Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Batsits Sa'idiy

Lulus SMA2 NGANJUK

Wakil Rakyat (Apakah Itu?)

OPINI | 01 February 2012 | 03:57 Dibaca: 46   Komentar: 0   0

Ini adalah sepenggal kisah yang tak terlalu penting untuk dibuat penting.

Saya ada temen anggota DPR pusat (jelek-jelek gini punya teman anggota dewan terhormat di pusat) dari fraksi PDIP. Dari SMA dia memang memiliki kemampuan yang menonjol, diatas rata-rata, sehingga ndak kaget ketika dia menjadi wakil rakyat di pusat.

Pada saat reuni SMA, saya sempet bertanya kepada beliaunya : “Va… maaf ya numpang tanya, anak saya tanya wakil rakyat itu apa?. Kemudian saya jawab sekenanya : “wakil rakyat itu adalah orang yang dipilih untuk mewakili rakyat guna menikmati fasilitas negara. Kan ndak mungkin rakyat Indonesia yang jumlahnya ratusan juta ini kemudian pengin plesir ke luar negeri trus semua diangkut?, makanya harus ada yang mewakili untuk itu”.  Ternyata dia menjawab “Ya…” sama seperti jawaban saya tadi.

He…he… saya jadi tersenyum sendiri ketika mengingat itu. Lebih-lebih kalau kita membaca berita betapa pandainya (=borosnya)  wakil kita dalam membangun fasilitas untuk mereka. Mulai renovasi kamar mandi, tempat rapat dan juga tempat parkir begitu wah… ck… ck… ck..

Kalau kita mau berprasangka positif (berbaik sangka), nampaknya logika yang dipakai wakil rakyat tadi sebenarnya tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Kenapa?

Coba perhatikan, betapa kayanya negara kita dari sumber alam (SDA) dan juga kekayaan yang dimiliki bangsa kita tak habis dimakan 7 turunan, lebih-lebih penduduknya… subhanallah! bejibun, banyak sekali jumlahnya, sampek-sampek banyak yang tak terurus sehingga mereka ada yang bertengkar antar kelompok, antar suku, antar agama dan sebagainya komplit… plit, dan parahnya semua (penderitaan) mereka itu dibiarkan saja oleh pemerintah, bahkan bisa menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat kita (para wartawan dan pemburu berita). Kesimpulannya Negara kita memang negara yang KAYA>

Nah, persoalannya akan muncul jika negara kita dikenal sebagai negara kaya kemudian para wakil rakyatnya diperlakukan dengan mempergunakan fasilitas apa adanya, seperti kata ketua Dewan kita yang terhormat Bapak Marzuki Ali kan malu. Masak negara kaya seperti Indonesia tidak bisa memberikan fasilitas yang lebih kepada Wakilnya di parlemen. Jadi harap maklum mereka mewkili rakyat Indonesia untuk bisa menikmati fasilitas yang “Wah… “, biarkan mereka menikmati semua fasilitas itu dengan nyaman, sembari kita doakan semoga dengan fasilitas tersebut mereka bisa menghasilkan produk-produk perundangan yang berpihak kepada rakyat, ya… kita-kita ini. Jangan didholimi… jangan dihujat… jangan digugat… biarkan saja mereka. Perhatikan saja betapa banyak korban bermunculan ketika polecy mereka diributkan… mereka bertengkar antar sesama mereka, bahkan salah seorang Wistel blower telah dijatuhkan dan menjadi tersangka di panitia banggar DPR. Karena memang sudah menjadi aturan main, jika ada “gugatan publik”  maka harus ada yang dikorbankan. Dan mereka ternyata tidak sendirian. Banyak pejabat-pejabat negara kita yang seperti mereka. Lihat berapa banyak duit yang dihabiskan untuk merenovasi gedung MA, renovasi Istana negara dan gedung-gedung yang lain. Mereka puya cara untuk  menyimpan tidak tahu (pura-pura tidak tahu)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Tukang Ojek yang Membawa Perdamaian di Kota …

Uwais Azufri | | 27 August 2014 | 14:30

Artis Cantik Penginjak Bendera ISIS …

Den Hard | | 27 August 2014 | 12:26

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 10 jam lalu

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 12 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: