Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mcdamas

Orang biasa (seperti kebanyakan rakyat Indonesia) yang sok ikut kompasiana meskipun terbata-bata. Bila teman bersedia, selengkapnya

Kampanye Ala Jokowi, Mungkinkah Ditiru?

OPINI | 23 September 2012 | 06:50    Dibaca: 1482   Komentar: 19   6

13483390261250016537

Saat Jokowi maju dan berkampanye untuk DKI 1, cara dia berkampanye ternyata sempat membuat bingung partai pengusung dan para timsesnya.

Seperti kita ketahui, cara kampanye Jokowi selama memperkenalkan diri dan mensosialisasikan program-programnya kepada masyarakat Jakarta tampak lain dari yang dilakukan oleh para pesaingnya dan atau kebanyakan politisi di negeri ini.

Jokowi melakukan kampanye dengan berjalan kaki dari kampung ke kampung, dari gang satu ke gang yang lain di bawah terik matahari dan dengan peluh yang membasahi badannya, serta menyalami setiap warga yang ditemuinya. Kemudian kepada para warga, dia tidak lelah menunjukkan Kartu Sehat dan Kartu Pintar dan menerangkan manfaat kartu-kartu tersebut.

Cara berkampanye Jokowi tersebut awalnya membuat Megawati heran dan tertegun. “Pak Jokowi menyampaikan kepada Bu Mega secara langsung agar tidak dibuatkan spanduk, poster, atau baliho. Bu Mega sempat kaget dan heran lalu berkata: ini kampanye buat Jakarta lho,” cerita Denny Iskandar, salah satu anggota tim sukses.

Mendengar itu Jokowi tetap mantap pada pendiriannya. Dia bersikeras untuk tidak menggunakan media tersebut karena dia tidak ingin mengotori Jakarta. Kalaupun akhirnya ada spanduk atau baliho yang terpasang atau kaos, itu bukan kemauan Jokowi tetapi inisiatif masing-masing relawan.

Dengan optimisme yang tinggi, Jokowi percaya bahwa kampanye yang dia lakukan akan efektif menarik simpati warga. Untuk mendukung pengumpulan biaya kampanye yang sederhana tersebut, Jokowi memutuskan menjual baju kotak-kotak kepada masyarakat.

Jokowi juga tak peduli dengan cibiran, cacian, sindiran atau olok-olok yang sering dilakukan oleh pesaingnya atau siapa saja terhadap caranya berkampanye.

Hasilnya, kita semua sudah tahu dan membuktikan bahwa kampanye a la Jokowi ternyata sangat efektif dan low cost. Kampanye yang murah, mendidik, mencerdaskan dan tidak mengotori kota.

Mungkinkan cara tersebut bisa ditiru oleh politisi lain di tanah air meskipun dengan sedikit sentuhan atau modifikasi untuk disesuaikan dengan situasi dan sosio-demografis masing-masing daerah? Mungkinkah akan seefektif yang Jokowi lakukan?

13483391882049215296

1348339257235212921

13483393131854484339

1348339376588631061

13483395191339402765

gambar: vivanews.com, merdeka.com dan koleksi pribadi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mendadak Bangka …

Sam Leinad | | 24 May 2015 | 19:38

Pedenya NET TV …

Iwan Permadi | | 24 May 2015 | 16:52

[Blog Competition] Ceritamu bersama …

Kompasiana | | 08 May 2015 | 18:25

Mau Jadi Kaya? Pikirkan Telebih Dulu secara …

Tjiptadinata Effend... | | 24 May 2015 | 20:04

KAA ke-60, Bandung Mendadak Bahagia …

Kompasiana | | 24 May 2015 | 18:15


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar Senjata Jusuf Kalla, Petral …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 14 jam lalu

Beras Platik: Teror untuk Siapa? …

Gatot Swandito | 15 jam lalu

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 21 jam lalu

Presiden Jokowi Menerima Gratifikasi Batu …

Gunawan | 23 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: