Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rahasia Dibalik Baju Kotak-kotak

REP | 06 November 2012 | 00:34 Dibaca: 1159   Komentar: 0   1

Masing ingat dengan baju kotak-kotak? Ya, baju dengan motif kotak-kotak yang dipopulerkan oleh Tim Sukses Jokowi-Ahok pada waktu Pilkada DKI beberapa waktu lalu sepertinya sudah menjadi “ikon” PDI Perjuangan. Pada Pilkada Kota Tanjung Pinang 31 Oktober 2012 lalu PDI perjuangan yang mengusung Lis Darmansyah - Syahrul yang kemudian juga memenangkan Pilkada tersebut Tim suksesnya juga menggunakan baju kotak-kotak ala Jokowi-Ahok.

(Foto. Baju Kotak-kotak Ala Jokowi-Ahok/ sumber: antaranews.com)

(Foto. Lis Darmansyah bersama bunda dan pendukunya/sumber. Tanjungpinangpos.co.id)

Lalu apa keterkaitan keduanya? Mengutip Tanjung Pinang Pos, sebagaimana  diutarakan oleh anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Rhere Cantika yang turun ke Tanjungpinang memantau pelaksanaan Pilwako Tanjungpinang berjanji akan menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta terpilih, Jokowi untuk hadir dalam pelantikan Lis – Syahrul.  Nah, pernyataan ini sepertinya mengindikasikan bahwa ada rahasia dibalik “baju kotak-kotak” sehingga Gubernur DKI terpilih yang sebelumnya mempopulerkan baju ini juga akan diundang ke Tanjung Pinang pada pelantikan januari nanti.

Menurut rumor yang beredar dari beberapa masyarakat bahwa ada “Tuah” tersendiri dibalik baju kotak-kotak ini .  Bahkan ada yang membikin isu provokativ bahwa baju kotak-kotak adalah simbol dari zionis. Gerakan Zionis indonesia menurut mereka masuk melalui partai PDI Perjuangan kemudian memperalat jokowi dengan menyandingkannya dengan kaki tangan yahudi atau Freemason. Menurut mereka misi itu sudah sukses di Solo, dimana wakil Jokowi dulu FX Rudyatmo yang beragama kristen akhirnya sekarang menjadi Walikota Solo dan dicurigai kepemimpinan Jakartapun akan dilepas ke Ahok yang juga beragama kristen dengan memajukan Jokowi pada pemilu 2014 mendatang.

Penulis menilai janganlah kita terpedaya dengan isu-isu seperti ini.  Waspada perlu tapi jangan mencederai logika dan hati nurani kita.  Penulis meyakini motif baju kotak-kotak ini terinspirasi dari baju adat Bali yang merupakan tanah leluhur ibunda Sukarno atau nenek Megawati yaitu  Ida Ayu Nyoman Rai yang berasal dari Buleleng, Bali. Kemudian PDI perjuangan mempupolerkan baju ini untuk setiap kepala daerah yang diusungnya seperti Jokowi-Ahok di DKI jakrata, Lis Darmansyah -Syahrul di Tg Pinang, dan mungkin menyusul pilkada berikutnya di daerah lain.

Jokowi sendiri juga sudah menjelaskan ketika seorang wartawan bertanya tentang baju ‘kotak-kotak’nya, Jokowi menjawab kurang lebih sebagai berikut, bahwa kotak-kotak menunjukkan keragaman hidup masyarakat Indonesia. Sebagaimana lazimnya, Jokowi yang berbicara sederhana dan yang penting-penting saja tidak menerangkan lebih jauh apa maksud jawabnya. Penulis mereka-reka yang dimaksudkan beliau dengan kotak-kotak itu bisa saja etnis, agama, ras, dan suku atau yang dikenal dengan kotak-kotak SARA (Suku, Agama dan Ras). Meskipun demikian, ketika semua kotak-kotak itu dipasangkan, dikaitkan satu sama lain maka akan membentuk sebuah motif yang indah dan berdaya guna.

Jokowi telah menerjemahkan filosofi Bhineka Tunggal Ika dengan bahasa visual sederhana dan kontemporer yaitu ‘kotak-kotak’.  Cukup itu saya yang kita percayai. Tidaklah perlu mengkait-kaitkan dengan hal-hal yang tidak penting seperti freemason, zionis, kristenisasi dan lain sebagainya. Indonesia adalah satu. Milik Kita semua. Salam…!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Ogah Ditinggal Relawan …

Nurul | | 23 August 2014 | 17:17

Badan Pegal di Raja Ampat, Sentuh Saja …

Dhanang Dhave | | 23 August 2014 | 12:10

Gebrakan Trio Jokowi-AHOK-Abraham Samad = …

Den Bhaghoese | | 23 August 2014 | 11:37

“Pah, Sekarang Mamah Lebih Melek Politik …

Djoel | | 23 August 2014 | 18:00

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dilema Makan Nasi Dalam Bakul …

Giri Lumakto | 2 jam lalu

“Ahok Si Macan Putih dari …

Pakfigo Saja | 3 jam lalu

Kacaunya Pagelaran Ulang Tahun RCTI ke-25 …

Samandayu | 3 jam lalu

Febriana Wanita Indonesia Jadi Bintang dalam …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Pilpres: Beda Prabowo & Megawati …

Mania Telo | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: