
Dibaca: 216
Komentar: 2
Nihil
Pak SBY mungkin menjadi orang yang paling kecewa saat ini. Bagaimana tidak, partai yang didirikan dengan inisiatifnya sendiri dan sekarang sudah menjadi partai yang besar secara perlahan digerogoti oleh anak buahnya sendiri.
Bisa diibaratkan perasaan dari seorang SBY sekarang ini mungkin hampir sama dengan perasaan orangtua yang telah didurhakai anaknya sendiri dan telah dibuat malu oleh anaknya sendiri. Kader-kader dari partai demokrat sekarang tak ubahnya anak-anak nakal yang sudah tidak lagi mendengarkan apa kata orangtua mereka. Mereka dengan sesuka hati mereka berbuat hal-hal yang bertentangan dengan kode etik partai. Yang sudah terlanjur berbuat ulah dengan lantang menyeret kader lain yang terlibat, sedangkan yang mengklaim dirinya bersih berlomba-lomba memberikan statmen di media tentang pembelaan dirnya.
Mereka seolah-olah telah berjalan dengan kehendak masing-masing. Bayangkan, orangtua mana yang tidak merasa kecewa apabila anak-anak mereka yang sudah diberi kepercayaan untuk meneruskan cita-citanya malah mereka menghancurkannya. Tetapi masalah seperti ini apabila kita tarik persamaan seperti masalah dalam keluarga, biasanya juga berawal dari kurang tegasnya orangtua dalam mendidik anak-anak mereka. Dan hal ini pun terlihat dari kasus ini, sosok SBY sekarang ini bisa dikatakan kurang tegas dalam bersikap sehingga membuat anak buahnya menjadi seperti ini
Jika dilihat memag begitu memprihatinkan nasib partai demokrat ini, partai besar ini sekarang sudah bisa dikatatakan berada dititik nadir. Seiring semakin jatuhnya partai, akan selalu berbanding lurus dengan tingkat kekecewaan sang founding father.