Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ismail Solichin

"…pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit, memberikan buahnya pada setiap musim selengkapnya

Rhoma Irama “Nyapres” ? Terlalu!

OPINI | 11 November 2012 | 17:09 Dibaca: 864   Komentar: 5   1

Seribu satu macam itu bidang pekerjaan. Dari jadi pengamen sampai jadi seorang presiden. Demikian sebagian lirik yang dinyanyikan Rhoma Irama. Rupanya lirik lagu itu menginspirasi dirinya, jangan hanya sekedar jadi “pengamen”, majulah jadi (calon) presiden.

” Kang, ada wacana (katanya) dari sebagian ulama dan juga para habib untuk mendorong Rhoma Irama maju menjadi capres.” kata mas Bambang

” Mungkin bagi mereka yang penting popularitas. Bang Haji kan populer, apa salahnya diajukan. Soal kapasitas dan kemampuan itu bisa ditaruh nomor 36.” sela pak Ramli

” Ya…namanya usaha. Dan ingat negeri kita negeri demokratis, siapa saja boleh dicalonkan dan mencalonkan. Yang penting punya modal untuk membiayai. Urusan jadi atau tidak, urusan belakangan. Urusan uang dibuang-buang hanya untuk urusan rebutan jabatan, itu nggak usah jadi beban.” kata kang Toha

” Tetapi kan orang mau nyapres harus ngukur diri, Kang. Buat apa nafsu besar tetapi dukungan kurang. Apa bung Rhoma nggak belajar dari kegagalan KH. Zainudin MZ. Maaf…kyai Zainudin disebut da’ i sejuta umat, popularitasnya luar biasa, tetapi beliau gagal untuk jadi anggota DPR melalui partai Bintang Reformasi.” ucap pak Ramil

Cukup jadi

” Kalau boleh saya usul dari pada buang-buang duit hanya untuk jabatan presiden dan itu belum tentu jadi. Mendingan duitnya buat menolong umat yang kesulitan dalam pendidikan maupun kesehatan. Ini sepertinya lebih bermanfaat. Toh bang Haji sudah jadi presiden di kalangan “Republik Dangdut Indonesia”. ” ujar kang Toha

” Sepertinya sebagian ulama Islam sedang kehilangan kepercayaan diri atau kehilangan kepercayaan terhadap politisi-politisi muslim. Jadi presiden yang penting popularitas…sudah majuin saja bang Rhoma. Padahal nggak segampang itu. Orang populer belum tentu diterima, mungkin bang Rhoma bisa diterima sebagai penyanyi dangdut, tetapi untuk presiden ? Orang kampung kayak saya juga mikir-mikir milih bang Rhoma.” ujar pak Ramli

” Padahal sebagai penyannyi, sebagai pengamen bang haji sudah bisa melakukan banyak hal. Kritik tajamnya melalui lagu banyak memberi inspirasi kaum muda. Bagi-bagi peranlah…jika bang haji istiqomah dengan dakwahnya, sungguh banyak hal yang bisa dikerjakan. Ini bukan berarti saya merendahkan kemampuan bang haji. Toch menurut ¬†ajaran Nabi, orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Bang haji telah memberi kemanfaatan sebagai seorang penyanyi yang bisa berdakmah melalui lagu-lagunya dan juga meng-inspirasi banyak orang. Jadi…sudahlah bang haji jangan “diojok-ojok” untuk nyalon jadi presiden ! Sungguh…T E R L A L U.” ujar kang Toha

sumber gambar: abahayats.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pesona Pasar Legi Kotagede: Kerukunan …

Sulfiza Ariska | | 19 December 2014 | 17:43

Jangan Mau Mengajar Mahasiswa …

Giri Lumakto | | 20 December 2014 | 00:33

(Maaf) Ngupil Pun Ada Etikanya …

Find Leilla | | 19 December 2014 | 14:04

Sang Penabuh Kabar …

Muhammad Armand | | 19 December 2014 | 10:18

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Mau Lihat Orang Jepang Antri Bensin? …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 10 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Media Online, “Pelahap Isu Hoax” …

Ajinatha | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: