Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Iwan Kodrat

Jangan berdiri dibelakangku, aku tak mau diikuti Jangan Berdiri didepanku, aku tak mau mengikuti Berdirilah disampingku, kita selengkapnya

Tiga Cagub Lampung Terpopuler

REP Dibaca: 873   Komentar: 0   0

Hasil rekapitulasi survey secara acak di setiap kelurahan/desa yang dilakukan Lembaga Independen Survei (LIS) pada 14 kabupaten/kota, tercatat tiga calon gubernur Lampung yang terpopuler di masyarakat. Tiga cagub yang terpopuler itu yakni, Sekda Provinsi Lampung Ir Berlian Tihang, Walikota Bandarlampung Drs H Herman HN MM dan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung M Alzier Dianis Thabranie.

Sekda Provinsi Lampung, Berlian Tihang sebagai calon gubernur Lampung 2013-2018 raihan suara 26,55 persen dari 333 responden. Sementara Walikota Bandarlampung Herman HN yang program kerjanya nyata dan terlihat jelas hasil kerjanya memimpin Kota Tapis Berseri memperoleh 19, 73 persen dari 248 responden. Sedangkan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung, Alzier Dianis Thabrani memperoleh 13,36 persen dari 168 responden. Semenatara urutan keempat dan kelima Danrem 043/Gatam Amalsyah Tarmizi dan Bupati Tulangbawang Abdurachman Sarbini.

Sedangkan untuk calon wakil Gubernur Lampung terpopuler versi LIS, diraih bos Mall Kartini, Hartarto Lojaya dengan 21,17 persen dari 265 responden. Untuk calon wakil gubernur terpopuler kedua diraih Zulkifli Anwar dengan 18,22 persen dari 228 responden. Sementara, Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza sebagai calon wakil gubernur terpopuler ketiga dengan 16,67 persen dari 207 responden.

Direktur Eksekutif LIS, Erwin Syahir, pada siaran pers, Rabu (10/10) mengatakan, dalam pengambilan sampel, LIS menerapkan prinsip probalitas sehingga dengan teknik tersebut tiap calon yang di survey mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak oleh responden. “Responden yang diambil dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang terlah berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah, serta dari berbagai profesi masyarakat yang berdomisili tetap di Provinsi Lampung,” kata Erwin.

Menurut Erwin, pengukuran pendapat dilakukan secara acak hanya dengan melibatkan sedikit responden tanpa melibatkan semua anggota populasi, sehingga hasil survey dapat digeneralisasikan sebagai representative populasi. “Tingkat kesalahan (Margin Eror) pada survey ini juga relative rendah hanya 3 persen,” jelasnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 8 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 10 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 12 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: