Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Bung Kusan

Penyuka jalan-jalan, sejarah, dan budaya - penikmat kuliner, buku, dan transportasi umum - pemerhati tv, selengkapnya

Densus 88 Menyebar Fitnah Lagi?

REP | 28 October 2012 | 21:45 Dibaca: 807   Komentar: 0   1

Untuk kesekian kali, guna menutupi ketidakmampuan menangani keamanan di tanah air, Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali mendeskrititkan sebuah kelompok dengan sebutan teroris. Setidaknya hal ini tergambar dari pernyataan resmi Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius. Dalam jumpa pers, Sabtu (27/10) lalu, Suhardi menyatakan, sebelas orang yang ditangkap diduga teroris yang tergabung dalam kelompok Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Indonesia (Hasmi).

Pernyataan Suhadi yang mawakili Densus 88 tersebut kontan membuat Ketua Dewan Pimpinan Pusat Hasmi, Muhammad Sarbini, protes. Ia bersama beberapa anggota Hasmi dari Pengurus Pusat akan mendatangi Mabes Polri besok Senin, 29 Oktober 2012 sekitar pukul 13:00 WIB. Mereka akan meminta penjelasan dari pihak Polri, serta memberi klarifikasi terkait organisasi teroris yang dituduhkan pada Hasmi.

Merasa didzolimi, sore tadi, tepatnya pukul 18:45 WIB, Hasmi sempat melakukan klarifikasi terkait fitnah pemberitaan teroris di acara Kabar Petang (tvOne). Dalam telewicara-nya dengan Anchor tvOne, anggota Pengurus Pusat Hasmi, Syaefudin, mengklarifikasi nama Hasmi tidak berkaitan erat dan tidak sama dengan organisasi yang dituduhkan pada Hasmi.

Kami tidak mengenal 11 nama yang ditangkap dan diduga sebagai teroris itu,” ujar Syaefudin, menjawab Anchor tvOne yang menayakan prihal tentang keterlibatan 11 nama di organisasi versi Hasmi. “Ketua Hasmi kami jelas, DR. Muhammad Sarbini, bukan Abu Hanifah yang dituduhkan Polri.

Bersamaan dengan itu, Dewan Pimpunan Pusar (DPP) Hasmi sempat mengeluarkan press release yang disebarkan ke seluruh wartawan di tanah air. Berikut press release-nya.

Terkait pemberitaan yg dimuat di media elektronik pd hari sabtu (27/10/2012) Terkait dg pemberitaan press realease MABES POLRI tentang adanya kelompok terror baru yg mengatas namakan Harakah Sunni Untuk Masyarakat Indonesia (HASMI) yg terkait jaringan teroris, maka dg ini kami dari ormas resmi HASMI (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) BUKAN YANG DIMAKSUDKAN OLEH PEMBERITAAN TERSEBUT yang memiliki kemiripan nama dengan yg disebutkan Mabes Polri perlu memberikan penjelasan :

1. Bahwa kami adalah ormas Islam resmi yg terdaftar di Kemendagri Dirjen Kesbangpol dengan Nomor 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak tahun 2005 yang berdomisili di jalan Raya Cimanglid Gang Purnama RT05/RW01 Sukamantri Tamansari Bogor, bergerak dalam bidang dakwah umum, sosial dan pendidikan.

2. Kami atas nama DPP HASMI (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) menegaskan bahwa nama organisasi HASMI sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan oleh media elektronik sama sekali bukan organisasi kami.

3. Bahwa kami adalah ormas islam yang berkonsentrasi pd dakwah umum dan pendidikan resmi dan dalam kegiatan dan syiarnya senantiasa mengajak untuk berdakwah dengan cara damai dan anti kekerasan.

4. Bila ada masyarakat yang ingin mendapatkan kejelasan bisa mengakses website kami di alamat www.hasmi.org atau menghubungi nomor telepon kami di 0251 838 9788 dan 0813 8026 1991.

5. Kepada anggota dan simpatisan HASMI agar tetap tenang dan bertindak proporsional dalam menyikapi berita ini.

6. Kepada pihak media, kami harapkan bisa menjalankan kode etik pers dengan memberikan pemberitaan secara berimbang dan adil.

7. Kami terbuka untuk diwawancarai dan diminta keterangan tentang pemberitaan tersebut oleh pihak manapun.

Demikian penjelasan kami, mudah-mudahan bisa dipahami oleh semua pihak dan masyarakat dan semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberkahi kita semua.

Bogor, 27 Oktober 2012
DR. Muhammad Sarbini, M.H.I.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: