
Dibaca: 248
Komentar: 9
1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

Ada tiga pertanyaan sederhana untuk para pendukung khilafah, karena dengar-dengar mereka berancang-ancang bahwa di tahun 2020 Kekhalifahan Islam sudah berdiri.
1. kalau 2020 khilafah berdiri, pusat pemerintahannya di mana? di Indonesia-kah? kalau misalnya di Indonesia, apakah negara-negara Timur Tengah yang notabene negara kaya seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dll, mau tunduk di bawah kepemimpinan non-Arab? Atau justru sebaliknya para pendukung khilafah ini akan mengimpor orang-orang Arab ke Indonesia buat menjadi khalifah? atau tiap lima tahun sekali digilir pusat pemerintahannya?
2. Mata uang apa yang akan digunakan oleh pemerintah baru Kekhalifahan ini? Apakah tetap rupiah jika pusat pemerintahannya di Indonesia, atau diganti mata uang seperti kepingan emas dan perak? Terus kalau misalnya menggunakan mata uang baru, bagaimana meningkatkan nilai mata uang tersebut dalam bursa kurs mata uang dunia, dan bersaing dengan Dollar atau Euro? Atau justru ingin mengajukan restrukturisasi nilai mata uang di PBB, atau lebih baik perang dengan negara-negara Barat, kemudian diadakan perjanjian damai sekaligus penetapan baru soal kurs mata uang dunia?
3. Andaikan tahun 2020 di Indonesia berdiri kekhalifahan di Indonesia, lantas bagaimana langkah konkret, apabila melihat konflik Papua yang terjadi saat ini dan tak kunjung usai, bagaimana pemerintah baru kekhalifahan akan mengatasi konflik Papua? Karena Papua sudah sedari awal menjadi bagian dari NKRI, apakah kemudian Papua akan dilepaskan oleh pemerintah baru kekhalifahan Islam?
Kalau jawabannya masih bersifat idealistik dan universalistik dengan terus mendramatisir dan meromantisir masa lalu, sama saja tidak ada bentuk dan konsep konkret untuk masa depan, alias utopis.