Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wisnu Aj

Hidup Tidak Selamanya Seperti Air Dalam Bejana, Tenang Tidak Bergelombang, Tapi Ada kalanya Hidup seperti selengkapnya

Jokowi-Ahock Mengukur Kadar Prabowo Menuju RI 1 Wisnu AJ

OPINI | 28 August 2012 | 02:35 Dibaca: 842   Komentar: 6   0

13460774401109755531
Prabowo Subianto Bakal Menuju RI 1 (Fhoto Partai Gerindra)

Banyak orang mengatakan jika Prabowo Subianto Ketua Dewan Penasehat Partai  Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ada dibelakang pasangan Jokowi –Ahoc,pendapat umum itu memang tidak bisa untuk dipungkiri. Geridra adalah salah satu Partai Politik, yang turut mengusung Pasangan Jakowi-Ahock pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta, yang akan memasuki putaran kedua, setelah putaran pertama Psangan yang juga diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini unggul bersama dengan rivalnya Foke panggilan akrab Fauzi Wibowo yang inkamben.

Dukungan Prabowo kepada pasangan Jokowi-Ahock ini, bukan saja melalui bantuan moral, tapi melainkan juga bantuan materiel. Bantuan moral yang diberikan Prabowo kepada pasangan pelabi ini, dengan turutnya kader Partai Gerindra melakukan kampanye untuk kmenangan pasangan Jokowi – Ahock ini, sedangkan dukungan materiel yang diberikan oleh Prabowo kepada pasangan Jokowi-Ahock adalah dengan memberikan Sampan Partai gerindra untuk dipakai oleh Jokowi-Ahock secara Cuma Cuma, tanpa membayar satusenpun untuk memakai sampan Gerindra Sebagai Partai pengusung kedua pasangan ini untuk menuju Jakarta 1.

Pemberian sampan sebagai partai pengusung secara gratis alias Cuma Cuma, adalah merupakan suatu hal yang langka terjadi didalam dunia politik di Indonesia, Apa lagi pemberian sampan sebagai partai pengusung itu bukan diberikan kepada Kader Partai yang turut bertarung di Pemilukada. Sedangkan kebanyakan partai apa bila partainya dipakai untuk sampan seagai partai pengusung ketika kadernya maju untuk bertarung pada pemilukada, sang kader harus bayar kepada pimpinan Partainya. Sementara yang dilakukan oleh Prabowo Subianto memberikan sampan partai Gerindra sebagai Partai pengusung yang bukan dari kader partainya tidak memungut satu sen pun uang dari kedua pasangan ini.

13460766881511757104
Jokowi-Ahock bersama Partai Gerindra menuju Jakarta 1 (fhoto Partai Gerindra)

Tentu dalam konstek seperti ini, timbul dua pertanyaan. Yang mana pertanyaan pertama, Apakah karena Gerindra masih tergolong sebagai partai kecil yang akan beranjak besar Untuk menuju perobahan, makanya Probowo memberikan Partainya untuk dipakai oleh pasangan Jokowi-Ahock secara gratis alias tidak Bayar. Atau yang kedua Prabowo memberikan Gerndra sebagai Partai pengusung kepada pasangan Jokowi-Ahock secara gratis, “ Adalah untuk mengukur kadar kebesaran Partai Gerindra kedepan untuk mengusung Prabowo menjadi RI, 1.

Presepsi yang kedua ini memang mendekati kebenaran, mengingat bahwa nama Prabowo sudah disebut sebut untuk mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada Tahun 2014. Untuk melangkah menjadi RI satu dengan kekuatan Partai yang minus, tentu bukanlah mudah, Apa lagi rival rival yang akan muncul menjadi lawan tanding Prabowo jika maju menjadi Calon Presiden tentu akan datang dari partai partai besar seperti Partai Golkar yang akan mencalonkan Aburizal Bakri, Deokrat yang akan mencalonkan Kadernya, PDI.P, tentu dengan kadernya pula, PAN, PPP, PKS, dan sebagainya. Belum lagi tokoh tokoh Nasional yang bakal muncul seperti Yusuf Kala dan lain lainnya.

Tentu calon calon yang diusung oleh partai partai besar ini, akan menjadi lawan tanding yang tangguh bagi Prabowo, terlepas dari catatan perjalanan aktivitas Prabowo dimasa Orde baru. Melalui Jokowi-Ahock, Prabowo mengukur kadar kekuatan dirinya untuk maju menjadi RI 1. Jika pasangan Jokowi-Ahock mampu menaklukkan Jakarta pada putaran ke II, tentu akan menjadi modal bagi Prabowo untuk melangkah kejenjang RI 1.

Lantas bagaimana dengan PDI.P. yang juga sebagai Partai pengusung Jokowi-Ahock? PDI.P yang dimotori oleh Megawati Sukarno Putri mempunyai Partai yang lebih besar dari Gerindra. Akan tetapi sampai sejauh ini PDI.P belum memunculkan jagonya untuk bertarung di 2012. Sementara Megawati Sukarno Putri mantan Presiden RI ini nampaknya belum punya niat kembali untuk mencalonkan diri menjadi Calon Presiden pada 2012.

Akan tetapi jauh hari sebelumnya PDI.P pernah memunculkan nama Puan Maharani, dan Guruhl, Sukarno Putra. Akan tetapi nama kedua ini kembali lenyap. Apakah PDI.P akan kembali memunculkan dua nama ini ? jikapun nama kedua ini muncul kembali, tapi bukanlah untuk RI 1. Tapi mungkin adalah untuk RI 2.

Atau kedua dua nama ini tidak muncul. Jika kedua nama ini tidak dimunculkan oleh PDI.P. lantas siapa yang akan dijagokan oleh PDI.P pada Pemilihan Presiden RI 2014 mendatang? Ada dua Analisa yang perlu untuk menjadi Kajian. Pertama mungkin PDI.P akan mendukung sepenuhnya Prabowo Subianto menjadi RI 1. Minus calon dari PDI.P. Atau Prabowo RI 1.  Puan Maharani maupun Guruh Sukarno Putra RI 2. Atau sama sekali keduanya tidak muncul.

Melihat kemesraan yang terjalin aantara PDI.P dan Gerindra dalam mendukung Jokowi-Ahock untuk menjadi Jakarta 1. Berarti kedua belah pihak telah mulai melakukan pembicaraan pembicaraan yang mengarah kepada Pemilihan Presiden 2014. Dan Tampilnya Jokowi dan Ahock di Pilkada Jakarta dijadikan oleh PDI.P dan Gerindra sebagai alat ukur kadar kepercayaan masyarakat kepada PDI.P dan Gerindra dalam menuju pertarungan yang lebih besar dan lebih multi komplit, yakni ditahun 2014 mendatang.

Atau kita tidak pernah menduga, kalau Prabowo akan berpasangan dengan Jokowi, pada Pemilu Presiden RI tahun 2014 mendatang dengan catatan jika Jokowi mampu menaklukan Jakarta diputaran kedua ini. Ini sekedar perhitungan diatas kertas, namun hasilnya, hanya waktu yang bisa menjawab. Karena dalam dunia politik, perobahan itu terjadi bukan dalam hitungan hari, minggu, bulan dan tahun, tapi dalam hitungan detik segala sesuatunya dapat berobah. Inilah dunia Politik,,,,!

13460760781021979772

Masya Partai Gerindra mendukung Prabowo menjadi RI 1 (fhoto partai Gerindra

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | 2 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 4 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 10 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 12 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Bu Iriana, Jadilah Ikon Kepribadian Budaya …

Felix | 7 jam lalu

Genjer, Sayur Enak, Murah dan Mudah Didapat …

Cah Ayuningtyas | 8 jam lalu

Revolusi Mental bagi Calon Menteri …

Abrahamfanggidae | 8 jam lalu

Danu dan Sekoper Uang …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Besi Lunak dan Energi Kehidupan …

Supriyadi A Dasuki | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: