Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mengintip Laporan Keuangan Raperda Perubahan APBD Kota Tangsel Tahun Anggaran 2011

REP | 24 August 2011 | 19:08 Dibaca: 779   Komentar: 2   0

1314208554778675909

Hj.Airin RAchmi Diany,SH.MH walikota Tangsel

24 Agustus 2011,pukul 13.45 Wib,Di Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang Selatan,Hj.Airin rachmi diany,SH.MH ,walikota Tangerang Selatan ,sampaikan pidato pengantar Nota Keuangan tentang Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2011.

Pidato ini menyampaikan pelaksanaan APBD Kota Tangsel tahun anggaran 2011 ,sekaligus menyampaikan terjadinya beberapa perkembangan situasi dan kondisi,yang mengharuskan perlunya dilakukan perubahan anggaran yang meliputi :

I.Perubahan asumsi Pendapatan Daerah

A. Pendapatan Asli daerah

a.Pajak daerah

b.Retribusi daerah

c.Lain - lain pendapatan asli daerah yang sah

B. Dana Perimbangan

a.Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak

b.DAU (dana alokasi umum)

c.DAK ( dana alokasi khusus)

C.Lain -Lain Pendapatan Daerah Yang  Sah

a.Pendapatan Hibah

b.Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya

c.Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

d.Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya

Pendapatan yang semula di proyeksikan Rp.1.157.313.857.851,. (satu trilyun seratus limapuluh tujuh milyar tiga ratus tiga belas juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu delapan ratus lima puluh satu rupiah)

Naik 12,69% ( duabelas koma enampuluh sembilan prosen )menjadi Rp.1.304.197.802.874,. (satu trilyun tigaratus empat milyar seratus sembilanpuluh tujuh juta delapanratus dua ribu delapanratus tujuhpuluh empat rupiah)

II.Perubahan Belanja daerah yang terdiri dari

A.Belanja Langsung yang meliputi  :

a. Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun

b.Program pembangunan jalan & Jembatan

c.Program penataan penguasaan,pemilikan,penggunaan dan pemanfaatan tanah

d.Program Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh

e.Program pengadaan,peningkatan sarana & prasarana Rumah Sakit,rumah Sakit

Jiwa,Rumah Sakit Paru-Paru dan Rumah Sakit Mata.

f.Program Pengadaan,Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas,

Puskesmas Pembantu & Jaringannya.

g.Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan.

B.Belanja Tidak Langsung yang meliputi

a.Belanja Pegawai

b.Belanja Hibah

c.Belanja Bantuan Sosial

d.Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Desa

f.Belanja Tidak terduga

Belanja daerah yang semula di proyeksikan Rp.1.257.777.227.485 ( satu trilyun duaratus limapuluh tujuh milyar tujuhratus tujuhpuluh juta duaratus duapuluh tujuh ribu empatratus delapanpuluh lima rupiah)

naik 21,57% ,menjadi Rp.1.529.047.124.679,10 ( satu trilyun limaratus duapuluh sembilan milyar empatpuluh tujuh juta seratus duapuluh empat ribu enamratus tujuhpuluh sembilan rupiah sepuluh sen )

Belanja Tidak Langsung yang semula diproyeksikan Rp.501.597.047.075 ( limaratus satu milyar limaratus sembilanpuluh tujuh juta empatpuluh tujuh ributujuhpuluh lima rupiah)

Naik 34,35%  dari total belanja (tigapuluh empat koma tigapuluh lima prosen) menjadi Rp.525.252.380.966,10

( limaratus milyar duaratus limapuluh juta tiga ratus delapanpuluh ribu sembilan ratus enampuluh enam rupiah sepuluh sen)

Belanja Langsung pada APBD awal dianggarkan Rp.756.180.180.410 ( Tujuhratus limapuluh enam milyar seratus delapanpuluh juta seratus delapanpuluh ribu empatratus sepuluh rupiah)

Naik 32,75% (tigapuluh dua koma tujuhpuluh lima prosen) menjadi Rp.1.003.794.743.713 ( satu trilyun tiga milyar tujuhratus sembilanpuluh empat juta tujuhratus empatpuluh tiga ribu tujuh ratus tiga belas rupiah)

Dan,sebagai penutup penyampaian Nota Keuangan Tentang Raperda Perubahan APBD Kota Tangerang selatan Tahun Anggaran 2011,Walikota Tangsel  Hj.,Airin rachmi Diany ,SH.MH menyampaikan Penerimaan Pembiayaan Daerah direncanakan sebesar Rp.225.745,621.805,10 ( duaratus duapuluh lima milyar tujuhratus empatpuluh lima juta enamratus duapuluh satu ribu delapanratus limapuluh rupiah sepuluh sen) yang terdiri dari SILPA  ( sisa lebih perhitungan anggaran ) tahun anggaran 2010,yang bertambah sebesar Rp.125.282.252.171,10 (seratus duapuluh lima milyar duaratus delapan puluh dua juta duaratus limapuluh dua ribu seratus tujuhpuluh satu rupiah sepuluh sen),dan SILPA tahun berkenaan dan bersumber dari DAK atau dana alokasi langsung Bidang Perdagangan yang tidak bisa terserap dikarenakan  ketidaksesuaian  alokasi dari pemerintah pusat,sebesar Rp.896.300.000( delapanratus sembilanpuluh enam juta tigaratus ribu rupiah)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

14 April, Awal Menentukan Langkah Timnas di …

Achmad Suwefi | | 06 March 2015 | 21:43

Yang Harus Dipersiapkan Untuk Ujian Nasional …

Ahmad Imam Satriya | | 06 March 2015 | 23:09

Kompasiana, Kompasiana TV, dan Jurnalisme …

Harry Ramdhani | | 06 March 2015 | 20:44

Pencegahan Infeksi Sinusitis …

Doni Punyablog | | 06 March 2015 | 15:11

Kompasiana Drive&Ride: ”Be Youthful, …

Kompasiana | | 26 February 2015 | 22:29


TRENDING ARTICLES

Mediasi Depdagri Gagal Karena Ahok Bringas ! …

Wan Aboed | 7 jam lalu

#SaveHajiLulung Mendunia …

Gunawan | 10 jam lalu

Ketika Gubernur Merasa Kurang Bertaji …

Erisman Yahya | 11 jam lalu

Ahok Memang Harus Een Beetje Koppigheid …

Bambang Setyawan | 12 jam lalu

Menghina Lulung Menghina Warga Jakarta …

Abest | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: