
Video Journalis Trans TV, salah satu stasiun televisi populer di Indonesia. Saat ini bekerja dan berdomisili di Pulau Sulawesi, namun ingin berkelana ke seluruh pelosok Nusantara Jaya. Email: jgbua@yahoo.com. Handphone: +6281341045728. Semua tulisan di microsite ini dapat dikutip sepanjang menyebutkan sumbernya, sebab ini semua adalah karya cipta.
Dibaca: 71
Komentar: 0
Nihil
LUWUK – Korupsi itu seperti kejahatan terorisme, sebab merusak sendi-sendi ekonomi dan sosial kemasyarakatan sampai merongrong sendi-sendi bernegara. Koruptor itu bisa disamakan dengan teroris.
Begitu pengusaha perkebunan kelapa sawit Murad Husain menyatakan kegeramannya pada maraknya kasus-kasus korupsi yang terjadi di tanah air.
Menurutnya, korupsi di Indonesia sudah menjadi semacam budaya yang untuk memberantasnya butuh waktu yang lama dan sulit.
“Tapi jika Pemerintah punya tekad kuat ditambah dengan dukungan penuh dari masyarakat, saya yakin korupsi dapat diberantas ke akar-akarnya betapapun itu hal yang sulit,” kata Murad yang kini mengusahakan tidak kurang 20 ribu hektar lahan perkebunan sawit di Kabupaten Banggai dan Morowali.
Ia mengatakan perilaku hidup bersih dan antikorupsi bisa dimulai dari dalam keluarga, lalu diajarkan di sekolah-sekolah dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.
“Bangsa kita ini makin melarat lantaran korupsi. Korupsi terjadi mulai dari dalam keluarga hingga pemerintah. Saat saya menjadi anggota MPR RI saya menyaksikan bagaimana perilaku sogok-menyogok itu terjadi,” kata Murad, prihatin.***