Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hantu Pena

sedang mencari jati diri

Melihat sepak terjang Jokowi - Ahok

REP | 24 October 2012 | 20:19 Dibaca: 3890   Komentar: 0   0

Menarik juga mengamati sepak terjang Jokowi-Ahok sebagai pasangan gubernur dan wakir
gubernur DKI yang baru. Jokowi melakukan sidak di beberapa kecamatan dan desa. Di beberapa media menayangkan dalam kunjungan tersebut Jokowi menemukan kepala desa dan camat tak berada di tempat saat Jokowi tiba. Jokowi pun bilang ” bagus, baguskan, kepala desa tak ada, camat juga tak ada, itukan bagus ” dan para awak mediapun tertawa.
Tak kalah menarik melihat sepak terjang Ahok yang menemui para buruh yang berdemo bahkan ikut berorasi, dan menerima 20 perwakilan buruh.

Dalam dialog tersebut Pria yang akrab disapa Ahok
itu, menerima perwakilan 20
buruh di ruang kerjanya dan
langsung dikonfrontir dengan
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Kadisnakertrans)
DKI Jakarta, Deded Sukendar.
Ahok langsung mendengarkan pemaparan dan tuntutan dari para buruh yang meminta
kenaikan UMP hingga mencapai Rp2,799.000 pada 2013 mendatang. Selama ini penghitungan yang
dilakukan oleh Disnakertrans DKI Jakarta adalah dengan
menggunakan rata-rata penghitungan survei KHL dari bulan Februari hingga Oktober 2012.

Sementara yang seharusnya, seperti yang dipaparkan Muhammad Rusdi, Sekretaris Jendral Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), adalah penghitungan tersebut ditambahkan dengan proyeksi inflasi tahun depan yaitu sekitar 3,5 persen. Rusdi menduga adanya salah penghitungan ini disebabkan adanya mafia upah murah dari beberapa oknum di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta. Mendengar pemaparan tersebut, Ahok langsung memerintahkan Disnakertrans untuk merubah penghitungan survey KHL tersebut.
“Kenapa kita tidak menggunakan penghitungan dengan menggunakan Keputusan Menteri yang terakhir saja. Tidak usah dirata-
rata, langsung gunakan KHL untuk penghitungan akhir bulan terakhir, bisa kan Pak,”
ujar Ahok kepada Deded.

Mendengar perintah tersebut, Deded hanya menjawab dengan lirih, “ Nanti kita kaji
Pak” katanya
Ahok pun kembali tegas dengan menjawab,
“ Anda mau kaji dengan siapa lagi? Atasan Anda kan saya. Kalau Anda macam-macam anda saya pecat.” ujar Ahok meskia demikian Ahok juga mengatakan bahwa upah tuntutan para buruh terlalu besar. apabila menggunakan penghitungan yang baru tersebut. “Tetap saja penghitungan yang baru ini tidak akan mencapai angka Rp2,7 juta. Itu terlalu besar. Kalau dari komponen pengusaha kan tetap ada penghitungan untuk NPWP dan pajak,” jelasnya. Atas hal tersebut, Rusdi pun akhirnya melunak dengan menyepakati perubahan angka yang akan diperjuangkan oleh Wagub DKI Jakarta ini selama mencapai angka di atas Rp 2 juta atau lebih tinggi dari salah satu daerah penyangga, Bekasi.

Sementara Jokowi juga mengunjungi beberapa pasar, dan mendengarkan keluh kesah para pedagang pasar, dan di beberapa media elektronik beliau mengatakan lapak untuk pedagang di buat semurah murahnya bila perlu gratis. Selamat bekerja pak Jokowi - Ahok Semoga anda benar benar bisa mewujudkan harapan warga Jakarta.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ignatius Jonan Akan Menjadi Menteri? …

Daus | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 3 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 3 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Berbagi Cerita Wisata, Menggali Potensi Kota …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Lima Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia …

Utiket | 7 jam lalu

My Idiot Brother: Kalah dengan Saudaranya …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Cita-cita? Jadi anggota DPR! …

Diana Santi | 8 jam lalu

Pak Tua, Sudahlah… …

Selsa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: