Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Toto Pardamean

Lahir di Tanjung Balai (Asahan)Sumatra Utara.Senang Menulis dan Membaca.Pemerhati Masalah Pendidikan dan Sosial.Mendambakan Pendidikan yang selengkapnya

KAUM TANI PEJUANG KETAHANAN DAN KEDAULATAN PANGAN

OPINI | 24 September 2011 | 22:34 Dibaca: 133   Komentar: 2   0

Selamat Hari Tani disampaikan dengan hormat kepada Seluruh Kaum Tani di Indonesia yang terus berjuang menyuarakan dan menegakkan pelaksanaan Reforma Agraria. Pertaubatan Pemerintah atas kedurhakaannya pada Kaum Tani sudah harus dilaksanakan. Taubat dengan cara merubah semua kebijakan yang merugikan Kaum Tani dan Pertanian Nasional yang tidak berpihak pada Rakyat.

Kedurhakaan Pemerintah dan Elite-Elite Politik terhadap Kaum Tani adalah Peniscayaan akan sinyal-sinyal ancaman bahaya rawan pangan yang akan mengorbankan kehidupan seluruh ummat manusia. Artinya apa yang disuarakan Kaum Tani selama ini tidak hanya persoalan hidup para petani tetapi dimensinya sangat luas menyentuh persoalan pokok kehidupan semua manusia dimanapun ia berada.

Ambisi Pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia dengan segala misinya hanya akan menjadi jargon-jargon tak berarti jika tidak difokuskan pada peran kunci dari Kaum Tani. Reforma Agraria yang disuarakan Kaum Tani adalah kecemasan kita semua atas kondisi yang bakal kita hadapi dimasa kini dan dimasa datang. Diantara pesan yang disampaikan didalam tuntutan Reforma Agraria itu adalah ;

1) berikan tanah pada Petani

2) Hapus semua kebijakan dan UU yang merugikan Kaum Tani,

3) Utamakan kredit modal usaha pertanian yang murah dan masuk akal,

4) Utamakan Subsidi pertanian yang lebih realistis,

5) Lindungi seluruh aktivitas pertanian Rakyat,

6) Perluas Lahan Pertanian Rakyat

7) Lindungi keberadaan Lahan Pertanian Rakyat dari ancaman pengalihan fungsi lahan pertanian

8) Lindungi produk pertanian rakyat dari intimidasi produk pertanian negara-negara adikuasa  (para kapitalism

dan Liberalism) yang bersifat manipulatif dan imitasi (berbagai bentuk rekayasa genetika dan sejenisnya)

9) Peningkatan peran aktif Pemerintah dalam mengawasi tataniaga produk pertanian yang tidak mengakibatkan

kerugian pada Petani sekaligus tidak mengakibatkan konflik kebutuhan antara Petani (sebagai produsen)

dengan Masyarakat Non Petani (sebagai Konsumen)

10) Berikan kesempatan Petani untuk mengakses seluruh kebijakan pertanian dan berdayakan keterlibatan petani

dalam perumusan kebijakan-kebijakan serta UU yang mengatur bidang pertanian

Mendengarkan,Melaksanakan Tuntutan Kaum Tani adalah sebagai manifesto politik agriculture yang memang sudah diwariskan generasi terdahulu kepada kita sebagai kekuatan besar bangsa ini untuk membuktikan kedaulatan bangsa Indonesia ditengah-tengah pergaulan dunia.

Pemerintah tidak perlu bermimpi dengan mencoba-coba berbagai program yang justru melemahkan tawar menawar politik negara ini dengan negara lainnya. Industri seharusnya dijadikan sebagai pendukung keberlangsungan pertanian sehingga produk-produk industri yang dihasilkan itu selalu terkonsentrasi pada pertanian berkelanjutan dapat dilaksanakan, bukan sebaliknya. Pelaksanaan Reforma Agraria sekaligus sebagai satu bukti kepatuhan Pemerintah dan Pengambil kebijakan atas perintah UUD 1945 yang menyebutkan bahwa Bumi,Air,Tanah,Udara dan seluruh Kekayaan Alam yang terkandung didalamnya dimanfaatkan sebanyak-banyaknya untuk Kesejahteraan Rakyat sehingga tidak ada alasan untuk memindahkan kedaulatan pangan ini kepada pihak Investor Asing yang Konglomerat dan Korporasi dan tidak memiliki kepedulian dan respon terhadap analisa krisis ketahanan pangan nasional.

Karakteristik bumi Nusantara yang diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan daratan,perairan yang subur ini akan selalu menjadi incaran dari negara-negara kaya untuk dieksplorasi sebab merupakan lumbung kemakmuran. Dengan berbagai cara mereka jelas tidak rela jika tanah,air kita ini kita kelola sendiri untuk kemakmuran kita sendiri.

Konsepsi dan arah pembangunan kearah pertumbuhan ekonomi yang dilakukan pemerintah seharusnya dirubah dan diarahkan serta difokuskan pada pertumbuhan pertanian nasional sebab pertumbuhan ekonomi tersebut hanya merupakan salah satu dari multiefek dari pertumbuhan pertanian. Persoalannya Pemerintah dan Parlemen kita sekarang ini sangat tidak meyakini hal itu.

Pertanian tidak dipandang sebagai potensi besar negara dan bangsa ini. Pertanian hanya dianggap sebagai bagian kecil dari kebudayaan bangsa Indonesia dan lebih tertarik untuk menjadikan negara ini sebagai negara industrial yang kurang berkaitan dengan bidang pertanian yang notabene secara tak kita sadari adalah taktik negara lain yang menghendaki bangsa ini menjadi bangsa yang tidak produktif melainkan bangsa konsumtif. Dan yang pasti ketertinggalan kita yang sangat jauh dalam hal Industrial Konsumtif ini jika kita ikuti hanya menyebabkan kita terus menjadi negara dengan ketergantungan yang sangat tinggi.

Potensi pertanian dan potensi Sumber Daya Manusia pertanian kita cukup menjadi kekuatan besar bangsa ini jika dikelola dengan baik dan tepat. Lihatlah kondisi hari ini, bangsa kita menjadi pengkonsumsi supplement produk-produk luar sementara mereka sendiri pengkonsumsi produk-produk organik yang kita hasilkan. Ini sebagai bukti ada peluang besar untuk menjadi bangsa besar yang kita sia-siakan selama ini. Kita bangga mengirimkan sebanyak-banyaknya buruh tani ke Malaysia sementara pertanian kita terlantar padahal Malaysia menjadi kaya karena jasa buruh tani Indonesia itu. Oleh karena itulah saya berani menyebutkan bahwa Pemerintah dan Parlemen kita telah mendurhaka pada para Kaum Tani yang telah berabad-abad menyajikan kelezatan hidup bagi kita.

Semoga Pemerintah menyadari kekeliruannya dalam menyikapi aspirasi Kaum Tani.

Hidup Petani Indonesia, terus berjuang untuk keselamatan seluruh ummat manusia !

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 6 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 7 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: