Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ipuma Yoka

ingin memberikan imformasi yang sebenar - benarnya

Kepolisian di Papua Menghormati Hari Pergerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM)

REP | 01 July 2012 | 05:01 Dibaca: 495   Komentar: 0   0

Hari demi hari negara Indonesia  menjajah bangsa Papua Barat melalui berbagai cara  kebiadaban.Berawal dari  integrasi Papua Barat kedalam bingkai NKERI tahun 1961 di lanjutkan dengan catat hukum “PEPERA 1969” illegal. Berbagai hal lain pembunuhan,pemerkosaan,penganiayaan,dan perampasan hak – hak orang Papua melalui kekerasan. Sampai saat ini pula kekerasan terus tak berhenti.

Terkait kekerasan diatas beribu – ribu Pidato Presiden SBY dari istana negara Jakarta mengatakan bahwa masyarakat Papua tidak akan mengijinkan kebebasan demokrasi  di tanah Papua. Demokrasi SBY saya akan puas ketika membangun demokrasi di tanah Papua dengan kejahatan.

Sudah nyata pembunuhan masyarakat Papua melalui koloni –koloninya dengan kekuatan senjata tetapi  koloni – koloninya juga menghargai hari besar perjungan bangsa Papua Barat  pada tanggal 1 juni setiap tahun dan pada khususnya tahun 1 Juni 2012. Inilah sala- satu cara proyek kenegaraan Indonesia untuk menghabiskan masyarakat Papua.

Melihat hari bersejarah  negara – negara  seluruh  dunia yang telah merdeka secara politik,hukum,sosial  dan HAM terutama hari besar  Tentara dan hari besar Polisi  telah ada sebelum kemerdekaan sebuah  bangsa.  Hari  - hari pergerakan itulah hari perjungan bangsa yang sejati. Contohnya hari besar bayangkara merupakan sebuah hari bersejarah yang telah ada sebelum kemerdekaan dengan tujuan  indonesia melayu harus merdeka.

hari jadi Bayangkara Papua Indonesia tidak merayakan” Negara – Negara dunia lain sudah menilai bahwa negara Indonesia menghargai hari jadinya pergerkan perjuangan Organisasi Papua Barat (OPM) dan polisi indonesia suda mendukung kemerdekaan bangsa Papua Barat.

Polisi negara Indonesia menghargai ,menghormati  hari lahirnya organisasi Papua merdeka (OPM). Hari besar bayangkara  yang telah ada sebelum  Indonesia merdeka  tidak ada artinya bagi pihak kepolisian yang bertugas di bangsa Papua Barat. Karena  dari tahun 1971 – 2012 pihak kepolisian indonesia yang bertugas di tanah Papua Barat suda 42 tahun tidak merayakan hari bayangkara tersebut. Mala mengurus menjaga keamanan hari perjungan OPM tersebut. Hari besar bayangkara tak laksanakan. Laksanakan juga tidak sesuai dengan tanggal terbentuk hari bayangkara.Hal lain lagi  mereka merasakan bahwa  mereka hidup di tanah Papua adalah illegal dan mereka  menghargai hari besar organisasi Papua Merdeka (OPM). Menganalogikan bahwa hari bayangkara di Tanah Papua Illegal.

Berbagai miliaran bentuk rupiah  yang di keluarkan dari negara untuk menjaga keutuhan NKRI mejadi sia – sia. Disana kelompok polisi Indonesia dan TNI transmigrasi bersama masyarakat Papua  merayakan hari besar organisasi Papua Merdeka (OPM) bersama – sama dengan kondisi baik dan aman. Dalam tekanan kejahatan penjajahan tetapi suda menghargai perjungan  bangsa Papua Barat. http://nasional.inilah.com/read/detail/1877573/amankan-hut-opm-polri-undur-hut-bhayangkara

Pemimpin negara indonesia terutama Polri dan TNI  stop mengarahkan anak buahya terutama anggota polisi maupun anggota TNI menjadikan budak pembunuh manusia Papua yang tak berdosa. Mereka tahu hukum agama yakni jangan membunuh manusia. Polda Papua suda menghargai hari jadi pergerakan bangsa Papua Barat  mala anak buahnya mengarahkan membunuh manusia. Itulah kepemimpinan penindasan terhadap anak buahnya dan mengarahkan neraka.

Kini tinggal negara indonesia mengakui kedaulatan bangsa Papua Barat secara utuh. Merdeka adalah hak segala bangsa maka penjajahan diatas bumi Cenderawasih Papua Barat dalam dokumen undang – undang republik Indonesia segera di hapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusian dan perikeadilan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Lebaran di Jerman dengan Salad …

Gitanyali Ratitia | | 29 July 2014 | 16:53

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta …

Tjiptadinata Effend... | | 29 July 2014 | 19:46


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: