Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Syaifud Adidharta

Hidup Ini Hanya Satu Kali. Bisakah Kita Hidup Berbuat Indah Untuk Semua ?

Ring Tinju Putaran Ke 2 Pilkada DKI-1, Jokowi-Ahok vs Foke-Nara Bakal Seru..

OPINI | 17 July 2012 | 20:50 Dibaca: 3327   Komentar: 6   2

Wah bakal seru nih pertarungan diatas ring tinju Pilkada DKI Jakarta 2012 untuk putaran kedua nanti, perebutan gelar utama untuk jabatan terpenting di pemerintahan ibukota negara, DKI Jakarta 2012-2017. Mereka, kedua kubu pasangan calon gubernur/calon wakil gubernur akan saling serang jual pukulan telak. Sementara bagi warga DKI Jakarta hanya tinggal menunggu waktu dan mencoba memberikan pilihannya kepada kedua kubu tersebut yang bertarung sengit (ilustrasi : Syaifud Adidharta)

Wah bakal seru nih pertarungan diatas ring tinju Pilkada DKI Jakarta 2012 untuk putaran kedua nanti, perebutan gelar utama untuk jabatan terpenting di pemerintahan ibukota negara, DKI Jakarta 2012-2017. Mereka, kedua kubu pasangan calon gubernur/calon wakil gubernur akan saling serang jual pukulan telak. Sementara bagi warga DKI Jakarta hanya tinggal menunggu waktu dan mencoba memberikan pilihannya kepada kedua kubu tersebut yang bertarung sengit (ilustrasi : Syaifud Adidharta)

Jelang pemungutan suara pilkada DKI Jakarta 2012 putaran kedua diperkirakan jatuh pada 20 September 2012 mendatang serempak di seluruh DKI Jakarta. Hal ini serupa seperti yang diungkapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Darah (KPUD) Jakarta menyatakan siap untuk menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua pada 20 September 2012 mendatang.

Meski perhitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta belum juga usai, namun komisi ini telah bersiap-siap melakukan berbagai persiapan jika nantinya pemilukada tahap dua digelar.

“Kami akan menyiapkan materi-materi sosialisasi, melakukan pengadaan barang-barang seperti poster dan sebagainya,” kata Ketua Pokja Sosialisasi, Pemungutan, dan Perhitungan Suara KPU DKI Jakarta, Sumarno, Senin (16 Juli 2012).

Jika putaran dua digelar, kata dia, pihaknya tetap melaksanakan sosialisasi meskipun ada gugatan judicial review terhadap Mahkamah Konstitusi (MK). “Nah jika seandainya MK mengabulkan uji materi itu, dan UU No. 29 Tahun 2007 pasal 11 dicabut dan ditetapkan bertentangan dengan undang-undang dasar, maka KPU akan menghentikan tahapan,” tuturnya.

Menurut dia, pemilukada di DKI Jakarta memang berbeda dengan daerah lain. Menurut UU No. 29 Tahun 2007, Pemilukada DKI dapat dilakukan satu putaran jika ada pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang mendapatkan suara lebih dari 50%. Namun, di daerah, kepala daerah sudah dinyatakan menang jika perolehan suara sudah melampaui 30%.

Dirinya beranggapan kemungkinan kecil pemilukada tahap kedua dihentikan, mengingat tidak adanya hak konstitusi warga yang dilanggar. Selain itu, beberapa daerah di Indonesia memang memiliki kekhususan dalam penyelenggaraan pemilu, seperti di DKI Jakarta, Aceh, Yogyakarta, dan Papua.

Oleh karena itu, legitimasi gubernur yang harus diatas 50% adalah hal yang wajar dan rasional. “Kalau memang mau menggugat, kenapa tidak dari dulu? Itu kan UU sudah dari tahun 2007,” tegasnya. (*.metropolitan.inilah.com)

————


Jokowi-Ahok vs Foke-Nara. Siapa bakal menjadi jawara ibukota? (photo: merdeka.com+kompasiana))

Jokowi-Ahok vs Foke-Nara. Siapa bakal menjadi jawara ibukota? (photo: merdeka.com+kompasiana))

Adu Strategi Raih Suara Terbanyak di Putaran Ke 2, Kubu Jokowi-Ahok

Sementara itu Pasangan cagub-cawagub Pilkada DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama akan memanfaatkan kegiatan- kegiatan di Bulan Ramadhan sebagai upaya untuk merangkul warga menjelang Pilkada putaran kedua 20 September 2012.

“Kami akan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan bersama dengan warga DKI, seperti pengajian, buka bersama dan sholat tarawih,” kata anggota tim sukses Jokowi-Ahok, Prasetyo Bendum, saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Prasetyo Bendum menjelaskan strategi pemenangan timnya masih berfokus kepada rakyat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

“Perhatian kami memang tertuju pada masyarakat kelas menengah bawah karena masih kurang akan informasi visi misi kami,” katanya.

Prasetyo mengatakan bahwa strategi tersebut dikenal dengan istilah “turba”, yaitu turun ke bawah. Slogan itu berarti Jokowi-Ahok bersama timses akan melakukan pendekatan ke rakyat yang saat ini kurang “tersentuh” pemerintah.

Dia juga mengatakan masih akan menggunakan teknologi sebagai upaya pendekatan tersebut ke masyarakat menengah ke atas.

“Masyarakat menengah ke atas sudah kritis dan sudah mempunyai pilihan sesuai hati nurani. Jadi, fokus kita memang ke kelas menegah ke bawah,” katanya.

Jokowi-Ahok menggunakan fitur “broadcast message” dari “blackberry messanger (BBM) untuk mengenalkan sosok mereka kepada rakyat menengah atas, sementara pasangan nomor urut tiga tersebut membagikan dan memperlihatkan video “Jakarta Baru” kepada rakyat menengah atas pada masa kampanye 24 Juni hingga 7 Juli 2012.

Sebelumnya, anggota tim sukses Jokowi-Ahok untuk daerah Jakarta Utara Dewi Aryani mengatakan akan memberdayakan perempuan untuk meraih suara terbanyak mengingat lebih dari 50 persen pemilih adalah kaum perempuan.

“Sosok Jokowi memang kuat. Sikapnya yang sederhana dan jujur merupakan `magnet` bagi perempuan terutama kaum ibu untuk datang ke TPS,” katanya.

Anggota Komisi VII DPR itu menjelaskan Jokowi dapat mewujudkan program yang kebut praktis, seperti pasar tradisional serta biaya transportasi yang mudah dan murah.

Dia menambahkan tetap akan melakukan pendekatan dari pintu ke pintu yang merupakan andalan timsesnya. (*.ahok.org)

Adu Strategi Raih Suara Terbanyak di Putaran Ke 2, Kubu Foke-Nara

Menyusul hasil penghitungan cepat Pilkada Gubernur DKI Jakarta, yang menempatkan pasangan Foke-Nara di bawah Jokowi-Ahok, Partai Demokrat akan bekerja keras untuk memenangkan Foke-Nara.

Menurut Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat, pertarungan dalam Pilkada Gubernur DKI Jakarta belum usai dan Foke-Nara masih memiliki kans untuk menang.

“Pertarungan dalam Pilkada Gubernur Jakarta belum berakhir. Masih ada peluang bagi Foke-Nara untuk menang. Demokrat akan bekerja lebih keras memenangkan Foke Nara,” ujar Anas Urbaningrum di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (12 Juli 2012).

Anas turut pula mengungkapkan bahwa dukungan partai Demokrat terhadap Foke-Nara tidak akan sedikit pun berkurang.

Demokrat akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun secara perhitungan cepat lembaga survei Jokowi-Ahok sudah jelas unggul atas Foke-Nara.

Pihak Partai Demokrat sendiri, menurut dia, akan bekerja maksimal untuk menghadapi putaran kedua dengan menggalang dukungan dari partai, organisasi masyarakat, serta komunitas dan perorangan.

“Demi Foke-Nara, kami (Demokrat) akan menjaring suara sebanyak-banyaknya demi memenangkan Foke-Nara. Kami harap seluruh perkumpulan masyarakat untuk bergabung dan bergandengan tangan dengan kami (Demokrat) untuk kemenangan Foke-Nara di putaran kedua nanti,” tambahnya.

Anas juga berharap bahwa Pilkada DKI di putaran kedua nanti dapat berlangsung secara adil dan demokratis.

Lima puluh empat laporan pelanggaran pemungutan suara yang diterima Panwaslu, menurut dia, tidak layak untuk terjadi lagi di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

“Demokrat sudah siap bertarung di putaran kedua. Semoga putaran ke dua nanti adil dan demokratis. Tidak ada lagi pelanggaran seperti di putaran pertama kemarin,” terangnya.

Jikalau nanti hasil penghitungan KPU sama seperti hasil penghitungan cepat, maka akan ada putaran kedua Pilkada DKI karena tidak ada calon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen. Putaran kedua akan digelar 20 September 2012. (*.kompas)

————

foke vs jokowi. (Merdeka.com)

foke vs jokowi. (Merdeka.com)

Peristiwa putaran kedua bakal seru dalam pencapaian hasil suara terbanyak untuk bisa meraih posisi juara sebagai Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012-2017. Hal ini barat petinju kedua pasangan calon pasti akan menganalisa kekuatan masing-masing dan mencari tahu kelemahan lawan yang mungkin bisa digunakan sebagai senjata untuk memenangkan perebutan kekuasaan ini.

Walaupun dalam dunia olahraga tinju para petarung dibagi dalam kelas-kelas tertentu seperti kelas bantam, kelas ringan atau kelas welter yang mengacu kepada berat badan namun hal ini tidak berlaku dalam dunia politik sehingga walaupun badan Foke kelihatan lebih gemuk dan otomatis beratnya pun lebih berat dibanding Jokowi mereka tetap dapat bertarung dalam ring pilkada, (*.www.kompasiana.com/fatwa).

Pertarungan dua calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Fauzi Bowo (Foke) kemungkinan besar akan berlanjut ke putaran kedua. Perkiraan itu bisa dilihat dari hitungan cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei.

Dari hasil hitungan cepat, menempatkan Jokowi diurutan pertama dengan 43 persen lebih sedangkan Foke mendapat 34 persen.

Padahal, sebelum hari pencoblosan, incumbent Foke selalu diprediksi akan menang mudah satu putaran. Tetapi hasil Pilgub berkata lain. Secara mengejutkan, Jokowi mampu unggul jauh dari lawannya tersebut.

“Jokowi, sampai jumpa di putaran kedua,” kata Foke.

Sementara Jokowi juga siap meladeni lawannya di putaran kedua. “Satu putaran itu keinginan warga, masa saya tolak. Dua putaran juga tidak apa apa, saya siap dua putaran, tiga putaran atau empat putaran,”  ujar Joko Widodo

Dalam konteks lain, pertarungan dua pasangan cagub ini mengingatkan pada pertarungan di atas ring tahun 90-an. Masih ingat pertarungan antara Evander Holyfield dengan Mike Tyson, dua petinju papan atas ini bertemu.

Tepatnya pada 9 November 1996, Si Leher Beton, julukan Tyson, bertemu Holyfield. Tyson yang kala itu mendapat tantangan dari Holyfield tentu saja lebih diunggulkan. Selain gelar IBF, WBA dan WBC sudah pernah dikantongi, Tyson waktu itu memang menjadi petinju yang menakutkan bagi lawan-lawannya.

Sama halnya Pilgub DKI, Holyfield secara mengejutkan mampu membalikkan prediksi banyak pengamat. Holyfield mampu memenangkan pertarungan dalam 12 ronde. Dia akhirnya menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya.

Setahun kemudian, kedua petinju ini bertemu lagi. Tepatnya 28 Juni 1997. Pertarungan untuk kali kedua ini memperebutkan gelar WBA.

Tapi pada pertandingan kedua, Tyson sangat emosional. Puncaknya pada ronde ketiga dia begitu marah karena terus mendapat serudukan dari Holyfield. Dia kemudian menggigit kuping Holyfield. Akibat ulahnya itu, Tyson diskors selama setahun dari bertinju dan didenda USD 3 juta.

Holyfield sendiri pernah pula mengalami situasi dua laga untuk lawan yang sama. Menang pada partai pertama lawan John Ruiz, dia kalah pada partai kedua.

Tentu gelanggang politik dan gelanggang olahraga tidak bisa disamakan. Tetapi, dalam pertarungan ulang, segala sesuatu bisa terjadi. Belum tentu yang menang di laga pertama bisa menang di laga kedua. (*.merdeka.com)

————

disari dari berbagai sumber (*.dbs)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia …

Olive Bendon | | 23 October 2014 | 03:53

Batik Tanpa Pakem …

Agung Han | | 23 October 2014 | 07:31

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Putri Presiden Jokowi Ikut Tes CPNS, Salah …

Djarwopapua | | 23 October 2014 | 14:08

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 4 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 10 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 10 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 12 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gesture …

Pm Susbandono | 7 jam lalu

Cerpen Hensa : Reuni Bersama Intan …

Hendro | 7 jam lalu

Yogyakarta, Mengapa Panas? …

Sayid Jumianto | 7 jam lalu

Geng ( Group Endel Nantang Gue ) …

Nurin Nazlah Maulid... | 7 jam lalu

(38) Skedul Kurikulum [2], Penerapan Sistem …

Tommy Junus Sarwan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: