Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Iwanw

I saw skies with many kind of clouds, I met many people with many stories, selengkapnya

Iran Diancam, Iran Melawan

OPINI | 28 November 2011 | 08:08 Dibaca: 472   Komentar: 5   1

Dalam keadaan resesi ekonomi melanda dunia barat, termasuk Amerika, tiba tiba saja Barak Obama berteriak mengancam Iran, agar Iran segera menghentikan program nuklirnya atau menerima ancaman serangan. Ancaman perang ini segera disambut sekutu paling loyal dan dekat Amerika yaitu Israel dan Inggris. Iran negeri kaum mullah yang dulu pernah di cap sebagai salah satu negara sekutu setan bersama Irak oleh George W Bush, tidak bergeming.

Iran sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat adalah sah sah saja memiliki program pengembangan reaktor nuklir jika itu bertujuan damai atau untuk mempertahankan diri. Seperti juga yang dilakukan Pakistan dan India. Setelah negara-negara Arab terjerembab dalam gelombang demokrasi disertai kejatuhan satu persatu para penguasa korup, tiran dan diktator, Tunisia, Mesir, Libya dan sangat mungkin berikutnya adalah Suriah dan Yaman, jatuhnya penguasa tiran yang memakan korban jiwa rakyat yang cukup banyak di negara negara tersebut, jelas telah menjadikan Iran sebagai pemimpin baru dikalangan negara negara Islam yang mampu menghadapi Israel jika terjadi perang terbuka satu lawan satu.

Turki walaupun mencoba muncul sebagai pemimpin baru dikawasan Timur Tengah, namun kedekatan nya terhadap NATO dan barat membuat kemunculan Turki tidak terlalu mendapat tanggapan berarti dari negara negara Arab sebagai the new leadership among moslem countries.

Beberapa ahli nuklir Iran sudah berhasil dibunuh Mossad, beberapa diculik dan kembali hidup namun program nuklir Iran tetap berjalan, presiden Iran Ahmadinejad berulangkali menyatakan bahwa Iran tidak gentar dengan Israel dan Amerika, Iran sebagai satu satunya negara Islam yang mampu menandingi Israel jika benar terjadi perang terbuka di timur tengah. Iran berhasil mengembangkan beberapa peluru kendali yang sanggup mencapai Tel Aviv.

Sehingga gertakan Amerika dan Israel terhadap Iran, lebih merupakan gertak sambal karena jika Israel benar benar melakukan serangan pendahuluan dengan sasaran beberapa reaktor nuklir Iran, hanya akan mengakibatkan eskalasi ketegangan di timur tengah meningkat dan perang terbuka antara Israel dan Iran jelas sangat tidak menguntungkan posisi Amerika danĀ  sangat merugikan geo politik Amerika yang pada saat bersamaan sedang berlangsung penarikan secara bertahap tentaranya di Irak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 4 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 9 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pantaskah Menteri Susi Dibela atau Dicerca? …

Abdullah Sammy | 8 jam lalu

Selaksa Abstraksi …

Ade Subagio | 8 jam lalu

Jangan Lupakan Kasus Obor Rakyat untuk …

Tian Bugi | 8 jam lalu

Belajar dari Krisis Demi Kestabilan Keuangan …

Arif L Hakim | 8 jam lalu

Mengapa Jokowi Memilih Susi? …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: