Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wisnu Aj

Hidup Tidak Selamanya Seperti Air Dalam Bejana, Tenang Tidak Bergelombang, Tapi Ada kalanya Hidup seperti selengkapnya

Jokowi-Ahock Ikon Pilkada Indonesia

OPINI | 15 September 2012 | 15:25 Dibaca: 1071   Komentar: 5   1

1347679319830946795

Jokowi-Ahock Menuju Jakarta I (fhoto DPP Partai Gerindra)

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta untuk putaran kedua hanya tinggal tiga hari lagi. Tepatnya tanggal 18 Sepetember 2012. Detik detik yang mendebarkan untuk menentukan siapa yang akan menduduki DKI Jakarta I, mulai terlihat sejak pasangan Jokowi-Ahock melaju kepada putaran kedua bersama rivalnya Foke- Nachrowi, berbagai intrik politik kotor membayang bayangi jalannya putaran kedua Pilkada DKI Jakarta

Politik kotor yang membayang bayangi jalannya Pilgubsu DKI Jakarta, bukan hanya menebar issue yang bernuansa sara. Malah maslah terbakarnya beberapa tempat dikait kaitkaitkan degan issue Pilkada, bahkan ledakan bom disolo yang jelas jelas dilakukan oleh teroris kelompok solo juga tidak terlepas dari issue Pilkada DKI Jakarta. Dan yang anehnya lagi ada pradiksi yang menyebar ketengah tengah masyarakat Jakarta jika akhir dari Pilkada DKI Jakarta ini akan terjadi kerusuhan, baik Foke-Nachrowi yang menang maupun Jokowi-Ahock yang kalah. Bahkan issue bakal terjadi kerusuhan itu terbawa bawa nama Prabowo Subianto Mantan Komandan Kostrad dimasa era pemerintahan Orde Baru, yang menjadi pendukung Ahock.

Namun bagi pasangan Jokowi-Ahock semua intrik polittik kotor itu, ditanggapi keduanya dengan santai. Masalah Bom Solo Jokowi dengan lugunya menanggapi ” Ya, yang ngebom teroris kita mau bilang apa ” katanya pada satu kesempatan. Begitu issue sara ditebar oleh H.Oma Irama kekubu Jokowi-Ahock, Jokowi malah tersenyum, dia memperlihatkan fhoto ibundanya yang sedang melaksananakn rukun Islam yang kelima, di tanah suci makkah. Malah Ahock menyambut issue sara yang ditebar oleh H.Oma Irama pedangdut kondang negeri ini malah mengatakan karena nyanyi Bang haji makanya Ahoc Tak main judi .Pendek kata issue issue yang menyerang pasangan ini mereka tanggapi dengan tenang dan santai.

Mungkin oleh karena pigur Jokowi-Ahock cukup tenang dalam menghadapi intrik  Blackkempin dari lawan lawannya tanpa melakukan pembalasan sedikitpun, makanya pigur Jakowi-Ahock dijadikan sebagai ikon dalam setipa Pilkada di tanah air. Pembicaraan Jokowi-Ahock menyebar sampai kepada pelosok pelosok desa ditanah air, Sosok Jokowi-Ahock mengundang simpatik dari masyarakat Indonesia.

Teringat Jokowi-Ahoc yang menjadi teraniaya oleh massya pendukung Foke-Nackrowi, teringat pula kita Terhadap Susilo Bambang yudhoyono, yang teraniaya oleh Taufik kemas isteri Megawati Sukarno Putri. SBY waktu dimasa pemerintahan Presiden Mega Wati Sukarno Putri menjadi bulan bulanan pemerintahan Megawati Sukarno Putri, Pada hal waktu itu SBY duduk dalam cabinet Pemerintahan Megawati. SBY dengan sabar menghadapi pelecehan pelecehan yang dilakukan oleh kelompok Megawati, akibat kesabaran SBY akhirnya mengantarkan SBY menjadi Presiden RI. Karena SBY yang terniaya mendapat simpatik  dari rakyat Indonesia.

Bukan mustahilpula sejarah teraniayanya SBY yang kemudian memenangkan pemilihan Presiden akan terulang kembali kepada pasangan Jokowwi-Ahock. Walaupun kata orang Sejarah tidak akan terulang dua kali. Tapi jika terulang, tempat dan waktu serta tokohnya akan berbeda. Mungkin sejarah Teraniaya nya SBY akan terulang kembali kepada pasangan Jokowi-Ahock.

Dijadikannya vigur Jokowi-Ahock sebagai ikon Pilkada di Indonesia, Meluas sampai ke Sumatera Utara. Sumatera Utara yang sebentar lagi juga akan menggelar Pilkada pada juni tahun 2013 terlihat vigur Jokowi-Ahock menyemangati pilkada sumut, baliho baliho Jokowi-Ahock bertaburan di kota Medan. Pada hal taka da sangkut pautnya Pilkada DKI Jakarta dengan Pilkada Sumatera Utara. Tapi karena simpatiknya masyarakat kepada dua vigur ini, membuat masyarakat Sumatera Utara seakan memiliki kedua vigur yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk bertarung diputaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Masyarakat Sumatera Utara, merindukan tokoh calon Gubernur Sumatera Utara seperti yang diperlihatkan oleh pasangan Jokowi-Ahokc. Walaupun Sumut pernah memiliki Gubernur yang mempunyai tivikal seperti Jokowi, ramah, dan bersahaya, Yakni H.Syamsul Arifin SE. tapi sayangnya pemerintahan Syamsul Arifin hanya berjalan setengah perjalanan. Syamsul tersanddung maslah korupsi sewaktu dia penjabatan sebagai Bupati kabupaten Langkat dua priode.

Dari sejumlah calon Gubsu yang sekarang sedang digadang gadang oleh berbagai elemen masyarakat Sumut seperti H.Gus Irawan Pasaribu, Fadli Nurzal S.Ag, Amri Tambunan, T,Hery Nuradi, Chairuman Harahap, Sutan Batu Gana, RE. Nainggolan, T.H.Milwan dan sederet nama lainnya, belum ada yang terlihat seperti Tivikal Syamsul Arifin, maupun Jokowi-Ahock. Masyarakat Sumut merindukan tokoh vigur seperti Syamsul Arifin Jokowi-Ahock yang bersahaya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 7 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 7 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Kapan Lagi Bisa “Berjabat …

Stefani Junita | 7 jam lalu

Terhempas #Gelombang Sang Dewi …

Marlistya Citraning... | 7 jam lalu

Cintaku, Nodamu (9) …

Sn W | 7 jam lalu

Wong Cilik dan Mental Orang Indonesia …

Failing Liberty | 7 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: