Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Bart Mohamad

Seorang 'backpacker' yang berkelana di bumi Eropa

Perjanjian Potsdam Memisahkan Jerman

REP | 11 June 2012 | 22:14 Dibaca: 597   Komentar: 7   1

13394476611567635184

Bradenburg Gate di Potsdam (foto: BM)

Pertualangan saya ke Berlin adalah untuk melihat kehebatan sejarah bangsa Jerman. Saya naik pesawat Ryanair dari Bandara Stansted (STN) ke Bandara Berlin Schoenefeld (SXF). Tiket pesawat hanya £ 12 untuk perjalanan satu arah yaitu sekitar Rp175.000. Perjalanan pulang ke London adalah dari Bandara Frankfurt Hahn (HHN) yang juga saya peroleh dengan harga £ 12. Jadi perjalanan pulang pergi hanya Rp350.000. Petualangan saya kali ini melibatkan empat kota di Jerman yaitu Berlin, Potsdam, Hannover dan Frankfurt.

Setiba di Bandara Berlin Schoenfeld saya naik S-Bahn (S9) dan turun di Ostkruez untuk mengganti kereta S3 untuk ke hostel yang telah saya pesan. Sistem transportasi di Berlin hampir sama dengan kota-kota lain di Eropa. Di Berlin saja ada 3 jenis kereta yang berbeda yang di panggil S-Bahn, U-Bahn (Metro) dan tram. Hostel yang saya pesan juga tidak mahal yaitu € 9 per malam (Rp100.000). Saya dapati ‘cost of living’ di Jerman lebih murah dibandingkan kota Eropa lainnya seperti London, Dublin, Paris dan Barcelona. Bagi saya Berlin memberikan banyak pengalaman berharga. Sebelum ini saya hanya membaca dan menonton tentang kota ini tetapi akhirnya saya sampai juga ke sini untuk melihat sendiri kehebatanya.

Negara Jerman Bersatu menerapkan sistem pemerintahan federal (persekutuan) sama seperti Malaysia. Ada 16 negara bagian yang membentuk negara Jerman sekarang. Negara bagian dinamakan ‘Lander’ (negeri) memiliki otonomi dalam beberapa hal. 16 Lander dan ibukotanya di Jerman adalah Baden-Württemberg (Stuttgart), Bavaria (Munich), Berlin (Berlin), Brandenburg (Potsdam), Bremen (Bremen), Hamburg (Hamburg), Hesse (Wiesbaden), Mecklenburg-Vorpommern (Schwerin) , Lower Saxony (Hanover), North Rhine-Westphalia (Düsseldorf), Rhineland-Palatinate (Mainz), Saarland (Saarbrücken), Saxony (Dresden), Saxony-Anhalt (Magdeburg), Schleswig-Holstein (Kiel), dan Thuringia (Erfurt ). Setiap Lander dipimpin oleh Minister-President yang dipilih dikalangan anggota Landtag yang menang dalam pemilihan. Ia mungkin sama level dengan Gubernur di tingkat propinsi. Tetapi bedanya Minister-President di pilih dikalangan anggota Landtag tetapi Gubernur di Indonesia dipilih langsung oleh rakyat. Bagi negara-negara lain Minister-President ini sama tingkat dengan Chief Minister (Malaysia) dan First Minister (Skotlandia). Di tingkat Federal pula kepala negara di panggil Chansellor yang setara dengan perdana menteri.

13394477261041415724

Potsdam Town Hall (Foto: BM)

Petualangan saya kali ini melintasi 4 buah Lander yaitu dimulai di Berlin, Brandenburg (Potsdam), Lower Saxony (Hanover) dan Hesse (Frankfurt). Saya telah menulis pada seri pertama tentang Tembok Berlin yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat yang telah runtuh pada tahun 1989 akibat perubahan radikal iklim politik kedua negara. Tetapi tahukah Anda perpisahan Jerman ini terjadi pada tahun 1945 di Potsdam yang dinamakan Perjanjian Potsdam. Saya sempat ke Potsdam dengan naik S-Bahn yang memakan waktu sekitar 30 menit dari kota Berlin. Potsdam terletak di Berlin Timur dan disinilah tiga kuasa dunia saat itu UK, US dan Uni Soviet membuat keputusan tentang masa depan Jerman.

Kota Potdams adalah ibukota untuk negara bagian Brandenburg. Disinilah konferensi Potsdam diselenggarakan dari 17 Juli sampai 2 Augustus 1945 untuk membicarakan bentuk negara Jerman setelah perang. Selain mendiskusikan masa depan Jerman, dalam konferensi yang sama juga telah ditandatanganinya Deklarasi Potsdam pada 26 Juli 1945 untuk menentukan masa depan Jepang jika mereka tidak menyerah dalam Perang Dunia Kedua. Deklarasi Potsdam di sepakati oleh 3 orang kepala negara yaitu Chiang Kai Shek (Cina), Truman (Presiden Amerika) dan Churchill (Perdana Menteri UK). Karena keengganan Jepang menyerah telah menyebabkan bom atom digugurkan di Hiroshima pada 6 Augustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Augustus 1945. Akhirnya Kaisar Hirohito telah mengaku kalah.

Manakala bagi Konferensi Potsdam, selain Truman (Amerika) dan Churchill (UK), kepala negara USSR, Stalin juga turut terlibat. Dalam perjanjian itu wilayah Jerman telah diletakkan di bawah 4 kuasa dunia yaitu Uni Soviet di sebelah timur, United Kingdom di sebelah Utara, Amerika di bagian tenggara dan Perancis di bagian barat. Kemudian wilayah yang diduduki oleh UK, Amerika dan Perancis membentuk negara Jerman Barat pada tahun 1949. Apa yang mengherankan wilayah Berlin yang terletak ditengah-tengah negara Jerman Timur dibagi lagi kepada dua yaitu Berlin Timur (milik Jerman Timur) dan Berlin Barat (milik Jerman Barat). Dari segi pemerintahan dan urusan ekonomi, agak sulit untuk Berlin Barat untuk berkembang karena terpisah dengan Lander lain di Jerman Barat. Tetapi itulah hakikat yang harus diterima oleh warga Jerman untuk periode 45 tahun setelah Perjanjian Potsdam.

Konferensi Potsdam diselenggarakan Schloss Cecilienhof yaitu istana milik Pangeran Kerajaan Prusia. Akibat dari perjanjian itu, negara Jerman telah terpecah dan warga mereka seperti kehilangan arah. Tetapi disiplin dan kerja keras mereka telah menjadikan Jerman sebuah negara yang maju dan disegani. Sejarah lampau telah menjadikan mereka sebuah bangsa yang berani dan harus dijadikan inspirasi kita untuk terus maju.

1339447776233974212

Sanssouci Palace ialah istana rasmi Kerajaan Prussia (Foto: BM)

13394478881861203370

New Palace kerajaan Prussia dan sekarang University of Potsdam (Foto: BM)

13394479641797827704

Gereja St Nicholas (Foto: BM)

13394480051106686633

Museum Film Potsdam (Foto: BM)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: