Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Djohan Suryana

Hobby : membaca, menulis, nonton bioskop dan DVD, mengisi TTS dan Sudoku. Anggota Paguyuban FEUI Angkatan 1959

JK Capres Nasdem ?

OPINI | 23 May 2012 | 03:51 Dibaca: 441   Komentar: 3   0

Seperti yang diungkapkan oleh Kompas 23/5/2012 daftar sementara calon presiden (capres) saat ini ada 6 orang, yaitu Aburizal Bakrie (ABR), Hatta Rajasa, Ani Yudhoyono, Jusuf Kalla (JK), Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. Tokoh lainnya belum muncul atau belum  dimunculkan. Tampaknya tidak terdapat tokoh dari generasi muda yang mencalonkan diri atau berani dicalonkan oleh partai politik.

Yang menarik adalah pernyataan dari ARB yang secara terang-terangan sudah mencanangkan bahwa ia menginginkan wakil presiden dari suku Jawa, suku yang paling besar di Indonesia. Karena katanya, ia berasal dari suku bangsa kecil (suku Lampung ?) sehingga bila berpadanan dengan orang Jawa maka akan lebih nyaman. Sukuisme yang dikemukakannya sungguh di luar dugaan. Rupanya ARB masih menganut kesukuan, tidak lagi berpijak kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seandainya ia terpilih jadi presiden, maka perbedaan suku akan lebih menonjol dibandingkan pluralisme yang menjadi anutan kita semua.

Ani Yudhoyono, tidak akan dicalonkan oleh Partai Demokrat (PD) karena Ketua Dewan Pembinanya, SBY, yang notabene adalah suami Ani Yudhoyono, sudah jauh-jauh hari menyatakan bahwa PD tidak menganut nepotisme. Padahal, saat ini PD tidak punya kader yang patut diandalkan untuk jadi capres. Kader-kader mudanya terlibat dalam kasus korupsi yang masih terus bergulir. Dibantah sekuat apapun, opini publik sudah terlanjur menjatuhkan vonis yang mematikan terhadap karir politik Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

Tetapi, pernyataan SBY, masih ada tetapinya. Ani Yudhoyono tidak akan dicalonkan oleh PD, kecuali kalau rakyat menghendakinya. Rakyat yang dimaksud tentu adalah “rakyat”  PD alias kader-kadernya. Jadi tidak tertutup kemungkinan nanti Ani Yudhoyono akan jadi capres definitif PD sebab tampaknya hanya ia yang layak “jual”. Dan dukungan kader-kader PD pasti akan semakin santer sehingga akan membuat SBY “tidak berdaya” untuk menolaknya.

Dan Jusuf Kalla (JK) sambil tersenyum simpul juga menyatakan kalimat yang sama. “Saya tidak berambisi jadi presiden, tetapi tidak akan menolak kalau rakyat menghendakinya ….” Nah, sekarang kendaraan apa yang akan digunakannya ? Golkar pasti tidak mungkin, sebab disana sudah ada ABR. PD juga tidak mungkin melamarnya karena sejak awal SBY dan JK sudah tidak cocok “chemistry” nya.

Satu-satunya dan hanya satu-satunya yang paling cocok adalah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di bawah pimpinan Surya Paloh. Surya Paloh adalah pentolan Golkar yang cukup berpengaruh. Di samping itu,  Nasdem merupakan sempalan Golkar sehingga terdapat  banyak tokoh dan kader Golkar didalamnya. Bahkan, ada isu akan banyak lagi kader Golkar yang hijrah ke Nasdem sebab kurang menyukai kepemimpinan ABR, katanya.

Apakah nanti JK akan jadi presiden atau tidak, itu masih dipertanyakan. Tetapi, apabila dilakukan persiapan yang lebih matang sejak jauh-jauh hari, setidak-tidaknya sudah menang waktu, dibandingkan dengan PD, misalnya, yang baru akan menetapkan capresnya pada tahun 2013. Mungkin sekarang JK sudah lebih siap menjadi presiden karena telah memiliki pengalaman sebagai wakil presiden selama 5 tahun sebelumnya. Ia tidak akan grasa-grusu lagi. Ia juga tidak akan tergesa-gesa mementingkan urusan bisnisnya karena sorotan masyarakat sudah demikian tajam, yang salah-salah bisa menjatuhkan citranya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 4 jam lalu

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 14 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Arie Keriting Ditantang Presentasi …

Andi Bunga Tongeng | 8 jam lalu

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Berat dan Ringan itu Relatif dalam Bekerja …

Eko Junaidi Salam | 9 jam lalu

Jika Sulit Memberi, Mari Berbagi …

Saumiman Saud | 9 jam lalu

Jadwal 16 Besar Asian Games 2014 …

Abd. Ghofar Al Amin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: