Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Karnoto

Presiden Rumah Inspirasi di Brebes, Jawa Tengah. Mobile 08179852173

Rano Karno Diantara Empat Wanita Bersaudara

REP | 12 January 2012 | 04:13 Dibaca: 865   Komentar: 0   0

wanita adalah segmen pasar terkaya dan paling berpengaruh diantara segmen lainnya. Wanita berjumlah hampir 50% dari total penduduk di dunia. Hebatnya hampir 85% keputusan pembelian berada di tangan wanita
–www.the-marketeers.com–

Dunia artis tidak bisa lepas dari kerumunan wanita-wanita. Memang tidak adil kalau bicara wanit1326341220416557744a hanya dikaitkan dengan artis, karena dimanapun wanita pasti ada dan menjadi magnet. Lihat catatan di situs the marketeers, pasar wanita menjadi incaran para pembuat produk karena hampir 85 persen keputusan pembelian berada di tangan wanita. Pasar yang potensial, pasar yang menggoda, pasar yang menjadi rebutan sebagian besar produk. Urusan menyekolahkan anak, membeli rumah, membeli mobil, memilih jenis asuransi, memilih furniture, memilih warga sampai memilih jenis closed pun tidak lepas dari campur tangan wanita.

Saya pun menjadi yakin kalau Ikatan Suami Takut Istri (ISTI) yang sering dicandain rekan-rekan benar adanya. Dosen politik saya pernah mengatakan dalam suatu kuliahnya bahwa wanita lemah itu hanya mitos. “Coba Anda gantikan posisi istri, mulai dari mencuci, memasak, memandikan anak, mengganti popok anak, menyuapi anak lalu paginya bekerja. Saya jamin kaum laki-laki tidak akan sanggup. Jadi persepsi wanita lemah itu hanya mitos,” kata dosen saya. Mudah-mudahan saya tidak berlebihan mengksplorasi peranan wanita. Tidak hanya urusan komersial, dalam politik pun wanita menjadi segmentasi pasar politik yang potensial. Tidak sedikit wanita yang 1326341148908235438didorong-dorong sampai akhirnya kecemplung dalam sumur politik.

Karena berdomisili di Provinsi Banten maka daerah ini yang dijadikan studi kasus. Ada beberapa pos strategis dipegang oleh wanita, sebut saja Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Walikota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diany, Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Pandeglang Heryani, keempat wanita tersebut masih memiliki ikatan darah keluarga. Atut baru saja dilantik Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada 11 Januari 2012. Atut menjadi “bos” Rano Karno sebagai Wakil Gubernur Banten. Sebagian besar masyarakat khususnya di luar Banten, mungkin akan bertanya-tanya, kenapa kok wanita yang ajukan menjadi kepala daerah. Untuk pertanyaan ini saya tidak bisa menjawab karena belum pernah menanyakan kepada keempat wanita tersebut.1326340940438094312

Bagi Si Doel sebetulnya tidak menjadi persoalan penting karena toh waktu masih menjadi artis, Si Doel kerap kali dikelilingi wanita-wanita. Dalam satu film saja, bisa ada empat, lima bahkan lebih wanita yang mengelilingi Si Doel. Sebut saja film Si Doel Anak Sekolahan, di situ ada Maudy Koesnadi, Cornelia Agatha, Nunung dan masih ada pemeran figura lainnya yang juga banyak wanitanya. Saat ini Si Doel seperti sedang menjalani “kawin kontrak” dengan keempat wanita yang memiliki branding masing-masing. Kawin kontraknya lima tahun, waktu yang tidak pendek tapi juga tidak panjang. Apakah Si Doel mampu “menguasai” keempat wanita tersebut atau menjadi ISTI, kita percayakan saja kepada Si Doel. Si Doel pernah membuat Jaenab (Maudy Koesnadi) kepincut dalam film Si Doel. Maudy adalah mantan None Jakarta. Predikat sejenis juga pernah diraih Walikota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diany. Airin pernah menjadi Mojang Provinsi Jawa Barat tahun 1995 dan Putri Pariwisata & Putri Favorit pada pemilihan Puteri Indonesia tahun 1996.
Si Doel mungkin memilik13263413861371653193i skenario politik sebagaimana ia pernah membuat skenario film untuk wanita-wanita yang ada di sekelilingnya. Peranan yang ia bagikan kepada wanita dalam film begitu mudah, tapi semudah di film kah membagi peran dalam urusan politik? Lagi-lagi yang bisa menjawab adalah Si Doel. Skenario yang saya maksud bukanlah penjegalan, ada konflik pembagian antara Gubernur dan Wakil Gubernur seperti yang terjadi di beberapa daerah. Konflik ini yang diramal sebagian besar publik dan menjadi pembicaraan di warung kopi hingga gedung parlemen. Bukan, bukan itu yang saya maksudkan. Biarlah itu urusan para politisi dan partai masing-masing, karena pasti masing-masing memiliki hiden agenda (agenda terselubung) dan itu wajar namanya juga politik.

Skenario yang saya maksud adalah bagaimana Si Doel bisa mentransformasikan ide-ide segar soal upaya pencapaian kesejahteraan masyarakat di Banten. Skenario bagaiaman kebijakan-kebijakan mampu mempercepat kemajuan, skenario bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi. Skenario inilah yang diharapkan publik kepada Si Doel, sebagai “anak Betawi” yang sudah dinaturalisasikan menjadi Wong Banten. Skenarionya seperti apa yang akan dibicarakan dengan keempat wanita tersebut, kita tunggu saja ke depan. ***

KARNOTO

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: