Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fachrur Muhammad

Pencinta Seni, Independen

Dampak Sistem Neoliberalisme

OPINI | 07 February 2012 | 20:44 Dibaca: 394   Komentar: 1   0

Istilah neoliberalisme memang sudah tidak asing lagi bagi kita, paham neoliberalisme awal mulanya dari diskursus yang dikembangkan oleh para pakar ekonomi yang berada di washington DC AS, untuk menyikapi terjadinya krisis ekonomi di amerika latin pada era 1980-an terutama yang menimpa negara besar seperti meksiko, brazil dan argentina. Para pakar ekonomi yang terlibat dalam diskursus tersebut semuanya bernaung di washington DC AS yang terdiri dari IMF, Bank dunia, Departemen keuangan AS, yang pada akhirnya kendali kebijakan ekonomi tetap ditangan ekonom yang bermadzab neoliberal yang memasarkan resep konsensus washington. Adanya neoliberalisme privatisasi, liberalisasi dan deregulasi berakibat privatisasi dilakukan dengan menjual BUMN kepada pihak asing kemudian peran pemerintah atau negara semakin terkikis dan diserahkan pada mekanisme pasar sebebas-bebasnya karena dianggap distorsi terhadap pasar, liberalisasi juga dilakukan dengan menghilangkan proteksi dan subsidi kemudian investasi asing masuk dengan fasilitas yang mudah dan luas tanpa kendali. Keadaan ini juga telah menciptakan dominasi asing dalam kepemilikan unit-unit korporasi yang mengakibatkan ekonomi rakyat makin tersisih, siapakah yang kuat dialah yang menang dan terjadi kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya tidak ada kesamarataan. Pembangunan ekonomi juga hanya dinikmati segelintir orang atau golongan tertentu saja. Neoliberalisme adalah formula generik yang sebenarnya mengandung hal-hal yang bebas contohnya disiplin fiskal dan prioritas belanja pemerintah untuk mengurangi disparitas pendapatan, bukankah kebijakan tersebut secara esensial jelas sekali berpihak kepada rakyat namun, jenis apapun obat jika diberikan dengan dosis yang berlebihan serta timingnya tidak tepat hasilnya malah kontraproduktif.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jebakan Betmen di Museum Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Perbaiki Sikap Berkendaraan agar Hemat BBM …

Fajr Muchtar | | 22 December 2014 | 06:22

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 13 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 14 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 15 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: