Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Victor Agustino

Mahasiswa Untirta

Mewawancarai Anggota DPRD

REP | 08 June 2012 | 18:54 Dibaca: 205   Komentar: 6   1

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Politik, saya mencoba untuk mewawancarai salah seorang anggota dewan DPRD. Berbekal surat permohonan ijin dari fakultas, saya dan keempat teman saya mencoba untuk mendatangi kantor DPRD Kabupaten Serang, Banten. Sesampainya kami di depan gedung DPRD, terlihat ada sekumpukan besar pendemo yang bersiap – siap mendatangi gerbang DPRD. Setelah saya bertanya kepada salah seorang pendemo, ternyata demo tersebut terkait perusahaan tambang pasir yang mencemari sungai Cibanten. Kami pun bingung untuk masuk ke kantor DPRD. Setelah memberanikan diri bertanya ke salah seorang polisi, kami disarankan untuk masuk lewat pintu belakang.

Saat kami masuk gerbang, terlihat para pegawai sedang sibuk dengan kegiatannya tanpa memperdulikan demonstrasi yang terjadi di depan kantor DPRD. Setelah kami masuk ke gedung DPRD melalui pintu belakang, suasana mulai hening. Ternyata, suara demonstrasi tidak terdengar di dalam gedung. Saya menjadi yakin bahwa para anggota dewan sama sekali tidak terganggu dengan adanya demonstrasi. Kemudian kami bertanya ke salah seorang staff bagaimana caranya untuk bisa mewawancarai anggota dewan. Lalu kami diarahkan ke bagian umum. Setelah menyerahkan surat dan melengkapi informasi lainnya, kami disuruh menunggu disposisi dan persetujuan ketua DPRD.

Sebelum pulang, kami berfoto – foto di sekitar DPRD. Tidak ada seorang pun yang bertanya atau menyapa. Seakan – akan kantor DPRD seperti ruang public yang senantiasa dapat dimasuki siapapun.

Tiga hari berlalu tanpa ada pemberitahuan. Lalu kam mencoba datang kembali. Saat kami bertanya, kami disuruh menunggu kembali karena belum disetujui oleh ketua. Salah seorang teman kami menyarankan untuk menghubungi salah seorang anggota dewan komisi 1. Setelah kami hubungi, kami disuruh langsung datang. Saat kami masuk ke ruang komisi 1, kami dijelaskan bahwa jika ingin wawancara di DPRD langsung ke anggota yang dituju, tidak perlu ke bagian umum. Kemudian pada hari itu juga, kami berpencar mencari anggota dewan. Dua orang teman saya telah langsung bertemu dan wawancara. Karena tema wawancara saya adalah tata ruang di kab. Serang maka saya langsung menuju komisi 4. Namun, saya tidak menemukan satupun anggota dewan komisi 4. Kata staffnya, mereka sedang studi banding dan saya disarankan untuk datang hari senin sebelum rapat paripurna jam 13.00.

Saya datang untuk keempat kalinya ke DPRD. Jam 10.20 dan ruang komisi 4 terlihat sepi. Kemudian saya bertanya kepada salah seorang staff dan ia berkata hanya ada ketua komisi 4 kemudian saya memberanikan diri untuk meminta wawancara. Tak disangka beliau menerima dengan baik dan tanpa bertele – tele mempesilahkan saya untuk langsung bertanya. Saat wawancara, beliau menjawab setiap pertanyaan saya dengan baik dan cenderung membatasi jawaban sesuai kewenangannya. Saat itu saya merasa benar – benar sedang mewawancarai seorang ahli politik. Setelah wawancara, saya meminta tanda tangan beliau dan juga berfoto dengan beliau sebagai bukti telah wawancara.

Ternyata masuk ke kantor DPRD begitu mudah dan disposisi serta persetujuan dari ketua tidaklah penting. Dengan langsung masuk ke ruangan dan meminta wawancara, saat itu juga kita dapat langsung mewawancara anggota dewan DPRD. ( Victor A. / FISIP Ilmu komunikasi Untirta / Komunikasi Politik )

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 5 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 7 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Daffa (2thn) Atlit Cilik Taekwondo …

Muhammad Samin | 7 jam lalu

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | 8 jam lalu

Anak Muda Haruskah Dipaksa? …

Majawati Oen | 8 jam lalu

Gigi berlubang Pada Balita …

Max Andrew Ohandi | 8 jam lalu

Sosialisasi Khas Warung Kopi …

Ade Novit | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: