Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dewa Gilang

Single Fighter!

Inilah Pemenang Pada Pilkada Jakarta Putaran II

OPINI | 28 July 2012 | 07:06 Dibaca: 2628   Komentar: 7   1

Maaf beribu maaf!. Tanpa hendak “melangkahi” otoritas Tuhan, saya telah yakin bahwa sosok ini akan memenangkan Pilkada Jakarta Putaran II, September nanti. Keyakinan saya didasarkan pada hasil rekapitulasi data yang didapat dari KPUD DKI mengenai perolehan suara masing2 pasangan.

Sosok yang sesungguhnya menjadi pemenang, dan yakin akan menang kembali pada Pilkada Putaran kedua nanti adalah bernama Golput. Dan bukan Jokowi-Ahok atau Foke-Nara.

Coba cermati hasil rekapitulasi KPUD DKI Jakarta mengenai perbandingan Golput dengan Jokowi-Ahok. Seperti yang dikutip dari sumber Kompas. Com tertanggal 20 Juli 2012, pasangan Jokowi-Ahok meraup suara sebesar 1.847.157. Bandingkan dengan Golput, yang berhasil “meraup” suara sebesar 2.555.207. Jadi, pemenang sebenarnya pada Pilkada putaran pertama bukanlah pasangan Jokowi-Ahok, melainkan Golput.

Kemenangan Golput ini semestinya dilihat lebih mengejutkan. Tanpa jadwal kampanye dari KPU, tanpa iklan di media, bahkan dilarang oleh UU mengumpulkan massa, tanpa sokongan dana dari negara dan pengusaha. Bahkan, Golput, lepas dari perhatian lembaga survei dan analisis politik partisan.

Lebih fenomenal lagi, Golput juga tidak pernah menyewa lembaga survei atau “polling” untuk mendukung keberadaannya. Golput bergiat secara sporadis, dengan sumberdaya terbatas, memanfaatkan ruang publik yang mungkin diraih, bahkan terus dihantam caci-maki oleh parpol dan analis politik partisan. Nyatanya, Golput mengalahkan semua peserta Pilkada DKI Jakarta Putaran Pertama.

Lalu, salahkah jika kita Golput?. Tentu memerlukan jawaban yang lebih luas, terutama bila fenomena Golput telah dikaitkan kepada ranah agama (hingga pernah ada fatwa hukum Golput adalah haram). Namun, secara garis besar, M Fadjrul Rahman, “dedengkot Golput setelah Arief Budiman yang telah “taubat”, menganggap Golput adalah bentuk dari oposisi sosial.

Golput adalah mosi kepercayaan terhadap masa depan demokrasi, sekaligus mosi tidak percaya terhadap parpol, maupun berbagai figur atau sosok yang bertarung dalam berbagai “event” politik.

Jadi, jawaban kembali pada anda, akankah anda Golput? Dan, menurut anda, masihkan Golput akan menjadi pemenang pada Pilkada Putaran kedua Jakarta pada bulan September nanti?.

Salam Gitu Aja Koq Sewot.

Selamat Menikmati Hidangan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 7 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 14 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 10 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 10 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 10 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: