Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Abah Pitung

Pengamat Politik & Sosial Ekonomi Tingkat bawah sadar.

Calonkan Figur Yang Benar-Baik Bukan Yang Kotor

OPINI | 09 November 2012 | 16:34 Dibaca: 167   Komentar: 2   0

Saya sangat resah serta miris membaca beberapa artikel akhir-akhir ini yang mencalonkan beberapa figur tokoh terkenal menjadi calon Presiden RI (Capres) untuk 2014 kedepan. Saya menilai beberapa figur yang dicalonkan itu adalah tokoh yang telah kotor serta cacat dimasa lalunya.

Sampai saat ini semua yang telah dicalonkan serta diekspose untuk Capres RI mendatang tidak ada yang bisa diterima sebagian besar  rakyat di NKRI ini. Coba perhatikan, ada beberapa Capres yang sudah mulai kampanye besar-besaran padahal itu terlarang secara ketentuan, apalagi secara sopan-santun. Kalau pada masa pengenalan saja figur capres ini sudah berani melanggar ketentuan yang berlaku, bagaimana pula jika orang ini menjadi Presiden terpilih kelak ? Tidakkah dia akan menjadi sosok Presiden yang gemar melanggar UU dan  mengabaikan aspirasi rakyat ?

Ada pula yang mencalonkan artis termasuk raja dangdut, padahal dia adalah seorang yang sangat mudah diperkuda oleh seorang yang gagal jadi Gubernur DKI Jakarta serta pernyataan dia yang menista Jokowi pada saat itu tidak terbukti dan akhirnya dia malah tidak minta maaf kepada keluarga yang dia nistakan secara langsung. Belum lagi beberapa kasus wanita dimasa lalunya. Saya berharap, semua kelompok simpul massa hendaknya berhitung dan berpikir beberapa kali untuk mencalonkan capres sehingga capres yang diusulkan bisa masuk dalam katagori bisa diterima oleh para pemilih nantinya. Janganlah membuang waktu pada saat ini, dimana kita rakyat Indonesia sudah sangat terpuruk ekonominya serta kemiskinan nyata yang terjadi dalam kehidupan rakyat NKRI semakin membesar saja. Begitu juga kepada para Partai, usulkanlah figur yang bersih, berani, tidak akan menjadi antek asing apalagi jadi kacung asing, memiliki nasionalime yang tinggi, cinta kepada rakyat, pintar memimpin dan tidak  seperti yang telah terjadi kini (pihak asing banyak menguasai aktifisasi produktif penting dan strategis Indonesia).

Penulis berharap kedepan dan begitu juga dalam pemilihan Cagub, Cabub dibeberapa daerah. Janganlah terpilih lagi orang yang akan menjadi calon kuat manipulator didaerah dan jangan pula pilih Capres yang juga akan menjadi calon kuat manipulator keuangan NKRI.

Penulis sangat berharap dan sangat setuju atas usulan dari beberapa penulis di Kompasiana ini, bahwa jika Indonesia ingin maju kedepan, maka calon itu tidak akan didapat dari kader semua Partai yang eksis di Indonesia kini, akan tetapi calon pemimpin besar itu ada diluar Partai dan orang ini tidak akan mau mencalonkan dirinya, akan tetapi dia memerlukan pelamaran dari beberapa tokoh terpercaya di Indonesia untuk menjadi Presiden RI pada 2014 mendatang. (Abah Pitung)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: