Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jefri Hidayat

domisili di Sumbar, lajang, 30 tahun. Twitter @jefrineger

Sutan Syahrir Menginspirasi SBY (Bantuan IMF)

REP | 15 July 2012 | 02:46 Dibaca: 461   Komentar: 6   0

Diplomasi Syahrir menginspirasi SBY (Pro Kontra Bantuan IMF)

Rencana indonesia untuk membantu IMF senilai 9,3T menuai Pro Kontra berbagai elemen masyarakat dari respon positif sampai mencemooh tidakan tersebut, bahakan sikap reaktif ditunjukan Oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Setidaknya penolakan ini disampaikan oleh Koalisi Anti Utang (KAU), Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Indonesia for Global Justice (IGJ), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Indonesia Human Right Committee for Social Justice (IHCS), Relawan Peduli Demokrasi (REPDEM), Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI). Seperti yang dikutip detik Finance minggu lampau.

Alasan yang mereka kemukakan mulai dari pengambilan keputusan di IMF yang didominasi negara kaya,sampai dengan pencitraan SBY ditengah stuasi ekonomi dan kemiskinan Rakyat Indonesia. Namun ada pula yang mendukung untuk meningkatkan citra Indonesia di panggung Internasional yang dewasa ini berada dibawah bayang-bayang negara Asia tenggara seperti Singapura,malayasia dan Thailand.

Jika mundur beberapa puluh tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1947 ketika Perdana Mentri dijabat Sutan Syahrir. Syahrir ketika itu membatu India yang dilanda banjir bandang sehingga kekurangan pangan dan terancam kelaparan. Indonesia yang baru merdeka dan terpuruk ditengah kemiskinan dan kelaparan memberikan bantuan beras ratusan ribu ton kepada India, ahli sejarah menilai tindakan Syahrir tersebut merupakan Diplomasi paling cantik yang dimainkan oleh Bung kecil ini, karena memberitahukan dunia bahwa Indonesia itu ada.

Selain dari mengangkat Harkat Martabat bangsa Indonesia,tersebut tidak beberapa lama budi syahrir tersebut langsung dibalas oleh India, melalui Perdana Mentrinya Jawarhal Nehru. masih terekam oleh kita bahwa sejarah mengatakan bagaimana heroiknya Syahrir tidak membawa perbekalan apapun, berhasil meloloskan diri dari blokade Belanda yang dibantu Bitju Patnaij (ajudan Nehru) membawa Syahrir ke India.

Sampai di India Nehru memfasilatasi Syahrir melakukan perjalanan ke Mesir dan Inggris untuk menggalang kekuatan agar masalah Indonesia-Belanda menjadi masalah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dan Syahrir berhasil sampai di Maryland markas PBB ketika itu yang pada akhirnya memaksa PBB ikut campur menyelesaikan konflik Indonesia-Belanda,sebelumnya dianggap sebagai masalah Rumah Tangga Negaranya sendiri.

Perjalanan Syahrir dari kepungan Blokade Belanda dan berhasil duduk di sidang Dewan Keamanan PBB semuanya dibantu India,karena syahrir tidak mempunyai uang satu sen pun untuk keluar dari Indonesia. Bantuan India yang teramat besar ini disebabkan oleh kebijakan Syahrir yang mengirim bantuan Beras disaat India terancam kelaparan, India lah satu dari lima negara pertama yang mengakui kemerdekaan indonesia.

Terkait dengan kebijakan Sby yang menggelontorkan dana untuk membantu IMF merupakan Diplomasi tingkat tinggi, agar Citra Indonesia sejajar dalam pergaulan Internasional,lagian bukankah semua Agama menegaskan untuk membantu sesama,kenapa dianggap bantuan yang diberikan Indonesia sebagai beban.kita tak bisa menggaransi Indonesia tidak akan meminta bantuan Internasional. Banyaknya musibah yang melanda akhir-akhir ini semua tak pernah lepas dari bantuan asing,kenapa giliran Indonesia membantu semuanya pada ribut

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: