Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ajinatha

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..

Inilah Ciri-ciri Pemimpin yang Baik

OPINI | 03 November 2011 | 16:49 Dibaca: 15978   Komentar: 28   5

Suksesi kepemimpinan selalu menjadi pembicaraan yang hangat di Republik ini, sekalipun Pemilu 2014 masih kurang lebih 3 tahun lagi, namun pembicaraan tentang Calon Presiden pengganti Presiden SBY sudah hangat dibicarakan.

Lihat saja partai politik sudah sangat sibuk mengeluarkan Jagoannya masing-masing, Partai Golkar sudah terang-terangan menyebutkan kalau Aburizal Bakrie yang ingin di sapa sebagai ARB, sebagai calon presidennya, sementara partai lain masih tersipu malu untuk membicarakan calon presidennya.

Memilih seorang pemimpin memang tidaklah mudah, apalagi seorang pemimpin yang betul-betul amanah. Karena seorang pemimpin yang amanah adalah seorang pemimpin yang terpilih sepenuhnya karena memang rakyat yang menginginkannya, bukanlah karena sebuah rekayasa dan keinginan partai politik yang mencalonkannya.

Seperti yang pernah diingatkan Rasulullah, bahwa pemimpin yang baik dan adil akan menjadi salah satu dari 7 golongan yang akan mendapat naungan dan perlindungan Allah di hari kiamat nanti (HR Bukhari), dan sebaliknya pemimpin yang kejam dan tidak amanah, merupakan salah satu dari 3 kelompok yang kategorikan sebagai penyakit kronis agama (HR Daelamy), yang hanya akan membawa kemadharatan dan kesengsaraan bagi agama dan masyarakat.

Adalah kewajiban kita sebagai masyarakat memilih pemimpin yang baik dan juga amanah, agar di kemudian hari pemimpin yang terpilih adalah betul-betul pemimpin yang memenuhi harapan kita semua, dan kita bisa menerima semua kelebihan maupun kekuarangannya. Ada beberapa kriteria pemimpin yang baik dalam pengertian universal, seperti yang pernah saya baca dalam sebuah artikel salah satu blog, seperti yang tertera dibawah ini :

Ciri Pemimpin yang Baik.

Ada beberapa ciri pemimpin yang baik, yang akan berhasil dalam kepemimpinannya.

*Senantiasa bersikap adil dan menjunjung tinggi kebenaran. Begitu pentingnya masalah ini sampai-sampai Rasulullah menyatakan sejamnya keadilan pemimpin jauh lebih baik dibandingkan dengan seribu rakaat shalat sunnah (al-hadits). Pemimpin yang adil, disamping ilmunya para ulama, kepemurahannya kaum kaya, dan doanya kaum dhuafa akan menjadi pilar utama.

*Senantiasa menjadi pengayom dan pembela masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi. Kehidupan menjadi tenteram dan bahagia. Kebijakan yang dikeluarkan pun tidak akan menjadi kebijakan yang merugikan rakyat. Ketika terjadi konflik antara kepentingan rakyat kecil, maka ia akan lebih memilih untuk membela kepentingan rakyat kecil.

*Berpihak dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah contoh pemimpin yang selalu berpatroli setiap malam, memastikan bahwa rakyatnya tidak ada yang kelaparan. Demikian pula dengan khalifah Umar bin Abdul Azis, yang mampu mengentaskan kemiskinan melalui instrumen zakat, hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun. Inilah model kepemimpinan yang selalu didambakan kehadirannya oleh seluruh masyarakat kapan dan dimanapun, termasuk Negara yang kita cintai ini. Mudah-mudahan melalui pemimpin yang demikianlah, Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih baik dan sejahtera.

Semoga saja artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi untuk melihat bagaimana sosok pemimpin yang baik dan sesuai dengan harapan itu sesungguhnya.

Salam - Ajinatha

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

Inspirasi, Imajinasi, dan Referensi Dalam …

Ryan M. | | 31 January 2015 | 20:03

Di Indonesia Olah Raga Masih Dianggap …

Den Bhaghoese | | 31 January 2015 | 15:40

Menyantap Roti di Gudang Rottie …

Ariesa Putris | | 31 January 2015 | 15:27


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 8 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 9 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 10 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 10 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: