Artikel

Politik

Prayitno Ramelan

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, penulis artikel intelijen dan politik. Mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana,oleh admin diangkat menjadi Bapak Publik Blog. "Old Soldier Never Die", itulah semboyan yg memberinya semangat di usia senja. Pada masa tua ini terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan oleh Grasindo menjad...

Ramalan Presiden 2014 dan Keputusan Yang Maha Kuasa


OPINI | 17 November 2011 | 14:59 Dibaca: 963   Komentar: 9   1 dari 3 Kompasianer menilai menarik

1321515910427071971Sebuah topik yang semakin hangat di dunia maya adalah  tentang siapa yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia Tahun 2014.  Didalam hidupnya di dunia, manusia hanya berusaha, tetapi Tuhan yang memutuskan, itu pasti. Tetapi tanpa berusaha manusia akan juga menerima keputusan Tuhan, hanya masalahnya apakah keputusan itu baik atau buruk disitulah rahasiaNya yang kita tidak tahu. Penulis beberapa hari yang lalu menuliskan sebuah artikel dan ditayangkan di portal nasional besar, pada halaman Kolom. Tulisan berjudul “Ramalan Intelijen dan Ramalan Jayabaya Presiden 2014.”

Artikel tersebut kemudian ditanggapi beragam macam, tergantung kepentingan pembaca serta rasa hati masing-masing. Banyak yang marah dan memberikan kritik bermacam-macam. Nah disitulah terlihat seberapa jauh pemahaman demokrasi di negara ini. Penulis berbahagia karena tulisan itu dikunjungi banyak netters.

Sebelum memberikan link dan gambaran lebih lanjut, penulis tercenung sejenak, teringat masa lalu saat bertugas, terkait dengan keputusan Yang Maha Kuasa. Pada saat itu penulis berpangkat Letnan Kolonel dan bertugas di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma sebagai Kepala Seksi Intelijen Udara. Pada saat penerimaan calon bintara Wara (Wanita Angkatan Udara), penulis bertanggung jawab dalam urusan skreening mental ideologi, memeriksa latar belakang si calon serta keluarganya. Pada saat mewawancarai salah seorang calon, penulis tertarik dengan perjalanan hidup salah seorang calon. Nama si calon Watie (inisial).

Watie lahir dan dibesarkan disalah satu kampung di daerah Madiun, dimana Bapak dan Simboknya (ibu) sebagai pembuat tempe kecil-kecilan untuk menyambung hidupnya. Sambil membantu membuat tempe, Watie kecil bersikeras sekolah, hingga dia berhasil lulus SD. Setelah lulus SD, dia disuruh berhenti sekolah oleh kedua orang tuanya dan dipaksa untuk berdagang tempe. Watie menolak dan mengatakan akan melanjutkan sekolah. Karena orang tuanya tidak mampu, Watie kemudian ngenger (ikut orang) bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu kota. Dia oleh tuannya diijinkan bersekolah di SMP. Setahun setelah berkerja, Wati semakin tumbuh menjadi anak yang cantik dan bersih. Dia mengisahkan suatu malam juragannya masuk kekamarnya dan akan memperkosanya. Dia berteriak, dan upaya perkosaanpun gagal. Keesokan harinya dia justru diusir si Nyonya rumah.

Dalam keadaan terlunta-lunta, Watie dengan bekal seadanya naik bis dan bertekad mencari keluarga yang mau mempekerjakannya. Dia kemudian mendapat juragan baru dan kembali bekerja menjadi pembantu rumah tangga dan melanjutkan SMPnya. Pada saat kelas tiga SMP watie sempat dirayu oleh si Tuan rumah untuk diajak bercinta. Dengan kecerdikannya dia lolos dari tindakan buruk tersebut. Setelah lulus SMP, Watie melanjutkan sekolah menengah kejuruan perawat gigi. Dari pengalaman hidupnya dimana dia mengalami dua kali tindakan perkosaan, dia kemudian  ikut  olahraga bela diri karate hingga lulus sekolah.

Watie yang semakin matang dan bertambah cantik melamar pekerjaan di salah satu kantor perawatan gigi dari salah satu kesatuan TNI. Karena gajihnya kecil, dia minta ijin tinggal di kantor tersebut, dan diberikan sebuah  gudang kecil. Disitulah Watie tinggal selama bekerja. Watie kemudian melamar untuk menjadi Wara , melalui tempat pendaftaran di Halim.

Itulah kisah hidup Watie yang   kemudian berhasil lulus test dan mengikuti pendidikan Wara. Dia kemudian dilantik menjadi Sersan dan ditugaskan di RSAU sebagai perawat gigi. Setelah berjalan sekitar dua tahun, oleh salah satu pegawai di rumah sakit itu Watie dikenalkan dengan anaknya yang alumnus Akabri Darat. Kemudian Watie dipersunting putri si Ibu yang sudah berpangkat Kapten. Beberapa tahun kemudian Watie yang dikaruniai dua anak hidup berbahagia  sebagai isteri seorang Kolonel, walaupun dia tetap berkarier sebagai Wara. Tuhan memutuskan yang terbaik atas perjuangan Watie kecil yang berasal dari Madiun itu.

Jadi apa yang dapat dipetik dari kisah Watie si anak pedagang tempe?. Jawabnya adalah kegigihan dan tekad seorang wanita dari sebuah desa. Entah darimana dia belajar untuk meningkatkan dirinya hingga dia berhasil dan sukses. Watie kemudian memetik hasil dari kegigihannya itu, dan Tuhan memutuskan memberikan yang terbaik bagi dirinya. Entah dimana Watie kini berada, semoga dia dan keluarganya selalu berbahagia, rukun hingga kaken-kaken dan ninen-ninen, mendapat ridho dan lindunganNya, Amin.

Nah, bagaimana kaitannya dengan judul Ramalan Presiden pada 2014 ? Penulis menyusun artikel dan membuat ramalan bahwa Ibu Mega kemungkinan kembali akan meraih kekuasaan di negeri ini. Penulis juga mengaitkan Ramalan Jayabaya terkait dengan nama Megawati. Mega yang teguh, tidak mudah  dipengaruhi dan tetap setia kepada Pancasila penulis tempatkan sebagai patron terkuat saat ini. Bagaimana kedepannya? Hanya Tuhan yang Maha Tahu. Penulis hanya mampu membuat analisa dan ramalan secara kasat mata dengan beberapa fakta, sementara Prabu Jayabaya, yang sakti mandraguna membuat ramalan dari sisi lainnya atau supranatural. Tinggal kini kita menanti pada 2014,  apa keputusan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Demikian rekan-rekan kompasianers dan pembaca sekalian,  kalau ingin membaca ramalan penulis, mohon membaca artikel dengan judul “Ramalan Intelijen dan Ramalan Jayabaya Presiden 2014″ http://ramalanintelijen.net/?p=4315 .  Semoga ada manfaatnya. Prayitno Ramelan.

Ilustrasi gambar : Andaka.com

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: