Artikel

Politik

Linda

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

linda - TEMPO dan GATRA menempa saya untuk selalu jeli, kritis, menulis dengan jujur, dan bekerja keras. Hasilnya? Saya tidak tahu karena yang menilai tentu orang lain. Di KOMPASIANA ini saya sangat menghormati nama pemberian orang tua saya sehingga tidak perlu saya ganti dan palsukan, apalagi memalsukan wajah pada identitas diri. Blog pribadi saya, www.lindadjalil.com --- bila iseng, silakan mampir.

Fadel Muhammad Menyumpahi Sudi Silalahi?


HL | 23 October 2011 | 01:58 Dibaca: 1382   Komentar: 47   2 dari 3 Kompasianer menilai aktual

13193426991898060106

Fadel Muhammad/Admin (KOMPAS.com/Dhani Setiswan)

“Saya tidak akan lapor Sudi ke polisi tapi akan saya laporkan kepada Allah dan rasulNYA. Dan kita lihat apa yang akan terjadi!”, ujar Fadel Muhammad kepada wartawan. Waduh! Ngeri amat ya ucapannya?  Tentu Fadel bertutur semacam ini bukannya tanpa alasan. Menteri Kelautan dan Perikanaan dalam Kabinet Bersatu jilid II yang baru saja dicopot oleh Presiden SBY ini sempat berkata ia merasa dizolimi. Pemberitahuan pemberhentian begitu dirasakan amat mendadak. Bahkan menurut versinya, Sudi Silalahi sebagai Mensesneg sempat mengatakan posisinya aman.

Lalu, akibat ia berucap soal ‘dizolimi’ maka Mensesneg mengatakan lagi kepada khalayak, bahwa Fadel memang bermasalah.  Pria lulusan ITB yang pernah menjadi mahasiswa teladan ini pun kembali berang.  Sebagai pejabat negara, menurutnya Sudi harus bisa menjaga etika dan martabat. Ia juga menganggap Sudi kelewat mengada-ada dengan bertutur yang sangat reman-remang substansinya. “Sehingga cenderung jadi fitnah keluarga dan nama baik saya!”, ujarnya lagi seperti yang dikutip oleh media nasional.

Tentu orang bertanya-tanya, persoalan apa yang menyebabkan pria dari partai  Golkar  ini sampai ‘terhukum’ secara tiba-tiba. Masalah garam menjadi tumpuan persoalankah? Fadel terang-terangan menggempur  kebijakan Menteri Perdagangan Mari Pangestu yang mempermudah urusan impor garam, sehingga petani garam terkapar-kapar.  Fadel juga menggrebeg gudang garam impor yang diam-diam disembunyikan selama ini.  “Saya memang terlalu vokal.” ujarnya kepada wartawan, usai pelantikan Cicip, temannya sesama di Golkar  yang menggantikan posisinya.

Selang beberapa hari merebak isu baru. Selain urusan garam impor, terbetik kabar  konon Fadel ‘bermain’ pada proyek pembangunan rel Kereta Api Menado-Makassar sepanjang dua ribu kilometer, untuk memuluskan Rusia yang menang tender. Fadel, yang saat itu menjabat sebagai ketua koridor MP3 EI ( Masterplan Percepatan Pembangunan Perluasan Ekonomi Indonesia) wilayah Sulawesi mengaku sama sekali belum tahu apakah Rusia atau Australia yang nantinya  memperoleh kesempatan turut serta.

Pokoknya, Fadel tengah geram. Ia ‘memukul balik’ semua tutur kata Mensesneg yang dianggapnya fitnah belaka.  Bermuasal dari rasa ‘dizolimi’ itulah, maka Fadel berani berujar  soal mengadukannya kepada Tuhan dan Rasul.  Ini urusan berat!  Doa dari orang yang dizolimi biasanya sangat didengar Tuhan. Sekali lagi, ngeri amat ya?! Bukankah ini sarat dengan sebuah penyumpahan?

Ada baiknya, persoalan ini dituntaskan. Damai dari kedua belah pihak, tentu akan lebih bijak. Tapi bagaimana bila Fadel ngotot terus ingin perkataan ‘ada masalah’  yang terlontar dari bibir Sudi Silalahi diklarifikasi? Tampaknya ia tiada gentar sekalipun.  Dan bagaimana sikap Sudi?  Akan ditanggapinyakah? Fadel, lagi-lagi seakan-akan ‘nantangi’ Presiden SBY pula untuk membuka kecurigaannya terhadap dirinya. Apalagi, baru saja SBY berkata pula ada rampok uang negara. Mungkin saja Fadel merasa tuduhan itu tertuju kepada dirinya, yang dianggap sangat tidak berdasar itu. Alhasil, pernyataan yang sepotong-sepotong dari seorang pejabat, adalah maha penting diperhitungkan. Jangan hanya melempar petasan cabe rawit namun dampaknya adalah sebuah bom waktu yang sangat besar, dan tinggal menunggu waktu meledaknya saja.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: