Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Muhammad Nurdin

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya selengkapnya

Ekstrimis Sayap Kanan AS-EU Kobarkan Kebencian Terhadap Islam!

REP | 20 September 2012 | 08:22 Dibaca: 292   Komentar: 0   0

Kelihatannya berbagai kelompok ekstrimis sayap kanan AS dan Eropa terus melancarkan berbagai macam provokasi terhadap dunia muslim,dengan berbagai cara yang mereka rasa mampu melakukannya.Minggu lalu Nakuola Basseley Nakoula dengan film”Innocense of Muslims”berhasil mengundang kutukan dari dunia muslim ,bahkan sudah bayak menelan korban jiwa termasuk para diplomat AS di kota Bengahzi ,Libya.

Belum selesai provokasi    gelombang pertama   yang dilancarkan   oleh Nakoula Baseley Nakoula ,Yahudi penganut   Kristen   Koptik Mesir yang menghina Islam,  sekarang    Perancis   tidak mau   ketinggalan untuk mengambil bagian dalam penghinaan itu.Majalah Satiris Charlie Hebdo kembali membuat 20 karikatur Nabi Muhammad sebagai penghinaan terhadap islam sebagaimana dilakukan sebelumnya oleh Jyland Posten.

Bagi mereka memang sangat berkepentingan melakukan itu,umtuk menciptakan gejolak yang lebih besar di dunia muslim yang kemudian dijadikan sebagai suatu”ancaman”sebagai pengalihan isu krisis ekonomi Zona Euro dan krisiss hutang kepada ancaman dunia muslim itu.Sebagai angkah awalnya,kini berbagai kedutaan AS ,Jerman,Inggris dan Perancis di kawasan dunia musim ditutup .Dan hal ini akan di ikuti pula oleh negara-negara barat lainnya,  suatu  kekompakan yang  harusnya di tiru oleh dunia   muslim   dalam artian posistif tentunya.

Selain peranan Zionis Internasional,juga kelompok-kelompok ekstrimis sayap kanan AS-EU sangat besar peranannya dibalik penghinaan terhadap islam tersebut.England Defence League ,Neo Nazi,Scandinavian Defence League dan sebagainya tengah bermain dengan mengambil peluang seiring bergolaknya dunia Muslim melawan penghinaan terhadap Islam oleh Nakuola tersebut. Mereka dengan berbagai alasan dalih kebebasan pers ,serta mengeluarkan berpendapat senantiasa menghina Islam.

Baik AS maupun Eropa tidak mempersoalkan pelaku penghinaan itu,namun yang mereka persoalkan justeru aksi protes terhadap penghinaan tersebut.Mereka melindungi para penghina,pencela,akan tetapi mengecam kelompok  yang yang memprotes   penghinaan itu.AS dan Eropa   melindungi penjahat   ,akan  tetapi mereka menuding menyalahkan para korbannya,untuk itu kini Perancis akan menutup kedutaannya,konsulat  juga  lembaga lembaga budayanya,sekolah-sekolah Perancis di 20 negara muslim.

Dalam kontek ini Menlu Perancis,Laurent Fabius memerintahkan berbagai aktifitas diplomatnya di seluruh dunia akan di hentikan,untuk mengantisipasi aksi protes dari dunia muslim karena karikatur penghinaan terhadap islam itu.Penghinaan tersebut semakin gencar dilakukan oleh AS-EU untuk memecah belah rejim-rejim di berbagai negara dengan warga mayoritasnya muslim,karena berbedanya tanggapan umat Islam dan pemerintahnya masing-masing terhadap penghinaan itu.

Berbagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Islam secara keseluruhan telah menimbulkan berbagai reaksi dari dunia muslim,yang umumnya tidak seirama dengan sikap pemerintahnya masing-masing.Jika warga muslimnya sudah melancarkan berbagai protesnya,tetapi sikap pemerintahnya tidak jelas seakan-akan rejim-rejim tersebut tidak mewakili warganya.Barat sagat menikmatinya,sehingga mereka tidak perlu khawatir terhadap protes dari pemerintahan dimana warganya melancarkan berbagai kutukan terhadap mereka.

Perbedaan sikap pemerintah dan umat Islam di kawasan dunia muslim tersebut,merupakan salah satu sebab semaki gencarnya penghinaan terhadap islam yang dilakukan mereka secara sistematis.Pemerintah di dunia Muslim tidak kompak dalam menghadapi berbagai penghinaan terhadap islam,meskipun mayoritas warga  negaranya muslim.Paling bagi pemerintah di dunia muslim,hanya memblokir situs pembagi vedeo Youtube tanpa berani melayangkan protes  kepada   Barat.Termasuk   sikap Idonesia juga sama  ,meskipun warganya sudah beberapa hari melancarkan aksi protesnya di berbagai kota besar di Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: