakarta, Jumat, (9/11/2012).

Hingga saat ini belum ada satupun parpol yang secara resmi mencalonkannya, beliau harus memiliki kendaraan politik, karena tidak adanya jalur independen untuk menjadi presiden. Namun, sepertinya PPP bersedia mencalonkannya.

M. Romahurmuzy, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengatakan kepada Kompas, bahwa Rhoma Irama adalah artis, dai tenar, dan terpuji sehingga soal popularitas tidak diragukan lagi. Ia mengaku bahwa secara institusi, PPP belum membicarakan soal pencalonan Rhoma sebagai calon presiden (capres). Namun, karena adanya dukungan banyak pihak agar Rhoma maju sebagai capres, PPP akan melakukan survei terlebih dulu untuk menakar elektabilitasnya.

Selain itu Rhoma memiliki sejarah tersendiri terkait dengan PPP.

Dalam perjalanan politiknya, Rhoma yang telah berkampanye untuk PPP sejak 1977 sempat sekian waktu meninggalkan PPP. Pada awal 1990-an, beliau memutuskan bergabung dengan Golkar, pernah terpilih menjadi anggota MPR mewakili utusan golongan pada 1992, dan pada Pemilu 2009, Rhoma kembali ke PPP (JPNN).

Alasan Mendukung Rhoma Irama Jadi Calon Presiden

Saya sendiri sangat mendukung beliau menjadi calon presiden kita, berikut beberapa alasannya:

  1. Secara hukum, Rhoma Irama memenuhi syarat berdasarkan UU RI No. 42 Tahun 2008 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI. Mungkin secara individual akan ada yang mempermasalahkan poin ke 9 mengenai perbuatan tercela dan poin ke 13 mengenai kesetiaannya kepada Pancasila dan UUD 45 ^_^
  2. Menjadi parameter untuk mengetahui karakter atau pola pikir politik rakyat Indonesia, dan bisa juga dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan dan perkembangan sistem demokrasi kita.
  3. Menjadi calon alternatif untuk mengimbangi calon yang itu ke itu juga, sebagai penyegar suasana pemilu nantinya.
  4. Untuk melihat reaksi parpol-parpol besar dan untuk mengetahui strategi-strategi mereka dalam menyikapi pencalonan Rhoma Irama.
  5. Untuk “menghebohkan” pemilu 2014, sehingga bisa meningkatkan perhatian rakyat kepada pemilu, dan kemungkinan besar juga bisa menurunkan jumlah golputers >,<
  6. Silahkan deh ditambahkan kalau masih ada hehehe…

Well Dear Readers…

Sekali lagi saya menegaskan kepada kawan-kawan bahwa saya sangat mendukung Rhoma Irama menjadi calon presiden kita, walaupun belum tentu saya memilihnya hehehe…

Salam Hangat dan Damai Sahabat Kompasianers ^_^

[-Rahmad Agus Koto-]

***

Persyaratan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden berdasarkan UU RI No. 42 Tahun 2008 (Depdagri-Doc):

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri.
  3. Tidak pernah mengkhianati negara, serta tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana berat lainnya.
  4. Mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
  5. Bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  6. Telah melaporkan kekayaannya kepada instansi yang berwenang memeriksa laporan kekayaan penyelenggara negara.
  7. Tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara.
  8. Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan.
  9. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela.
  10. Terdaftar sebagai Pemilih.
  11. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah melaksanakan kewajiban membayar pajak selama 5 (lima) tahun terakhir yang dibuktikan dengan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi.
  12. Belum pernah menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.
  13. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.
  14. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.
  15. Berusia sekurang-kurangnya 35 (tiga puluh lima) tahun.
  16. Berpendidikan paling rendah tamat Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
  17. Bukan bekas anggota organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia, termasuk organisasi massanya, atau bukan orang yang terlibat langsung dalam G.30.S/PKI.
  18. Memiliki visi, misi, dan program dalam melaksanakan pemerintahan negara Republik Indonesia.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Jebakan Betmen di Musium Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 13 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 13 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 14 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: