Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fachrur Muhammad

Pencinta Seni, Independen

Dampak Sistem Neoliberalisme

OPINI | 07 February 2012 | 20:44 Dibaca: 390   Komentar: 1   0

Istilah neoliberalisme memang sudah tidak asing lagi bagi kita, paham neoliberalisme awal mulanya dari diskursus yang dikembangkan oleh para pakar ekonomi yang berada di washington DC AS, untuk menyikapi terjadinya krisis ekonomi di amerika latin pada era 1980-an terutama yang menimpa negara besar seperti meksiko, brazil dan argentina. Para pakar ekonomi yang terlibat dalam diskursus tersebut semuanya bernaung di washington DC AS yang terdiri dari IMF, Bank dunia, Departemen keuangan AS, yang pada akhirnya kendali kebijakan ekonomi tetap ditangan ekonom yang bermadzab neoliberal yang memasarkan resep konsensus washington. Adanya neoliberalisme privatisasi, liberalisasi dan deregulasi berakibat privatisasi dilakukan dengan menjual BUMN kepada pihak asing kemudian peran pemerintah atau negara semakin terkikis dan diserahkan pada mekanisme pasar sebebas-bebasnya karena dianggap distorsi terhadap pasar, liberalisasi juga dilakukan dengan menghilangkan proteksi dan subsidi kemudian investasi asing masuk dengan fasilitas yang mudah dan luas tanpa kendali. Keadaan ini juga telah menciptakan dominasi asing dalam kepemilikan unit-unit korporasi yang mengakibatkan ekonomi rakyat makin tersisih, siapakah yang kuat dialah yang menang dan terjadi kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya tidak ada kesamarataan. Pembangunan ekonomi juga hanya dinikmati segelintir orang atau golongan tertentu saja. Neoliberalisme adalah formula generik yang sebenarnya mengandung hal-hal yang bebas contohnya disiplin fiskal dan prioritas belanja pemerintah untuk mengurangi disparitas pendapatan, bukankah kebijakan tersebut secara esensial jelas sekali berpihak kepada rakyat namun, jenis apapun obat jika diberikan dengan dosis yang berlebihan serta timingnya tidak tepat hasilnya malah kontraproduktif.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 6 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 7 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Racun di Sudut Ruang Rumah Kita …

Akualib | 8 jam lalu

Potret Negeriku Saat Ini …

Surat Yasin | 8 jam lalu

Menyusun Anggaran Keuangan dan Menerapkannya …

Pakar Investasi | 8 jam lalu

Serendipity [3] …

Septi Yaning | 8 jam lalu

Akhh… …

Ando Ajo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: