Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Syaifud Adidharta

Hidup Ini Hanya Satu Kali. Bisakah Kita Hidup Berbuat Indah Untuk Semua ?

Ahok Calon Presiden RI 2014 Dari Partai NasDem (?)

OPINI | 09 November 2012 | 19:24 Dibaca: 3469   Komentar: 0   1

1352462208611080632

Basuki T Purnama (Ahok) benarkah bakal calon Presiden RI 2014 menurut kabar angin akan di teropong oleh Partai NasDem dalam lawatan Partai NasDem ke Balaikota DKI Jakarta. (photo: pizap.com)

Pemilu Nasional 2014 di Indonesia mendekati waktu kurang lebih dua tahun lagi akan terselenggara. Hampir semua partai besar maupun partai kecil yang memiliki perwakilannya di DPR Pusat maupun di DPRD setiap provinsi di Indonesia sudah ancang-ancang menyusun strategi dan progres untuk menuju kemenangannya di pemilu Nasional 2014 mendatang. Baik persiapan pencapaian untuk Pilpres maupun untuk pencapaian perolehan kursi di DPR Pusat dan Daerah.

Seperti partai Golkar sudah menyiapkan jagoannya untuk dipertaruhkan siap bersaing dalam Pilpre 2014 mendatang, selain itu partai Golkar juga sudah jauh-jauh hari melakukan pembinaan dan pemantapan kepada para kadernya siap untuk diusung untuk bisa menduduki kursi DPR Pusat dan DPR Daerah pada Pemilu Nasional 2014. Ya seperti banyak diberitakan mass media, Aburizal Bakrie yang akarab dipanggil Ical siap lahir batin menjadi bakal calon presiden dari partai Golkan.

Sementara itu dari partai Demokrat berandai-andai untuk sementara bakal calon Pilpresnya adalah Marzuki Alie, dan Marzuki Alie sendiri sekarang menjabat Ketua DPR RI dari fraksi partai Demokrat. Akan tetapi sepertinya hal itu belum menjadi sebuah tekat bulat dari semua pimpinan daerah partai Demokrat yang ada. Karena masih bisa berubah dratis keadaannya, sebab Istri sang presiden RI yang sekarang (Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono),   Ibu Ani Yudhoyono bisa dicalonkan bakal calon presiden dari partai Demokrat itu sendiri oleh sebagian banyak dukungan dari setiap pimpinan daerah partai Demokrat di seluruh Indonesia.

Dengan demikian bakal menjadi sebuah drama yang seru perjalanan dan pelaksanaan Pilpres maupun Pemilu Nasional 2014 mendatang bila kita sekilas memperhatikan peta politik partai-partai yang ada sekarang. Akan tetapi masih ada cerita lain di luar kekuatan peta politik partai-partai yang berkuasa sekarang. Kekuatan peta politik di luar partai-partai yang berkuasa sekarang adalah kekuatan peta politik dari partai-partai yang baru berdiri, partai-partai baru yang sudah dinyatakan resmi bisa mengikuti Pemilu Nasional 2014 mendatang oleh KPU Nasional.

Partai NasDem (Partai Nasional Demokrat) sendiri sepertinya sudah siap untuk berlari kencang mengikuti Pemilu Nasional 2014, termasuk pula siap untuk mengusung bakal calon presidennya mendatang dari NasDem. Partai NasDem didirikan oleh seorang pengusaha mass media nasional terbesar di Indonesia, yaitu Surya Paloh. Dan Surya Paloh sendiri sebelumnya adalah kader partai Golkar yang tersingkir karena kalah bersaing dengan Aburizal Bakrie dalam perebutan kursi ketua umum Partai Golkar.

Partai NasDem dalam menyambut dan keikutsertaannya pada Pilpres dan Pemilu Nasional 2014 mendatang, partai NasDem diam-diam melirik kepawaian sang negarawan kondang di negara ini. Ya siapa lagi kalau bukan Mantan wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK). JK rupanya siap di gadang-gadang untuk menjadi bakal calon presiden dari NasDem. Namun tidak sampai disitu partai NasDem menggadang-gadang calon presidennya, rupanya partai NasDem juga ancang-ancang membuat bakal calon presidennya alternatif, yaitu Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso.

1352463620489939078

Tiga tokoh kuat dalam bursa bakal calon presiden RI 2014 yang juga menjadi selektif ketat dari Partai NasDen untuk NasDem. Ketiganya memilki pangsa yang kuat di dalam pilihan Partai NasDem. (ilustrasi photo: Syaifud Adidharta)

Partai NasDem sudah mengantongi dua orang berkompeten siap untuk bisa menjadi pilihan tepatnya untuk diselektif menjadi bakal calon presiden dari partai NasDem pada Pilpres dan Pemilu Nasional 2014. Akan tetapi rupanya partai NasDem masih merasa kurang cukup untuk mengantongi dua nama jagoan kuatnya tersebut.

Partai NasDem rupanya berupaya akan menerobos dan masuk ke dalam pilihan tambahannya yang lain untuk bisa menjadi tambahan perbendaharaan orang-orang yang bakal pantas menjadi bakal calon presiden tetap dari partai NasDem.

Dan tidak tanggung-tanggung partai NasDem meneropong langsung tertuju kepada dua orang kuat di Ibukota Negara, yang saat ini tengah memimpin provinsi DKI Jakarta, ya siapa lagi kalau bukan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Akan tetapi Ahok sepertinya juga bakal kuat menjadi bursa calon presiden dari partai NasDem. Karena Ahok bersama Jokowi telah berhasil menarik simpatik penuh warga DKI Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, yang akhirnya mengantarakan keduanya bisa menduduki kursi kepercayaan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Betulkah partai NasDem memandangnya demikian terhadap Ahok atau Jokowi ???.

Rupanya kabar tersebut bukanlah kabar burung yang tersebar luas di publik. Benar partai NasDem telah melakukan kunjungannya ke Balaikota tempat Ahok berkantor pada hari Jum’at, 9 November 2012 dini hari.

Benarkah Ahok atau Jokowi bakal diusung partai NasDem menjadi  bakal calon presiden berikutnya dari partai NasDem selain JK dan Priyo Budi Santoso ?. Atau Ahok sendiri yang bakal menjadi pilihan tunggal partai NasDem, bukan Jokowi ?. Pasalanya Jokowi sendiri merupakan salah satu kader potensial dari PDI-P. Bisa kemungkina PDI-P tidak rela bila Jokowi beralih ke rumah yang lain, partai NasDem..

Bila benar adanya Ahok bakal terseleksi ke dalam partai NasDem sebagai bakal calon presiden yang diusung partai NasDem pada Pilpres dan Pemilu Nasional 2014 mendatang, Ahok bisa kemungkinan akan bertambah pamornya dikalangan keturunan etnis Tionghoa di Indonesia. Selain itu satu-satunya warga keturunan etnis Tionghoa yang bisa menjadi calon presiden mendatang.. Kita tunggu tanggal mainnya…

Kehadiran Ahok yang berandai-andai masuk ke bursa bakal calon presiden RI dari partai NasDem, Ahok bisa besar kemungkinan harus menghadapi saingan berat dari bakal calon presiden lainnya yang menjadi selektif ketat partai NasDem, yaitu JK dan Priyo Budi Santoso. Selain itu Ahok juga harus siapkan diri untuk bisa pula melewati saingan lainnya yang menjadi kekuatan di partai NasDem, dia adalah Hary Tanoesoedibjo.

Hary Tanoesoedibjo sendiri pernah dengan tegas menyatakan dirinya untuk siap masuk ke bursa bakal calon presiden RI dari partai NasDem. Sementara itu Hary Tanoe di dalam kepengurusan partai NasDem menjabat Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem.

Memang benar di era demokrasi yang berjalan di Indonesia saat ini semenjak bergulirnya Reformasi, Warga Negara Indonesia yang memiliki keturunan etnis dari Tionghoa, Arab dan lain sebagainya memiliki peluang bisa menjadi Presiden maupun Wakil Presiden RI, selama yang bersangkutan benar memilki status kuat sebagai warga Negara Indonesia (WNI) yang disahkan oleh UUD45 dan Undang-undang negara lainnya yang berlaku. Selain itu yang bersangkutan juga memiliki akhlak dan akhidah agama yang kuat, dan tidak memiliki sifat dan perwatakan yang gemar memciptakan SARA untuk bangsa dan negara Indonesia ini.

Untuk Ahok sendiri besar kemungkinan tidak mempermasalahkan status keetnisannya yang memiliki keturunan etnis Tionghoa, karena dirinya sudah 100 persen untuk Indonesia, bukan untuk golongannya atau kelompoknya sendiri. Namun buat Ahok harus bersiap mental dan modal lainnya untuk bisa bersaing masuk ke bursa bakal calon presiden RI dari partai NasDem nantinya. Ahok tidak hanya menghadapi persaingan selektif dengan JK atau Priyo Budi Santoso, akan tetapi Ahok juga harus menghadapi  Hary Tanoesoedibjo yang menjadi bayangan ketat dalam selektif bursa bakal calon presiden RI di dalam tubuh partai NasDem.

Sementara itu kabar kunjungan partai NasDem ke Balaikota yang terjadi pada Jum’at, 9 November 2012 dini hari, melalui Ketua DPW DKI Partai NasDem, Armyn Gultom, mengatakan pertemuan tersebut hanya untuk menyampaikan usulan Partai NasDem mengenai program bagi warga DKI Jakarta. Armyn Gultom  membantah kunjungan Partai Nasdem ke Balaikota untuk membahas kepentingan Pilpres dan Pemilu Nasional 2014 mendatang.

Selain itu kedatangan pengurus partai NasDem juga ingin menyampaikan saran dan rekomendasi untuk pembangunan DKI Jakarta. Dan pertemuan hanya berlangsung selama 45 menit. Pertemuan juga membahas mengenai kemungkinan adanya kebocoran APBD DKI Jakarta. Sebab selama ini belum ada sistem pengawasan online. Maka dengan sistem online, jika selama ini ada penyelewengan dalam pajak maka akan ketahuan. Nantinya, orang yang akan makan dan minum yang dikenai pajak akan langsung otomatis masuk kas daerah.

*****

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Peran Kita untuk Menghindari Jebakan Negara …

Apung Sumengkar | | 01 August 2014 | 15:26

Tunjangan Profesi Membunuh Hati Nurani …

Luluk Ismawati | | 01 August 2014 | 14:01

Empat Cincin Jantungnya Masuk Lewat Pembuluh …

Posma Siahaan | | 01 August 2014 | 13:46

B29: Medan Ekstrim Intip Keindahan Bromo …

Teguh Hariawan | | 01 August 2014 | 08:09

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Kader PKS, Mari Belajar Bersama.. …

Sigit Kamseno | 13 jam lalu

Kalah Tanpo Wirang, Menang Tanpo Ngasorake …

Putra Rifandi | 14 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: