Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Annobapakeadil

just a simple man, usia 30-an, mencari manfaat dan berusaha memberi manfaat melalui tulisan walaupun selengkapnya

Indonesia Tidak Berdaulat Lagi

REP | 21 May 2012 | 09:05 Dibaca: 737   Komentar: 54   7

Bangun tidur Anda minum apa? Aqua? (74% sahamnya milik Danone, Perancis) atau Teh Sariwangi (100% milik Unilever, Inggris) atau minum susu SGM (82% sahamnya dikuasai Numico, Belanda).

Lalu, mandi pakai Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).

Sarapan, berasnya impor dari Thailand.

Santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% sahamnya milik Philip Morris, USA).

Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa, tinggal pilih.

Sampai kantor, pakai komputer, telepon seluler (operator semuanya milik asing).

Masih bangga jadi orang Indonesia?

Cuma koruptornya saja yang asli Indonesia.

Sedih kan?

*******

Petikan di atas saya ambil dari tulisan pada harian terkemuka di Jawa Barat, PIKIRAN RAKYAT, edisi hari ini yang berjudul Indonesia Sudah Tidak Berdaulat oleh H Mangarahon.

Sangat sedih dan miris membacanya.

Ketika saya buka lagi literatur dan arsip-arsip sejarah, saya berkesimpulan bahwa Bung Karno tentu akan marah besar melihat Ketidakberdaulatan Indonesia seperti yang terlihat sekarang ini. Bung Karno yang terkenal anti Penanaman Modal Asing (PMA) justru sangat getol menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing.

Ketidakberdaulatan Indonesia ternyata dimulai sejak awal rezim Orde Baru berkuasa, yaitu saat disahkannya UU No.1/1967 tentang PMA. Sejak saat itu, satu per satu perusahaan asing ditandatangani kontraknya oleh penguasa untuk mengeksplorasi kekayaan alam nusantara.

Kini tepat 14 tahun setelah rezim Orde Baru tumbang, ketidakberdaulatan Indonesia masih terjadi, malah semakin tidak berdaulat.

Kenyataan yang sangat memprihatinkan.

*******

+ Indonesia, aku masih bersamamu

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 9 jam lalu

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 15 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 15 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 18 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 22 jam lalu


HIGHLIGHT

Daun Ilalang Publishing (Kembali) Menggeliat …

Rumahkayu | 9 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Kebahagiaan Termurah, Termudah dan Bisa …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Mengajari Anak Siap Kalah sejak Dini …

Daniel Yonathan Mis... | 9 jam lalu

Anak Kami Tak Diakui Kemdikbud (?) …

Nino Histiraludin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: