Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Kita & Anggota DPR, Materi Stand Up Comedy

OPINI | 21 April 2012 | 21:39 Dibaca: 2147   Komentar: 0   0

Selamat malam semuanya.

Sebelumnya kita kasih applause terlebih dulu buat acara ini, stand up comedy.

Perkenalkan, nama saya Rio Nisafa.

Adakah penonton di sini yang anggota DPR ? Saya rasa tidak! Karena stand up comedy ini termasuk dalam tontonan cerdas.

Lagi pula stand up itu beda banget dengan talkshow “Indonesian Liar Club” yang sering mereka ikuti.

Namun begitu, anggota dewan itu punya sense humor yang tinggi. Beneran. Saat rakyat susah karena jembatan rubuh mereka berencana bangun gedung baru seharga 1,8 trilyun. Uniknya, gedung baru itu didesain seperti huruf “U” terbalik. Saya curiga, huruf “U” tersebut berarti Uang.

Yang paling lucu, ketika mereka akan renovasi toilet senilai 2 milyar. Uang semua itu, bukan daun, kayak di film sundel bolong.

Di amerika serikat, konggres punya perpustakaan terbaik di dunia. Sedangkan DPR kita akan punya toilet terbaik, gak cuma di dunia, tapi juga di ahkerat. Mungkin anggota dewan kita, sebelum sidang, kayaknya nongkrong dulu di toilet. Mikir “kapan ada sea games lagi ya? Kapan dapat jatah apel malang dan apel washington? Kapan kebagian cek pelawat?”

Senator di amerika sana, sebelum membuat kebijakan merasa perlu untuk mengetahui banyak hal. Otak mereka perlu mendapat banyak input. Makanya mereka punya perpustakaan. Sedangkandi sini, jangan-jangan otak mereka ada di sini. (sambil nunjuk pantat). Karena toilet selalu berhubungan dengan ini (nunjuk pantat lagi).

Namun begitu, tetap harus kita akui, bahwa anggota dewan kita masih sempat berpikir mengenai etika politik… sampai-sampai mereka perlu studi banding ke parlemen Yunani. Ketika di yunani, salah seorang anggota DPR kita bertanya : “Bisa sebutkan salah satu contoh pelanggaran etika politik”  Tanpa berpikir lama, anggota parlemen yunani menjawab “kedatangan anda ke sini… itu contoh nyata pelanggaran etika politik!”

Bagaimana mungkin anggota dewan kita belajar ke sebuah negara yang tingkat korupsinya terbilang tinggi di Benua Eropa. Ekonominya sudah ancur di mata anggota Uni Eropa. Bahkan hampir dibilang negara gagal. Lalu ngapain harus studi banding kesana. Ngapain ?

Itu ibaratnya kita ke dukun, minta pesugihan. Dukunnya ajah masih pake celana kolor item, kok kita minta ajian pengen kaya. nah klo dukunnya udah punya gaji gede, tunjangan komunikasi banyak, punya pin khusus, sering studi banding ke luar negeri, punya fasilitas kamar mandi mewah di gedung megah… baru kita percaya kilo dukun itu emang kaya …… eh, kita ngomongin dukun apa anggota dewan lagi sih ??

Kembali ke gedung DPR, tapi gedung yang lama. Gedung yang warna ijo itu difilosofikan sebagai sayap garuda yang gagah merentang. wah… kesannya gagah sekali. Namun kayaknya anggota dewan kita sekarang melihatnya kayak Bra atau Beha, sesuatu yang mesum …. Buktinya ada anggota dewan yang ketanggap basah nonton film bokep di saat sidang. Jaman dulu lagi ada anggota dewan yang ketanggap video lagi mesum sama penyanyi dangdut. Duh… yang salah siapa sih, yang bangun gedung atau isi otak orang yang ada di sana ??

Kepada seluruh audience di sini, juga Rakyat Indonesia…. Ingat kalian akan masuk neraka 2 kali. Pertama, ketika kita dibakar di neraka karena dosa kita. Nah saat mo masuk surga, setelah keluar dari neraka, ada malaikat datang  bersama anggota dewan…. “malaikat, saya ini anggota dewan, dan saya mengunakan uang negara untuk memupuk kekayaan pribadi, jalan-jalan ke laur negeri, bagi-bagi anggaran, proyek sana-sini…. tetapi saya menjadi anggota dewan, karena saya dipilih sama orang ini”

Mendengar keterangan itu, malaikat akhirnya mejebloskan kita lagi, rakyat indonesia masuk kembali ke neraka. 2 kali masuk neraka. Huhhh….

Oke terima kasih,

Saya Rio Nisafa, selamat malam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 9 jam lalu

Psikologi Freud dalam Penarikan Diri Prabowo …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Ke Mana Sebaiknya PKS Pascapilpres? …

Aceng Imam | 11 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: