Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Taufik Eko Susilo

Fisioterapis, menyukai fotografi dan menulis

Jokowi Calon Walikota Nomor Urut 12 Kota Bengkulu (Wawancara Imajiner)

OPINI | 27 August 2012 | 22:48 Dibaca: 1379   Komentar: 8   3

13460627821733745986

tribunnews.com

Di semua media sosial manapun selalu ramai membicarakan PILKADA DKI putaran kedua yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 September 2012 nanti. Baik dari daerah DKI itu sendiri maupun dari luar DKI. Tak kalah ketinggalan kota Solo yang mendukung pencalonan Jokowi sebagai DKI 1. Pendapat pun beragam dan terpecah menjadi kedua kubu. Ada yang mendukung calon lama ada juga yang mendukung calon baru. Ada yang memuji ada juga tapi tidak sedikit juga yang menyindir antara kedua belah pihak. Tidak ada habisnya.

Saya berasal dari kota Bengkulu namun sedang menempuh pendidikan di Kota Solo. Secara tidak langsung saya cuma tahu sosok Jokowi bahkan sebelum ramai diberitakan orang menjadi calon gubernur DKI. Jauh sebelum itu, Jokowi sudah dicintai warga kota Solo.

Saat ini saya sedang mudik liburan di Bengkulu, ternyata suasana politik di Bengkulu sedang panas-panasnya. Sepanas cuacanya. Pada tanggal 19 nanti, Kota Bengkulu akan menggelar pesta politik akbar 5 tahun sekali. Pemilihan Walikota untuk periode 2012-2017. Baru saja keluar dari bandara Fatmawati Bengkulu sudah terpampang wajah-wajah senyum tokoh-tokoh menyambut kedatangan. Tak selang berapa lama di perempatan lampu merah muncul lagi wajah calon walikota bersama wakilnya (katanya).

1346064035303975660

11 pasang calon walikota (dok. pribadi)

Pada PILWAKOT kali ini, KPU merilis 11 pasangan yang berhak maju untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota. Bayangkan bos ?? ada 11 pasang. Kalaupun ada pertandingan sepak bola amal, tim calon walikota melawan tim calon wakil walikota sudah bisa dilaksanakan. Slogan masing-masing pasangan pun beragam, ada yang Insya Allah, ada yang lanjutkan, tapi ada juga yang memakai slogan lama dengan rata-rata berujar “benahi kota Bengkulu”. Pencalonan kali ini pun di ramaikan oleh salah satu artis kawakan Indonesia, Dwi Yan yang berpasangan dengan Hilman Azazi.

13460641671180529381

artis.inilah.com

Lalu tiba-tiba ingatan saya teringat kepada pak Jokowi yang mencalonkan sebagai Gubernur DKI. Walikota yang sangat dicintai di Solo ini saya andaikan beliau mencalonkan sebagai walikota Bengkulu. Pak Jokowi ada di hadapan saya dan kami berdua sedang melakukan wawancara.

Saya        : Sugeng Daluh pak, maaf mengganggu waktunya sebentar

Jokowi   : mboten nopo-nopo mas, lah ada yang bisa saya bantu

Saya        : sebelumnya bapak tau tentang Bengkulu ?

Jokowi   : Bengkulu itu di mana ya ? (tertawa)

Saya        : (mengerenyitkan dahi) ah masa bapak gak tau yang bener aja pak

Jokowi   : becanda mas, saya tau itu daerah yang sering gempa itu kan ? hehehe.

Saya     : iya bener pak, hehehe (tertawa bersama). Apa benar bapak mantap menjadi calon walikota Bengkulu yang baru ?

Jokowi : sebenarnya saya masih ada tugas sebagai walikota solo mas, tapi karena ini juga tugas dari partai jadi saya menaatinya. Setelah saya diskusikan dengan keluarga dan orang-orang terdekat, saya siap menjadi walikota Jenengan.

Saya     : apa bapak pernah survei mengenai kota Bengkulu ? cari-cari informasi sebelum bapak benar-benar maju sebagai walikota ?

Jokowi : saya kan sudah hampir 6 tahun ini kepala pemerintahan di Solo, saya juga mengamati daerah-daerah lain yang tingkatnya kota madya. Bagaimana ciri khasnya, bagaimana budayanya, apa komoditinya.

Saya       : jadi menurut bapak apa Bengkulu ini punya potensi menjadi kota yang sudah maju seperi di Solo sana pak ?

Jokowi : masalah sumber daya, Bengkulu ada mas. Bengkulu punya tambang, komoditi perkebunan dan pertanian juga ada. lah coba mas pikir, mas yang sudah beberapa tahun ini tinggal di Solo apa komditasnya ? apa sumber daya yang ada di Solo ?

Saya       : apa pak ya ?

Jokowi : nah itu dia, coba mas Beras dari Delanggu Klaten, Sayur mayur dari Boyolali, Susu dari Boyolali, dan kebutuhan lainnya itu ada di luar kota Solo. Solo itu Cuma ada pedangannya, Cuma ada pasarnya.

Saya       : lah jadi hubungannya apa pak dengan dengan Bengkulu ?

Jokowi : Kota Bengkulu kan juga kota madya sama dengan Solo lagi pula Kota Bengkulu juga ibukota provinsi. Pusat pemerintahan, pusat niaga provinsi.

Saya       : terus bedanya di mana pak antara Bengkulu dan Solo dalam versi bapak ?

Jokowi  : SDMnya mas, bukan maksud saya menghina SDM yang ada di sini ya mas. Pengelolaannya saja yang masih kurang tepat sasaran.

Saya       : bagaimana konkretnya pak ?

Jokowi  : kita buat sistemnya, program saja sudah cukup saya rasa di awal tahun. Dan tinggal bagaimana realisasi program kerja yang berkelanjutan. Sebelum semuanya itu sistemnya dulu kita bikin. Tanpa ada sistem program kerja tidak akan terlaksana. Saya dulu waktu di Solo membuat suatu sistem bikin KTP kurang dari 1 minggu. Eh ada kepala dinas yang bilang “ah tidak mungkin itu pak. Besoknya saya copot. Wong dari niat saja sudah tidak ada bagaimana mau jalankan sistem. Daripada dia bekerja setengah hati lebih baik saya gantikan yang mau bergabung dengan sistem.

Saya       : apa permasalahan di Bengkulu dengan Solo sama pak ?

Jokowi  : ya tentu tidak sama lah pastinya mas. Saya harus akui tidak semua warga kota setuju dengan saya walaupun saya sukses di solo atau bahkan belum ada yang mengenal saya. Tapi semua kan butuh proses, toh orang pasaran juga butuh PDKT dulu toh mas.

Saya       : hahaha ada-ada saja bapak ini. Bapak terkenal sebagai walikota yang menata pedagang kaki lima dengan cara pendekatan yang manusiawi tanpa adanya penggusuran. Apa itu juga akan bapak terapkan di kota ini ?

Jokowi  : yang pastinya iya mas dan dengan sentuhan yang berbeda. Saya pasti juga akan berkoordinasi dengan unsur MUSPIDA yang ada di kota Bengkulu, para Kepala Camat, Lurah, dan Dinas setempat serta staf ahli Tata Ruang Kota untuk desain ulang bagaimana kota ini ke depannya.

Saya       : di daerah panorama itu kita tidak bisa membedakan antara pasar dan terminal. Apa yang ingin bapak lakukan dengan pasar panorama itu ?

Jokowi  : dalam program jangka pendek, para pedagang yang di daerah itu akan di pindahkan sementara di daerah pagar dewa. Hanya sementara loh, bukan selamanya. Sebelum benar pindah sementara itu, pasar pagar dewa yang sudah ada itu diperbaiki dan dipercantik sedikit lagi agar bersih dan orang ingin berbelanja ke situ.

Saya       : di situ kan juga merupakan pusat angkot berkumpul kan pak ? dari warna kuning sampai putih semuanya tertuju di situ. Bagaimana solusinya ?

Jokowi  : di daerah panorama itu bikin macet itu gara-gara pedagangnya saja yang pindah ke luar jalan. Kalau pasarnya sudah jadi semua pedagang semuanya masuk ke dalam lokasi pasar. Tidak ada yang di luar. Dan itu kita terapkan aturan lama yang menetapkan jalan satu jalur di daerah tersebut. Pasar bertingkat adalah solusi yang tepat untuk mengatasi banyaknya pedagang yang ada di pasar Panorama.

Saya       : berbicara soal Mall, apa bapak setuju kita di tambah Mall kembali ?

Jokowi  : buat apa toh mas, yang dua ini saja sudah cukup. Di daerah pasar Minggu itu, Mega Mall terlalu berdekatan dengan Pasar Tradisional Modern. Kalau kita tata ulang dengan rehab sedikit lagi ke arah Barata itu mungkin akan sedikit luas. Dan para pedagang di pinggir jalan di sekitarnya itu juga akan berada di Pasar Minggu yang akan segera di tata ulang. Sehingga kendaraan tidak terlalu sempit lalu lalang. Dan butuh pelebaran sedikit jalan keluar dari Mega Mall menuju kawasan Soeprapto itu.

Saya       : berbicara tentang kawasan Suprapto, apa yang akan bapak Lakukan ?

Jokowi  : kalau mas perhatikan, Kawasan Soeprato itu merupakan kawasan perdagangan lama yang masih hidup di Kota Bengkulu. Walaupun sudah ada Mega Mall dan Bengkulu Indah Mall. Kalau jalan-jalan, Soeprapto tetap akan jadi pilihan. Saya di sini bukan melarang untuk jalan-jalan ke mall. jalan-jalan di mall boleh, tapi belanjanya di pasar. Karena pendapatan yang diberikan untuk kas daerah dari mall tidak lah seberapa besar dibandingkan dari pasar. Dari mall itu hanya paling 14 milyar dan itupun hanya biaya IMB di awal. Tapi coba kalau pasar sudah tumbuh di mana-mana dan semua orang mau berbelanja di pasar karena bersih dan nyaman, serta di tambah dari retribusi itu akan mencapai 45 milyar. Dan satu lagi ya mas, Mall itu hanya dimiliki oleh satu orang saja. Kalau di pasar berapa orang coba yang memilikinya ? ya semua pedagang toh ? begitu.

Saya       : kalau untuk kawasan wisata bagaimana pak ?

Jokowi  : untuk urusan kawasan wisata, saya 2 jempol untuk pemerintahan dulu sampai sekarang. Perkembangan pariwisata yang sudah pemerintah Bengkulu laksanakan baik provinsi maupun kota sudah berkembang. Coba lihat betapa ramainya Pantai Panjang sekarang dibandingkan dulu ? menurut mas sendiri gimana ?

Saya       : iya sih pak, sekarang walaupun belum rapi-rapi amat tapi sudah baik dibandingkan dulu.

Jokowi  : nah iya mas, mungkin selama ini fokus pemerintahan jenengan dari dulu masih ke arah pariwisata. Tidak salah kok mas, semua daerah ada ciri khas masing-masing. Bengkulu itu sudah cukup untuk ukuran sumber daya. Seperti yang saya bicarakan sebelumnya. Bengkulu ini kota Niaga, nah kita manfaatkan posisi kita sebagai ibu kota provinsi ini. Kita buat sistem yang baik dengan sumber daya manusia yang baik pula.

Saya       : oh begitu ya pak, bagaimana komentar bapak tentang prediksi sebelas calon-calon lainnya ?

Jokowi  : no comment saja ya mas, wong saya ini salah satu pesertanya kok. Ngapain juga mikirin yang lain saya saja belum tentu terurus. Hehehe

Saya       : hehehe, apa yang akan bapak lakukan kalau tidak terpilih menjadi Walikota Bengkulu ?

Jokowi  : pastinya pertama saya mengucapkan selamat kepada calon yang terpilih dan mendukung semua kebijakan yang ada nanti

Saya       : kalau seandainya bapak mengetahui ada kecurangan bagaimana pak ?

Jokowi  : ah sudah jangan terlalu di urus mas, kalaupun ada kecurangan semoga Allah yang membalas tapi semoga saja tidak. Wong itu calonnya orang baik-baik semua kok.

Saya       : pulang ke Solo pak ?

Jokowi  : yo pasti no wong omahku neng Solo to yo mas

Saya    : hahahhahaha, ya sebelumnya terima kasih ya pak atas waktu yang diberikan semoga bapak terpilih dan bisa memberi warna di Bengkulu ini.

Jokowi  : inggih mas, sami-sami.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: