Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fachrur Muhammad

Pencinta Seni, Independen

Dampak Sistem Neoliberalisme

OPINI | 07 February 2012 | 20:44 Dibaca: 382   Komentar: 1   0

Istilah neoliberalisme memang sudah tidak asing lagi bagi kita, paham neoliberalisme awal mulanya dari diskursus yang dikembangkan oleh para pakar ekonomi yang berada di washington DC AS, untuk menyikapi terjadinya krisis ekonomi di amerika latin pada era 1980-an terutama yang menimpa negara besar seperti meksiko, brazil dan argentina. Para pakar ekonomi yang terlibat dalam diskursus tersebut semuanya bernaung di washington DC AS yang terdiri dari IMF, Bank dunia, Departemen keuangan AS, yang pada akhirnya kendali kebijakan ekonomi tetap ditangan ekonom yang bermadzab neoliberal yang memasarkan resep konsensus washington. Adanya neoliberalisme privatisasi, liberalisasi dan deregulasi berakibat privatisasi dilakukan dengan menjual BUMN kepada pihak asing kemudian peran pemerintah atau negara semakin terkikis dan diserahkan pada mekanisme pasar sebebas-bebasnya karena dianggap distorsi terhadap pasar, liberalisasi juga dilakukan dengan menghilangkan proteksi dan subsidi kemudian investasi asing masuk dengan fasilitas yang mudah dan luas tanpa kendali. Keadaan ini juga telah menciptakan dominasi asing dalam kepemilikan unit-unit korporasi yang mengakibatkan ekonomi rakyat makin tersisih, siapakah yang kuat dialah yang menang dan terjadi kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya tidak ada kesamarataan. Pembangunan ekonomi juga hanya dinikmati segelintir orang atau golongan tertentu saja. Neoliberalisme adalah formula generik yang sebenarnya mengandung hal-hal yang bebas contohnya disiplin fiskal dan prioritas belanja pemerintah untuk mengurangi disparitas pendapatan, bukankah kebijakan tersebut secara esensial jelas sekali berpihak kepada rakyat namun, jenis apapun obat jika diberikan dengan dosis yang berlebihan serta timingnya tidak tepat hasilnya malah kontraproduktif.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 15 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 16 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 19 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 20 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 15 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 15 jam lalu

Cinta dalam Botol …

Gunawan Wibisono | 15 jam lalu

Wisata Bahari dengan Hotel Terapung …

Akhmad Sujadi | 15 jam lalu

Jurus Jitu Agar Tidak Terjadi Migrasi dari …

Thamrin Dahlan | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: