Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Badrus Toing

mengisi otak dengan hal positif

kebijakan jokowi, BIJAK!

OPINI | 23 October 2012 | 23:30 Dibaca: 2149   Komentar: 6   1

bijak!, ya… itulah kata yang terfikirkan pertama kali ketika membaca berita setelah jokowi menjadi gubernur DKI, bagaimana tidak, ketika beberapa bulan lalu jokowi masih bertarung memperebutkan gelar DKI-1 sampai detik ini, berita seputar jokowi selalu jadi santapan media untuk diberitakan, hal yang unik adalah dimana dari hari pertama sampai setik ini media tak henti-hentinya mengikuti setiap gerak jokowi, dan sampaoi detik ini berita seputar jokowi masih terdengar manis, ya karna memang yang di lakukan hal yang positif, bukan tentang skandal atau blunder kata-kata, bukan pula tentang emosi yang “kelepasan”.

kembali ke judul, sampai sejauh ini 1 minggu lebih jakarta di pimpin jokowi, sejumlah gebrakan telah dilakukan,dan sejauh ini gebrakan itu mungkin merupakan hal yang berani dan sangat-sangat memihak rakyat, hal yang positif tentunya ditengah ketidak percayaan masyarakat tdengan pemimpinnya, dari tingkat presiden sampai tinbgkat terrendah dalam struktur pemerintah.sampai hari ke 8 ini banyak sekali pemberitaan tentang gebrakan jokowi, bijak! ya, sampai hari ke 8 ini langkah jokowi memang bijak, saya tidak mau membahas semuanya, hanya beberapa bagian saja, diantaranya :

- dalam mengusulkan kampung deret baik di samping rel maupun di bantaran sungai, jokowi terlebih dahulu mendiskusikan dengan instansi terkait, mulai dari dahlan iskan sampai kementrian lain beliau mendiskusikan masalh ini, hemat saya, hal ini bertujuan untuk mencari dukungan dari kementrian dan lembaga -lembaga terkjain, juga merumuskan konsep tersebut agar tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku, mengkoordinasikan dengan staf-stafnya, disinilah terlihat kekompakan jokowi dengan wakilnya, pembagian tugas dilakukan dengan pas, setelah hal tersebut lumayan matang, maka yang dilakukan jokowi adalah menanyakan pada warga yang bersangkutan yang berada dipinggir rel dan di bantaran sungai, sebagus apapun konsepnya, keputusan ada ditangan warga, ya, begitulah bijaksanananya jokowi, sehingga seberapa cape dan susahnya konsep itu dibuat, yang menjadi objek konsepnya dia lah yang menentukan, wlwlpun melihat katrakter jokowi yang pantang menyerah, andaikan warga menolah, jokowi masih punya jurus lainnya, ya, sebuah jurus sederhana yang dia lakukan semasa di solo dahulu….. pendekatan sosial…… lagi-lagi sampai disini saya berfikir…. btapa bijaknya jokowi

-dalam mengatasi kemacetan, jokowi tidak menyerah, atau bekerja sendiri, langkah baru-baru ini jokowi “soan” ke polda metrojaya untuk membahas masalah ini, sudah dapat ditebak, langkah yang paling mudah mengatasi kemacetan adalah membahas peraturan dengan yang “berwenag” dijalan raya, polisi, langkahnya sepakat meninggikan pembatas jalur busway patut diacungi jempol, bukankah baru-baru ini ada korban yang juga terjadi amuk masa terhadap bis trans jakarta, dimana korbannya anak kecil, belum lagi korban-korban sebelumnya, menurut saya keputusan ini keputusan terbijak saat ini yang mendesak untuk segera di eksekusi. mengenai MRT, sampai saat ini jokowi terus menggodok masalah ini, tidak ketinggalan ahok juga. dan yang pasti, ditangan jokowi MRT tampaknya tinggal menunggu waktu untuk segera di realisasikan, pun dengan monorail, dimana setahun yang lalu saya sempat membaca bahwa foke akan mengganti monorail dengan jalur bus layang, hal ini tampaknya tinggal menunggu di eksekusi, karna apa? ya blueprint nya memang seperti itu, kalo tidak jokowi, siapa lagi kelak? dan pastilah jokowi tidak “sebodoh” itu untuk menelan ludah sendiri mengenai MRT dan  monorail, 3 lagi koridor buswai, ah itu menurut saya hal yang mudah ditangan jokowi, bahkan dengan konsepnya transportasi yang terintegrasi dengan daerah sekitar, jokowi pun sempat meninjau terminal, mengecek kondisi bis-bis yang ada, jokowi tampaknya sedang mengumpulkan sejumalah masalah untuk dirumuskan sesuai kebijakan yang pernah di janjikannya.

- hal yang lucu tentu ketika jokowi meninjau sejumalah daerah di jakarta, mulai dari hal yang kecil seperti selokan tak luput dari perhatian beliau, dan bukan sekedar retorika, karna jokowi secara tidak langsung menegur warga dan RT RW nya untuk memperhatikan masalah tersebut jika mau sungai di keruk, ya…. sebuah pengingat yang bijak, karna jokowi pastinya tidak mau bekerja tanpa ada dukungan warga,,,, sangan berbeda dengan pemimpin sebelumnya yang “semau gue”. jangan lupakan inspeksi mendadak jokowi ke sejumlah kecamatan dan kelurahan, apa jokowi ngamuk-ngamuk? marah-marah? tidak, jokowi malah menyindir secara halus, tapi jangan salah, tindakan selanjutnya adalah akan mengumpulkan camat dan lurah se -DKI untuk diberikan pengarahan tentang pelayanan kepada masyarakat, ya, pelayanan, melayani masyarakat, bukan dilayani! jokowi tidak serta merta main pecat, main depak, tapi memberikan kecempatan kepada orang-orang yang terbiasa dengan pemimpin terdahulu untuk menyesuaikan dengan gaya kemempimpinan beliau,,,, aih bijaknya!

dan masih banyak lagi gebrakan dan kebijakan jokowi yang akan dilakukan 5 tahun kedepan, disinilah peran kita untuk mendukung dan memberi masukan kepada jokowi]

pun sebagai warga kompasiana, matilah kita secara bijak menyikapi jokowi maupun ahok, bagaimanapun mereka itu adalah pemimpin, tentunya dukungan, saran dan ide dari kita semua akan lebih memaksimalakan kinerja nya,  ada sedikit keritik mungkin kepada barisan yang dulu dan kemarin mengolok-olok jokowi, memojokan dan lain-lain :

- kepada yang besar omong, banyak mulut, yang sok paling ngerti agama, yang merasa jadi “toak umum” you know who, yang suka ngasah pensilnya, lebih baik, jika komentar, tulisan dsb anda cuma omong kosong, apalagi sampai bawa-bawa kontrasepsi, eh konspirasi, pikir lagi deh, daripada banyak bacot, mending contohlah jokowi,  orang yang ngomong seadanya, tapi kinerja dan buktiunya…… jauuuuuuubh dari anda anda. dia seorang gubernur sekarang, dulu dia seorang walikota, sebelum itu dia pengusaha, sedangkan anda? dari dulu cuma jadi “toak umum”, semoga anda anda banyak belajar dari seorang jokowi…… kalo kata iklan talkless do more!

untuk jakarta yang lebih baik

menanti indonesia yang lebih baik

badrus toing

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: