
Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin makassar,sekarang bertugas sebagai dokter Gigi PTT di provinsi Kalimantan Timur.
Dibaca: 82
Komentar: 1
Nihil
Percaya atau tidak, inilah yang berlaku umum, paling tidak saya sendiri percaya demikian adanya.
Bahwa setiap orang yang berkata jujur akan diikuti dengan gerak tubuh, mimik dan ekspresi wajah yang biasa, tak ada kikuk di sana.
Mata dan warna muka juga mendampingi setiap kata yang keluar dari mulut. sempurnanya perkataan dan bahasa tubuh haruslah sejalan.
Sebagaimana jiwa yang bercahaya akan menampakkan aura tubuh yang bersinar, sinergisitas itu adalah sebuah keniscayaan.
Jika ada mimik wajah yang menampakkan aliran aneh, atau terlintas si yang punya wajah kaget kemudian sesaat ada ekspresi bingung walau hanya sedetik, itu mungkin perlu dipertanyakan.
Bagi orang-orang yang tak biasa menipu, dia akan tergagap dan gugup ketika berbohong, tentu beda halnya dengan orang yang sudah terlatih menyembunyikan kebenaran, diperlukan kepiawaian tertentu.
Bahasa tubuh ini dapat kita jumpai dari sekian banyak penampilan para pejabat dan politisi, maka dari itu kita patut bersyukur karena para politisi itu sangat lancar dan hebat dalam berargumentasi, orang pintar di negeri ini bertebaran, orang bodoh tidak kelihatan apalagi yang sering menipu.
Ketika seorang pejabat mengumumkan bahwa kesejahteraan semakin meningkat, kemiskinan menurun dan berbagai aspek kehidupan di bangsa ini semakin maju maka saya mencoba mempraktekkan defenisi sinergitas antara perkataan dan bahasa tubuhnya.
Alhasil, apa yang saya cari tidak saya temukan. Jawaban itu saya peroleh ketika terlihat banyak pengangguran mengais sampah, memulung, atau puluhan anak kecil mengemis di jalanan di usia sekolah. Juga ketika di tayangkanya di televisi betapa bertebaranya rumah kumuh di Jakarta, tempat Istana negara berada, dan di situ pidato kesejahteraan itu menghibur beberapa saat yang lalu.
Ternyata, bahasa tubuh adalah sesuatu yang paradoks, mungkin karena sejak dulu kala ilmu berpidato sudah ditemukan cara belajar yang baik, retorika yang baik.
Apakah anda sepakat dengan ini? Kalau tidak itu sah-sah saja
Biduk-biduk 3 Juli 2011