Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Muhammad Wislan Arif

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, selengkapnya

“7 Jangan” Pilih Calon Presiden RI 2014

OPINI | 08 June 2012 | 19:35 Dibaca: 1696   Komentar: 9   4

1339140715688343346

Dari pengalaman Pemilu Legislatif dan Presiden RI — ternyata Rakyat tidak mendapatkan Tokoh-tokoh Pemimpin Nasional yang mumpuni melaksanakan Management dan Amanat tugas dan kewajibannya — bahkan Aset dan APBN (APBD) tersia-sia dikorupsi secara sistematis. Presiden RI Susilo sepertinya tidak berdaya melaksanakan Amanat Reformasi secara managerial.

Periode 2009 – 2014 NKRI tampaknya rugi total. Rakyat kecele. Koruptor dan Budaya Korupsi merajalela.

Ini ada kesempatan Rakyat mempersiapkan diri untuk maju menggunakan Hak Piliknya dengan cerdas dan jitu. Terutama dalam menentukan pilihan terhadap Calon Presiden RI dan Wakilnya. Karena merekalah yang akan menjadi Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan — semua fungsi Negara sangat tergantung pada Kemampuan Managerial. Kepeloporan dan Integritas mereka.

Maka, Jangan Pilih Calon Presiden (2014-2019):

  1. Jenderal TNI atau Polisi yang tidak pernah memenangkan Perang atau Penegakkan Hukum yang teruji integritasnya , atau Kariernya naik karena pertimbangan Waktu dan Urutan senioritas semata.
  2. Jangan Pilih Politisi, yang Ide dan Gagasan Kenegarawan-nya tidak bisa dirunut dalam karya tulisan dan jejak karier di dalam masyarakat.
  3. Jangan pilih Birokrat yang jenjang kenaikan pangkatnya berindikasi KKN, tidak mempunyai track-record yang prima dalam Kecerdasan, Pengetahuan dan Integritas.
  4. Jangan pilih siapa pun dia yang mempunyai kaitan kekeluargaan dengan bekas presiden,menteri, pejabat TNI/Kepolisian, Birokrat, atau Jabatan Apa pun dalam Partai Politik dan Birokrasi — yang berindikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, baik yang telah divonis Pengadilan atau pun belum.
  5. Jangan pilih siapa pun yang tidak jelas Kecerdasan, Pengetahuan, Ke-pemimpinan Managerial, Kepeloporan dan Kejujurannya di dalam Masyarakat. Apalagi mereka-mereka yang tidak cerdas terhadap masalah Ketahanan Nasional dan Ancaman Narkotika
  6. Yang tidak jelas gagasan dan sikapnya terhadap Konstitusi, Undang-undang Dasar 1945 Amandemen, Pelaksanaan Falsafah Negara Pancasila dan Kesadaran Hukum.
  7. Yang tidak jelas gagasan dan sikapnya terhadap pelaksanaan Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Politik, dan Amanat Reformasi 1998 — serta Pengembangan Kebudayaan Indonesia yang progresif, terutama yang berbasiskan Pendidikan Nasional yang menjamin Ketahanan Nasional di Masa Depan.

Untuk Jusuf Kalla dan Jenderal Prabowo — mulai saat ini tunjukkan Kemampuan dan Kecerdasan Gagasan anda mengenai ke-7 hal di atas. Kesempatan anda untuk membuktikan diri sebagai Calon Presiden RI yang potensial.

Bagaimana Aburizal Bakrie dan Surya Paloh ? Apakah anda mampu menjabarkan dan merumuskan Ide dan Gagasan mengenai ke-7 hal di atas dalam masa 2012 sampai pencalonan Pilpres 2014 ? Silahkan Rakyat ingin menilai Kemampuan anda di luar masalah Bisnis dan Politik Praktis — Rakyat ingin menilai anda sebagai Negarawan.

Hai, para Cendekiawan dan Politisi muda (termasuk para Ahli Hukum, Pengamat Ekonomi, Pengamat Sosial Politik , Pengamat Hukum-Ideologi, Mahasiswa dan Jurnalis) yang berumur di bawah 55 tahun. Tampillah dengan Ide dan Gagasan yang Konstitusional dan Cerdas mulai sekarang — anda-anda adalah calon-calon Presiden RI harapan bangsa. Kembangkan ke-7 butir di atas, jadilah Pemuda Pelopor yang progresif, yang revolusioner, penggagas ideologis dan konstitusional.

Calon-calon yang kini diperkirakan (Hasil survey dan pooling), sebahagian besar adalah bakal-calon yang minus potensi, dan hanya bayangan masa lalu yang gagal.

Jangan pilih Orang-orang Gagal yang tidak ber-kompetensi memimpin Bangsa yang besar ini, yang penuh potensi koruptif dan kemunduran.

(Bahan dan inspirasi Harian Kompas 07/06)

[MWA] (Karikatur Sospol -67)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 9 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 10 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 10 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Menerobos Batas Kelam …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Nangkring Cantik: I am Beautifull …

Elisa Koraag | 8 jam lalu

Wanita dalam Sebuah Keluarga …

Aulia Fitrotul | 8 jam lalu

Mama, Pak Melmi Masuk TV …

Cay Cay | 8 jam lalu

Teman Datang saat Butuh Saja? …

Ois Meyta Rahayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: