
Dibaca: 275
Komentar: 7
1 dari 1 Kompasianer menilai aktual
Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 34 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. Secara de jure, Kepala negara yang berkuasa saat ini masih dalam persengketaan antara Presiden Mahmoud Abbas dari Faksi Fatah dan Ketua Dewan Legislatif Palestina Aziz Duwaik. Namun, secara de facto, otoritas Palestina di bawah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas hanya menguasai wilayah Tepi Barat. Wilayah Gaza dikuasai oleh Hamas di bawah pimpinan mantan Perdana Menteri Ismail Haniyeh, setelah Hamas merebut wilayah ini dari otoritas Palestina pada tahun 2007. Hamas (Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah atau Gerakan Perlawanan Islam) merupakan entitas politik yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan rakyat Palestina. Sejak didirikannya pada Senin tanggal 14 Desember 1987 oleh Syekh Ahmad Yasin, organisasi ini telah berkiprah dalam meniti gerakan politik dan senjata. Konflik internal ditubuh pemerintahan Palestina ini antara faksi Fatah yang lebih moderat dan Hamas yang cenderung keras disamping melemahkan perjuangan rakyat pelestina itu sendiri juga mengundang invasi militer israel yang menimbulkan korban dipihak rakyat palestina.
Opini yang terbentuk selama ini dalam masyarakat Islam Indonesia, bahwa apa yang dilakukan oleh Israel dengan gerakan Zionistnya adalah mencaplok wilayah Palestina. Namun jika kita menelusuri sejarah konflik kedua bangsa ini, sesungguhnya wilayah Palestina adalah wilayah negara2 arab yang berhasil direbut oleh Israel dalam perang Yom Kipur tahun 1967. Dalam perjuangan bangsa Palestina mendapatkan wilayah yang awalnya dikuasai oleh negara2 Arab, Yasser Arafat, pimpinan PLO membentuk Otoritas Nasional Palestina atau Palestina merupakan sebuah negara yang berbentuk Republik Parlementer yang diumumkan berdirinya pada tanggal 15 November 1988 di Aljiria, ibu kota Aljazair. Berbeda dengan kebanyakan negara di dunia yang mengumumkan kemerdekaannya setelah memperoleh Konsesi Politik dari negara penjajah, Palestina mengumumkan eksistensinya bukan karena mendapat konsesi politik dari negara lain, melainkan untuk mengikat empat juta bangsa Palestina yang tercerai berai dalam satu wadah, yaitu negara Palestina. Dalam pengumuman itu ditetapkan pula bahwa Yerusalem Timur (akan) dijadikan ibu kota negara. Baru pada tahun 1994, Otoritas Nasional Palestina memerintah sebagian dari Tepi Barat dan seluruh Jalur Gaza. setelah penandatangan Persetujuan Oslo antara PLO dengan Israel.
Bagi kebanyakan umat muslim di Indonesia, gerakan zionist diartikan sebagai gerakan pendudukan wilayah palestina, sementara gerakan Palestina adalah gerakan mengusir penjajah Israel. Namun jika menelusuri sejarahnya, sesungguhnya gerakan kedua bangsa itu sama yaitu mendapatkan tanah air yang semula dikuasai oleh bangsa Arab. Pandangan umat muslim Indonesia seperti ini adalah sebuah keberhasilan politik Hamas untuk mendapatkan dukungan bangsa Indonesua yang berdasarkan kesamaan agama. Seperti kita ketahui, dari segi apapun, termasuk militer dan persenjataan, Irael bukanlah tandingan Hams. Gerakan bersenjata gerilyawan Hamas adalah untuk memancing invasi pasukan Israel yang tentunya akan menimbulkan banyak korban dipihak rakyat palestina. Makin banyak korban, makin banyak simpati didapat terhadap perjuangan bangsa Palestina. Artinya, selama umat muslim memberikan dukungan politik yang dijalankan oleh Hamas, maka akan semakin banyak rakyat palestina yang menjadi korban militer Israel.