Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Donald Audy Rewah

organisasi KNPI DPD kab.Minahasa Selatan, pengurus DPD KNPI SULUT 2012-2015 Sulawesi-Utara.Manado,MAJU DAN BERSATU UNTUK BERDIKARI selengkapnya

Peran Pemuda dalam Pembangunan Politik

OPINI | 17 November 2011 | 05:51 Dibaca: 2412   Komentar: 0   0

1321869338653589785Sejogjanya partisipasi pemuda dalam pembangunan politik sangatlah membawa nuansa indah dalam mewujudkan eksistentsi Kepemudaan dalam rangka membina kebersamaan ,di mana Pemuda Maju Dan Bersatu dalam melihat  pembangunan yang nyata sangatlah di harapkan peran elektibitas dan akuntabilitas,inovativ dan berkesinambungan,Pemuda dan kaum intelektual diharapkan mempunyai pandangan dan pemikiran maju,  untuk memberikan masukan atau ide dalam mendukung pembangunan di daerahnya.seperti Seminar yang diadakan Pemuda masa kini dengan berlomba menciptakan nuansa segar dalam politik pembangunan,untuk menyatukan pandangan dan pemikiran tersebut sudah sewajarnya pemuda dan kaum intelektuan membuat kegiatan seminar tersebut,seperti halnya dukungan Pemerintah yang dilayangkan BUPATI Minahasa-Selatan CHRISTIANY EUGENIA PARUNTU contohnya bisa memberikan ruang gerak untuk kepemudaan di daerah ini,.dimana Pemerintah ikut menunjang program kepemudaan,sehingga Para pemuda Indonesia ke depan harus memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi globalisasi yang terus berjalan. Pasalnya, daya saing suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh kemandirian dan kemampuan pemuda untuk selalu meningkatkan kualitas dan keunggulan sumber daya manusianya,demikian juga dikatakan dalam SEMINAR KNPI minsel yang diketuai oleh BUNG TERTIUS ULAAN, ST.MT dengan Tema : “PEMUDA MAJU DAN BERSATU MENUJU MINSEL BERDIKARI CEPAT”,Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah sebuah contoh karya dari pemuda-pemuda Indonesia yang memiliki semangat perubahan bagi bangsanya. Lewat sentuhan dan semangat khas pemuda maka kedua peristiwa bersejarah tersebut lahir dan menjadi saksi semangat pemuda yang tidak hanya berpangku tangan melihat bangsa sedang terpuruk, tetapi sebaliknya juga ikut memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Sumpah Pemuda 1928 adalah sebuah pernyataan politik yang menyatukan bangsa Indonesia dalam satu bangsa, tanah air, dan bahasa. Sedangkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah sebuah tindakan politik yang menciptakan hokum dan berfungsi sebagai bentuk pembuktian hukum.Sikap dan perilaku bukanlah sesuatu yang baru bagi seorang pemuda, tetapi didalam era pembangunan menjelang akhir abad ke 20 ini diperlukan kepeloporan dalam konteks yang berbeda seperti yang diharapkan dari para pemuda di era pra-kemerdekaan atau selama tahun-tahun pertama kemerdekaan kita. Di sini kepeloporan itu lebih banyak diartikan sebagai keberanian untuk memberikan respons yang pro-aktif terhadap tantangan pembangunan yang dihadapinya,Sikap kebersamaan telah menjadi watak bangsa Indonesia, termasuk watak para pemuda. Meskipun begitu, pengertian kebersamaan ini perlu ditempatkan dalam konteks pembangunan masa depan secara tepat. Budaya kerja kolektif yang menjadi perwujudan dari sikap kebersamaan perlu diartikan sebagai kecenderungan untuk lebih memperhatikan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi tanpa memaksa orang-orang yang terlibat didalamnya untuk mengorbankan harga dirinya bagi kepentingan bersama itu. Disini akan lebih ditekankan pada pemaduan pendapat, sikap, dan perilaku yang berbeda-beda menjadi satu pendapat, sikap, dan perilaku baru yang utuh yang makna dan nilainya melebihi jumlah dari masing-masing pendapat sikap,dan perilaku. demikian dikupas dalam seminar KNPI Minsel kiranya mampu membawa aspirasi Kepemudaan dalam pembangunan politik,seminar dengan para nara sumber Prof.DR.Joppy Paruntu,dan DR Ferry D.Liando,Toar Palilingan,SH. berhasil membawa kepemudaan untuk maju dan bersatu ,dengan melibatkan para Siswa -siswa  dalam menyikapi hal akhlak,Moral,dan Etika..Pemuda yang bermitra dengan Pemerintah dalam Amanah UU No 40 tahun 2009 tentang kepemudaan telah di buktikan lewat peran KNPI minsel,dan disini  Pemuda memiliki kesempatan yang besar untuk meningkatkan partisipasi politiknya. Keberadaam pemuda dalam sepak terjang partai politik dapat pula dianalisa sebagai satu faktor yang berpengaruh. Fenomena tersebut secara umum telah menunjukan bagaimana peran pemuda sebagai salah satu faktor yang cukup berpengaruh dalam kehidupan politik di Indonesia. Langkah pemudaan partisipasi politik oleh pemuda di Indonesia merupakan sebuah urgensi yang harus benar-benar terealisasi.dimana Peran Bupati MINSEL dalam memberikan arahan bahkan kontribusi yang positiv bagi Pemuda/Mahasiswa/siswa-siswa dalam seminar,Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai wadah berhimpun dan merupakan inti dari kekuatan pemuda Indonesia, sejalan dengan perubahan paradigma KNPI maka peran dan tugas utamanya pengawal perubahan dalam masyarakat menuju terciptanya masyarakat yang berkwalitas, bermartabat, adil dan makmur.demikian dikatakan Ketua KNPI Minsel Petrus Ulaan, ST.penulis Donald Audy Rewah ,Sekretaris Panitia Hari Sumpah Pemuda ke 83 tahun 2011 kabupaten Minahasa-Selatan propinsi Sulawesi Utara

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 5 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 8 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 11 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 11 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengalaman Belajar Sosiologi Bersama Pak …

Rachel Firlia | 9 jam lalu

Rokok atau Calon Istri? …

Gusti Ayu Putu Resk... | 9 jam lalu

Dampak Moratorium PNS …

Kadir Ruslan | 9 jam lalu

Membudayakan Menilik Orang Bukan Dari …

Wisnu Aj | 9 jam lalu

Hilangnya Kodok Pak Lurah …

Muhammad Nasrul Dj | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: