Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Iwan Kodrat

Jangan berdiri dibelakangku, aku tak mau diikuti Jangan Berdiri didepanku, aku tak mau mengikuti Berdirilah disampingku, kita selengkapnya

Tiga Cagub Lampung Terpopuler

REP Dibaca: 895   Komentar: 0   0

Hasil rekapitulasi survey secara acak di setiap kelurahan/desa yang dilakukan Lembaga Independen Survei (LIS) pada 14 kabupaten/kota, tercatat tiga calon gubernur Lampung yang terpopuler di masyarakat. Tiga cagub yang terpopuler itu yakni, Sekda Provinsi Lampung Ir Berlian Tihang, Walikota Bandarlampung Drs H Herman HN MM dan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung M Alzier Dianis Thabranie.

Sekda Provinsi Lampung, Berlian Tihang sebagai calon gubernur Lampung 2013-2018 raihan suara 26,55 persen dari 333 responden. Sementara Walikota Bandarlampung Herman HN yang program kerjanya nyata dan terlihat jelas hasil kerjanya memimpin Kota Tapis Berseri memperoleh 19, 73 persen dari 248 responden. Sedangkan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung, Alzier Dianis Thabrani memperoleh 13,36 persen dari 168 responden. Semenatara urutan keempat dan kelima Danrem 043/Gatam Amalsyah Tarmizi dan Bupati Tulangbawang Abdurachman Sarbini.

Sedangkan untuk calon wakil Gubernur Lampung terpopuler versi LIS, diraih bos Mall Kartini, Hartarto Lojaya dengan 21,17 persen dari 265 responden. Untuk calon wakil gubernur terpopuler kedua diraih Zulkifli Anwar dengan 18,22 persen dari 228 responden. Sementara, Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza sebagai calon wakil gubernur terpopuler ketiga dengan 16,67 persen dari 207 responden.

Direktur Eksekutif LIS, Erwin Syahir, pada siaran pers, Rabu (10/10) mengatakan, dalam pengambilan sampel, LIS menerapkan prinsip probalitas sehingga dengan teknik tersebut tiap calon yang di survey mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak oleh responden. “Responden yang diambil dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang terlah berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah, serta dari berbagai profesi masyarakat yang berdomisili tetap di Provinsi Lampung,” kata Erwin.

Menurut Erwin, pengukuran pendapat dilakukan secara acak hanya dengan melibatkan sedikit responden tanpa melibatkan semua anggota populasi, sehingga hasil survey dapat digeneralisasikan sebagai representative populasi. “Tingkat kesalahan (Margin Eror) pada survey ini juga relative rendah hanya 3 persen,” jelasnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 3 jam lalu

KPI Tegur Tom and Jerry, GGS Gimana? …

Samandayu | 3 jam lalu

Anggap Remeh …

Ifani | 4 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 6 jam lalu

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Air Kehidupan Bangsa Ramsun # 1 (Bangsa …

Abu Daffa M Budiawa... | 7 jam lalu

Seberapa Penting Sistem Pengajuan Harga …

Wawandowski | 7 jam lalu

Tulisan Dibalik Sepotong Keramik …

Agus Syaifuddin | 7 jam lalu

SABAR itu Ilmu Tingkat Tinggi …

Eko Junaidi Salam | 7 jam lalu

Perlunya Pencabutan Hak Politik Bagi …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: