Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jokowi Didukung Partai Demokrat!

OPINI | 14 March 2012 | 23:15 Dibaca: 599   Komentar: 15   1

Partai Demokrat yang sudah diambang kehancuran akan memakai momen pemilihan Gubernur DKI Jakarta sebagai sarana pemulihan citra. Mengusung Jokowi adalah pilihan paling bijak dan brilyan dari seorang SBY. Walaupun SBY, maaf, seorang yang plin plan dan peragu, tetap saja beliau lebih cerdas dari Ketua Partai PDI-Perjuangan. Apalagi bila dibandingkan TK.

Tentu masih segar dalam ingatan kita bahwa orang yang dihina TK ini, yaitu SBY, malah menjadi presiden. Dan TK sekarang menghina Jokowi yang manganggap mencari pekerjaan sebagai gubernur. Semoga Jokowi beneran menjadi gubernur. Mungkinkah? Tetapi tentu saja akan banyak hal yang tidak terduga. Tidak tegasnya Partai Demokrat sampai saat ini dalam mengusung Foke secara resmi menjadi semacam pertanda.

Maukah Jokowi menjadi calon gubernur dari Partai Demokrat? Menurut saya beliau akan bersedia bila Partai Demokrat meminta beliau maju untuk kepentingan bangsa. Bukan kepentingan Partai Demokrat. Dan saya yakin jokowi akan tetap mengaku sebagai kader walaupun tidak akan membantu PDI-Perjuangan. Karena menjaga perasaan Partai Demokrat. Dan semua masyarakat sebenarnya akan bisa menilai, partai mana yang mengusung jokowi.

Pemilihan Dahlan Iskan yang merupakan keputusan terbaik yang diambil SBY tampaknya akan menjadi semacam dasar pengambilan kebijakan partai kedepan. Memilih orang terbaik. Apalagi secara ideologi, secara kepribadian dan tabiat, Jokowi dan SBY memiliki kemiripan. Walaupun berbeda dalam kualitas pengambilan keputusan dan implementasinya. Tetapi perbedaan itu malah menjadi keuntungan semua pihak. Jokowi dipilih, dan SBY mendapat kredit atau penghormatan akan pemilihan brilyan Gubernur Jakarta.

Kemungkinan besar, Wakil Gubernur jakarta akan dipilih dari internal Partai Demokrat. Ini menjadi modal terbesar Partai Demokrat dalam memenangkan setidaknya mempertahankan jumlah kursi di pemilu mendatang. Dan sesuai yang kita duga, PDI-Perjuangan akan semakin hancur karena sikap mereka yang tidak menghargai kader partai sendiri. Untuk apakah menjadi kader partai kalau mereka tidak di percaya, bahkan partai lebih memberi kesempatan kepada tokoh diluar partai? Untuk apa mereka kerja dilapangan dan kampanye untuk partai kalau yang menikmati malah orang lain? Mana ideologisnya? Mana keberpihakannya?

Kalau partai memperlakukan kader mereka sendiri seperti itu, bagaimana rakyat melihat partai akan membela rakyat? Ini adalah omong kosong! Nanti kalau ada investor kasih duit, bumi Indonesia akan dijual. Mungkin itu yang akan terjadi. Jadi sangat sulit buat partai menarik simpati kader. Apalagi simpati rakyat. Mereka malah akan melihat bahwa Partai Demokrat lebih memperhatikan kepentingan rakyat diatas kepentiang partai. Dengan melihat Partai Demokrat memilih Jokowi dibanding Foke yang adalah kader sendiri. Kecuali bahwa Foke memang lebih baik dari Jokowi, maka ini adalah blunder Partai Demokrat.

Jokowi sudah di Fit and proper test partai. Sedangkan foke tidak. Bagaimana mungkin mereka menghancurkan mekanisme partai demi Foke? Juga diluar sudah tersiar kabar gerindra bersedia mengusung Jokowi. Kenapa PDI-Perjuangan malah lari ke foke? Apakah yang diberikan Foke kepada partai? Apakah Foke memberi citra baik kepada PDI-Perjuangan dibanding Jokowi? Sungguh tidak bisa dinalar.

Memilih Jokowi adalah pilihan rasional terbaik. Jokowi sudah membuktikan keberhasilannya walaupun di Solo. Tetapi Foke yang sudah jelas tidak ada prestasi tentu adalah sebuah kesalahan kalau dipercaya memimpin jakarta 5 tahun kedepan. Jokowi 50-50 peluangnya berhasil di jakarta. Dibanding Foke yang 0-100 peluangnya. Kita sudah melihat bukti selama hampir 5 tahun kebelakang. Untuk pendukung Foke, maaf. Kecuali anda bisa membeberkan keberhasilan foke selama ini. Karena tidak ada media yang mengulas keberhasilan Foke ini. Atau mungkin saya yang tidak melihat. Beda dengan jokowi yang setiap berita menampilkan keberhasilan dan bukti nyata kemajuan Kota Solo.

Mari kita dukung Jokowi untuk Jakarta. Saya yakin ini adalah pilihan terbaik yang Partai Demokrat miliki. Dan sekali lagi SBY memilih sesuatu yang benar seperti pilihan beliau terhadap Dahlan Iskan. Pilihan benar diantar banyak kesalahan memilih. Mari kita tunggu keputusan resmi Partai Demokrat dalam waktu dekat.

Woi!!!! bangun!! Jangan mimpi terus woi!!!!

NB. Siapa tahu hal ini membuka mata Partai Demokrat atau PDI-Perjuangan. Yah, siapa tahu…. siapa tahu..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 10 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 11 jam lalu

Psikologi Freud dalam Penarikan Diri Prabowo …

Sono Rumekso | 13 jam lalu

Ke Mana Sebaiknya PKS Pascapilpres? …

Aceng Imam | 13 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: