
Menulis dan bertanyalah karena itu tanda kita berpikir
Dibaca: 282
Komentar: 0
1 dari 1 Kompasianer menilai aktual
Derasnya permintaan turun untuk Anas karena permasalahan sangkaan korupsi sudah demikian kencang. Berbagai “pasir penghalang” yang sudah disiapkan tidak kuasa menahan arus mulai dari rekayasa kabur Nazaruddin sampai dijadikannya tersangka Angelina Sondakh. Sampai-sampai diperlukan seorang presiden dan ketua partai SBY untuk menjadi bamper bagi “mutiara” partai Demokrat ini. Sangggupkah arus tersebut dihentikan?
Melihat lebih jauhterhadap kasus tersebut, permasalahan utama bagi bangsa Indonesia adalah bukan sekedar Anas Mundur dan dihukum (jika nantinya terbukti sebagai tersangka) . Namun adalah bagaimana kita menentukan pondasi moral dan hukum bangsa kita. Apa maksudnya?
Kita kebelakang sebentar…Sejarah masa lalu Soeharto bisa dijadikan rujukan. Saat menjadi pimpinan Pangdam Diponegoro, Dia tersangkut permasalahan korupsi dengan Mr. Liem yang bisa mengakibatkan hancur karirnya di kemiliteran dan ketokohan nasional. Namun dengan dalih dia pintar, santun , dan berprestasi beberapa petinggi tentara melindungi sehingga singkat cerita karirnyapun terselamatkan.
Dan kita semuapun tahu, Soeharto akhirnya menjadi presiden (paling kontroversial di negara kita dimana Dia mendapatkan kekuasaan dengan intrik dan dijatuhkan oleh rakyat dengan cara sebaliknya). Kitapun tahu dibalik semua kepintaran dan kesantunan Seoharto memimipin selama 35 tahun, “handicap” utama dan paling merusak bangsa ini adalah sifat permisifnya terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme. Berdasar pengalaman masa lalunya, Soeharto mengganggap hal tersebut bukan sebagai masalah besar. Akhirnya kitapun sampai sekarang merasakan akibatnya semua pogram yang berkaitan dengan negara di republik tercinta tersandera oleh karekter negatif tersebut. Mulai dari bikin KTP, urus paspor, perpanjangan nomer kendaraan, buat SIM, urusan pengadilan, pengajuan anggaran DPR, pelaksanaan program pemerintah hampir tidak ada yang luput dari yang namanya KKN.
Nah …kembali ke Anas. ..Kalau mau jujur, diantara tokoh muda yang berpacu menjadi kandidat penguasa negeri ini, Anas-lah yang berada pada posisi paling depan. Karir di KPU, anggota DPR, Ketua Fraksi, sampai puncaknya Ketua Umum Partai terbesar pada usia 42 tahun!!!! so…Kalau tidak ada halangan yang berarati posisi RI-1 hanyalah masalah waktu bagi mantan Ketua HMI yang santun dan pintar ini.
Akhirnya… saat ini kasus Wisma Atlet yang berpotensi melibatkan Anas masih berlangsung..tapi adalah tugas kita semua untuk menentukan (calon) pimpinan bangsa ini memiliki karakter positif demi anak cucu kita.