Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Agus Muldya

Aktivis, Pegiat Resolusi Konflik, Konsultan Penjaga Reputasi & Perusahaan...

Bersatu, Bersyukur, Bekerja, dan Berprestasi Lebih Baik

OPINI | 26 July 2012 | 02:10 Dibaca: 205   Komentar: 0   0

I.Lihatlah yang baik dan syukuri jika ketemu yang buruk perbaiki.
Sadarilah jika telunjuk menunjuk orang lain untuk disalahkan maka 3 jari sebenarnya menunjuk kepada kita sendiri. Artinya sebenarnya siapapun ia maka ia lebih tahu kesalahan dirinya lebih banyak tetapi yang diungkapkan adalah kesalahan orang lain. Pepatah lainnya mengatakan semut diseberang lautan di ributkan tetapi kesalahan sendiri didepan pelupuk mata sebesar gajah tidak dihiraukan. iNi biasa banget.
Semakin tinggi pohon maka semakin kuatlah anginnya tetapi semakin panjang perjalanan seseorang biasanya semakin banyak juga kesalahannya dalam kehidupannya sehingga hanya karena Tuhannya lah ia selamat dari terbongkarnya aib aibnya…..(menurut Aa Gym, disinilah orang harus bersyukur dan berbuat baik disisa umurnya). Oleh karena jika aib aib terbuka semua maka akan luar biasalah dunia sehingga disarankan tidak suka mengumbar aib orang lain tetapi mendorong serta mensarankan seseorang untuk berinsyaf adalah perbuatan yang sangat mulia.
Zaman seperti ini lebih baik memposisikan diri seperti sampah yang tidak menonjolkan diri atau malahan dianggap mengotori serta dijauhi tetapi pada kenyataannya mampu menjadi pupuk sehingga menyuburkan tanah sehingga mampu menumbuhkan berbagai macam pangan dan melindungi lingkungan serta bisa menghasilkan energy. Sebaliknya bersikap sebagai orang suci dan ingin disucikan sudah terbukti penuh dengan hasrat dan maksud tersembunyi sehingga saling tidak percaya semakin meluas begitu juga ketidak harmonisan berbagai pihak.
Dengan kesadaran ini maka selalulah berniat baik, melakukan yang baik dan berpersepsi baik walaupun sedang kesulitan tetapi bersyukurlah karena itu pasti yang paling baik dan harus yakin bahwa kalaupunya penderitaan maka penderitaan orang lain lebih buruk lagi sehingga harus bersyukur dan membantu orang lainnya serta tidak membuat susah orang lainnya.
Sebaliknya jika menemukan sesuatu yang buruk maka perbaiki saja dan tidak usah membuka aib kesana kemari.. dengan pandangan ini maka diharapkan lihatlah yang baik baik dan disyukuri serta tidakmempermasalahkan yang masih buruk tetapi langsung memperbaikinya saja.
Dengan semangat serta kesadaran ini maka masyarakat akan lebih terdorong kreatof dan lebih tenang serta fokus kepada memperbaiki kehidupannya dan mencptakan prestasi.
Disisi lainnya kesadaran ini juga dibangun karena munculnya kerendahan hati bahwa kita semua bisa selamat dan berkehidupan baik bukanlah atas prestasi sejatinya personalnya saja tetapi lebih karena kemurahan Tuhan yang Maha Esa sehingga tidak perlu bangga dan membanggakan apalagi menyombongkannya.
Kehidupan yang jauh dari kesombongan akan jauh lebih baik dan selamat dari pada penuh kesombongan.
II. Ciptakan kedamaian, Yang pasti kedamaian itu mengudang kebaikan.
Kondisi kondusif yang diciptakan dengan kesdaran bahwa kita sebagai manusia adalah mahluk yang lemah dan penuh kesalahan justru akan menimbulkan kekuatan dan kesadaran bahwa justru lebih banyak menjaga diri serta memperbaiki kondisi dibandingkan dengan saling memamerkan kepalsuan dan kemunafikan serta mempersalahkan pihak lainnya karena dianggap tidak sebaik dirinya.
Menjauhi adu pamer dan menyalahkan pihak lainnya adalah akan sekaligus selalu dalam introspeksi dan memperbaiki diri sehingga lebih banyak mendorong membuat kreatifitas dan prestasi dibandingkan dengan mencemohi serta mencari kesalahan pihak lainnya, ini artinya akan lebih menumbuhkan syukur dan menjauhi ini dengki dan sirik kepada pihak yang lainnya.
Semangat ini akan menumbuhkan menghormati pihaklainnya dan menjaga diri tetapi dalam konteks yang lebih luas akan membuat konflik akan alami dan lebih memunculkan kedamaian serta iklim yang lebih sehat. Kalaupun ada perbedaan maka perbedaan itu bukan hanya diciptakan untuk berbeda tetapi dalam rangka mendapatkan yang lebih baik.
Kesadaran menciptakan kedamaian dan berdamai dengan sesama bagi bangsa Indonesia sangatlah penting dan strategis. Soal ini sampai ada pepatah bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, politik yang digunakan para penjajah dan penyusup terhadap bangsa Indonesia adalah devide at empera dan terbukti berhasil menghancurkan dan melemahkan para pendulu kita semua dimasa lalu.
Menjauhi devida at empera atau menyadari lebih baik kita bersatu karena bererai kita runtuh lebih akan membuat situasi terdorong kearah yang lebih baik.
Kejadian dibakarnya 2 orang dibanten dengan alasan apapun atau dibakarnya rumah anggota TNI karena sebab apapun di NTB adalah menambah jumlah konflik yang ada sebelumnya mulai konflik di Koja Tanjung Priok, Duri Kosambi, rempoa, bekasi , kuningan dan berbagai daerah lainnya. Dan konflik konflik ini perlu dicermati lebih jauh karena berbeda dengan konflik pasca pemilukada yang sangat besar kemungkinannya berkaitan dengan konflik yang diorganisir dan kecenderungan akan selesai ketika kandidatnya menghentikan logistic dan kemarahannya. Kekerasan ini juga telah terjadi terhadap awak media ridwan salamun yang meninggalkan luka dalam dikalangan jurnalis. Begitu juga kematian jurnalis lainnya yang terjadi pada peliputan konflik yang sedang terjadi.
Belum lagi akhir akhir ini semakin merebaknya perampokan dan kejahatan diberbagai daerah termasuk juga masih diindikasikannya masih diindikasikannya bibit kekerasan sehingga kedamaian di hati masyarakat akan lebih membuka kemungkinan tercegahnya kejahatan dan jatuhnya korban dimasyarakat serta terpecah belahnya masyarakat. Anggota mariner saja bisa ditembak pria bercadar di Situbondo jawa timur termasuk polisi ketika sedang menjaga bank di medan bisa gugur kena peluru, apalagi masyarakat yang tidak bersenjata?..ini tidak main main lagi bahaya kejahatannya.
Oleh karenanya ciptakan kedamaian dan kedamaian akan mengundang kebaikan, apalagi pada berbagai pengalaman ditempat lainnya termasuk irak, Afghanistan, Pakistan, Somalia dan berbagai Negara telah terbukti bahwa konflik adalah pintu masuk untuk menguasai sebuah masyarakat dan menguasai sumberdaya serta mengendalikan kondisi nya.
Belum lagi konflik yang sedang berkembang dengan Malaysia apakah soal perbatasan kedua Negara, soal tki dan soal penangkapan petugas Dkp dan soal lainnya. Termasuk juga dengan konflik soal keberagaman masyarakat dalam beragama terlebih dengan kuatnya sosialisasi bahwa pada 11 bulan September akan ada pembakaran al Quran di Florida USA . Oleh karenanya menciptakan kedamaian mutlak harus diciptakan kita bersama sesame anggota masyarakat.
III.Setiap hari lebih baik saja sumber kemajuan dan kejayaan.
Ketika kejahatan merajalela tetapi orang baik tidak bersatu memberantasnya maka orang baik akan menjadi korban satu persatu dan itu pengorbanan yang sia sia…bersatulah memberantas kejahatan dengan membuat kondisi tidak rawan kejahatan.
Mulai penculikan, perampokan , pelecehan seksual sampai kuropsi semakin mengisi berita berita diberbagai media masa dan ini diharapkan sebagai peringatan agar kita waspada dan mencegah agar tidak menjadi korban kejahatan dan mempersempit kemungkinan kejahatannya terjadi.
Disisi lainnya sebagai mana adanya kehidupan itu jika bersyukur, berkreasi dan berperstasi serta konfliknya hanya wajar dan tidak meluas maka sangat dimungkinkan diberbagai bidang setiap hari lebaik saja dilakukan sehingga kemajuan kemajuan kecil yang dilakukan jutaan orang indonesia ini akan menjadi sumber kemajuan dan kejayaan.
Sebaliknya pemerintahan dan para pemimpiin bangsa supaya teguh dan menetapkan berbagai kebijakan dan implementasi yang monumental serta membuat kita semua tidak seperti membangun istana pasir. Pasca 2004 mulai diselesaikan berbagai jalan tol dan didorongnya berbagai pembangunan maka berbagai hal sudah terlihat adanya kemajuan. Begitu terhadap industri umkm dan kerajinan lainnya termasuk batik dan pariwisata maka pemerintah silakan terus mendorong ini dan tidak usah peduli terhadap soal beda cara pandang dan membuat kondisi menjadi perdebatan. Begitu soal kawasan ekonomi terpadu, bangun jembatan jawa sumatera, MRT membangun Morotai dan membangun pusat pembangkit tenaga listrik 10.000 Mwatt, termasuk meneruskan berdaulatnya Indonesia di laut dengan meneruskan kepemilikan dan pengelolaan kapal kapal milik bangsa Indonesia pada off shore , pengolahan mineral hasil tambang, oil dan gas didalam negeri dan mulai dibangunnya industri mettalurgie lebih beragam didalam negeri.
Sebaliknya indonesia harus lebih tegas dan tegas terhadap yang merusak anak bangsa nya, seperti narkotika, a susila dan pornografie, miras dan berbagai kejahatan termasuk kejahatan luar biasa. Ketegasan pemerintah dan penegak hukum mutlak diperlukan supaya tidak mencegah penghakiman oleh masyarakat yang sekarang sudah semakin mulai terjadi. Pengadilan rakyat menjadi retorika pasca reformasi 1998 dalam rangka diharapkannya tegaknya keadilan tetapi pengadilan rakyat yang sesungguhnya telah terjadi dengan dibakarnya beberapa pelaku kejahatan dimasyarakat pada bebearapa daerah yang ditangkap langsung pada tahun tahun pasca reformasi yang rawan konflik dan kejahatan. Saat ini kejadian mengarah kepada situasi ini mulai terindikasi terjadi kembali, termasuk dibakarnya orang dibanten dan rumah anggota TNI di NTB. Dan disisi lainnya juga harus dicermati atas ketidak puasan penangkapan ustad abu bakar baasyir yang loebih dipersepsikan sebagai pesanan dan operasi penyesatan informasi sebagai hal yang menumbuhkan kerawanan tersendiri. Oleh karenanya selain pembuktian diperlukan sosialisasi dan pencegahan salah tangkap dan main tangkap jika buktinya masih lemah seperti kasus bibit chandra dalam konteks tidak ditemukannya percakapan ade rahardja dengan ali mulady. Sederhananya lebih mengedepankan keadilan dan tegas tetapi tidak menggunakan hukum bukan untuk keadilan, keselamatan negara dan masyarakat serta kepentingan sesaat dan kekuasaan.
Jika hanya berdemontrasi dan menyampaikan aspirasi ini mencerminkan masyarakat masih toleransi dan mengharapkan pemerintahan bertindak. Tetapi jika sudah membawa korban langsung masuk kedalam istana ini artinya jika ditolak sama dengan mengundang doa orang tertindas untuk diwujudkan alam terlebih jika kesalahannya memang tidak mutlak ada dikorban yang notabene anggota masyarakat yang sdh kehilangan kemampuannya. Begitu juga ketika bunuh diri menjadi pilihan akibat ketidakberdayaan dan kemiskinan hal ini tidak bisa dikatakan lagi sebagai bargaining politik atau politsasi tetapi lebih kepada soal ketidakberdayaan dan keputusasaan oleh karenanya harus dievakuasi atau diselamatkan…karena pemerintah juga tidak berada secara formal dimana mana maka disitulah juga anggota masyarakat yang mampu harus bisa membantu disamping mendorong pemerintah menjalankan programnya.. disini juga peranan media massa unuk mendorong terselamatkannya saudara kita yang kurang beruntung dan tidak berdaya ini.
Kata anak anak muda para tokoh bangsa dan elite politik harusnya tidak ada waktu untuk kebanyakan adu bacot. Mereka harus dikondisikan untuk lebih banyak membuat kemaslahatan dan prestasi dan kita sebagai anggota masyarakat lebih mendorong situasi agar semangat dan situasinya memang terdorong kearah berprestasi serta berbuat baik.
Mumpung masih pada berpuasa dan menahan diri, bagaimana jika kita semua lebih menahan diri dan mendorong kemaslahatan sehingga lebih banyak kebaikan yang terjadi.
Soal setelah kita semua melakukan yang terbaik dengan niat baik dan punya persepsi baik terhadap kita semua serta sellain bekerja keras juga berdoa sekuat kuatnya maka insya allah kebaikan akan terus semakin banyak datangnya.
Dengan pikiran bahwa semuanya diniatkan melakukan kebaikan maka silakan tingkatkan amal ibadah dan prestasi yang bisa tercipta semoga indonesia semakin dapat memberikan keadilan sosial bagi seluruh anak bangsanya, membuat kita lebih bersatu, menghargai kemanusiaan, berketuhanan dalam kehidupan sehari hari dan mampu melakukan musyawarah dalam memufakati berbagai persoalan persoalan dan mewujudkan tujuan, program dan berbagai kebaikan untuk kepentingan nasionalnya.
Salam
Agus muldya natakusumah.
Indosolution.
Tulisan diarsip lama ini, terasa sebagai ajakan yang baik di bulan Ramadhan ini sehingga diangkat ke Publik luas.

Tags: sosial politik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 13 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 17 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 21 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 23 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Aku Muak!!! [Lisal] …

Singgih Swasono | 10 jam lalu

Kalau di Tokyo Berada di Stasiun yang Salah …

Andre Jayaprana | 10 jam lalu

High Lifestyle, Low Happiness …

Azzahra Khairunnisa | 10 jam lalu

Is It Date? di Rumah Sakit? …

Irma Sri Nurwati Ut... | 10 jam lalu

Uang Penglaris …

Isti | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: